Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Thursday, January 30, 2020

Redaksi sukabumiNews

Jack Ma Sumbangkan RM58,92 Juta untuk Kembangkan Vaksin Virus Corona

Jack Ma
Jack Ma menyumbangkan 100 Juta Yuan (RM58,92 juta) untuk membantu mengembangkan vaksin baru guna melawan virus corona. (Gambar Twitter)  
sukabumiNews.net, MALAYSIA – Badan amal yang terkenal di dunia, Jack Ma menyumbangkan 100 juta yuan (RM58,92 juta) melalui yayasannya untuk membantu mengembangkan vaksin baru melawan virus corona yang telah menginfeksi ribuan dan membunuh setidaknya 170 korban.

Media sosial Yayasan Jack Ma mengatakan 40 juta yuan (RM23,57 juta) akan disumbangkan ke dua organisasi penelitian pemerintah Cina.

"Saldo uang akan digunakan untuk mendukung langkah-langkah pencegahan dan perawatan," katanya dalam laporan SBS News, Kamis (30/1/2020).

Ia menuturkan, Ini merupakan tindak lanjut dari pengumuman perusahaan yang berbasis di Jack Ma, Alibaba pada hari Sabtu untuk mengumpulkan $ 1 miliar yuan guna membeli pasokan medis untuk Wuhan dan seluruh wilayah Hubei.

Selain itu, Alibaba juga turut menawarkan ke pasar komputer kepada organisasi penyelidikan saintifik untuk melakukan studi pengobatan atau vaksin.

Dikatakan Alibaba, Investasi itu dibuat  menyusul kejayaan saintifik Australia yang berjaya mencipta koronavirus di dalam laporatoriun sebagai langkah membangunkan vaksin.

“Penelitian dari Institut Infeksi dan Kekebalan Peter Doherty di Melbourne adalah penelitian pertama yang dikembangkan di luar Cina,” terangnya.

“Ini akan dibagikan dengan spesialis lab lainnya bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Eropah termasuk makmal-makmal di Australia,” imbuhnya.

Dengan begitu, Kemitraan tersebut secara tidak langsung membantu dalam menilai efektivitas uji coba vaksin.

BACA Juga: Virus Corona: Lebih dari 7.700 Kasus dengan Angka Kematian Meningkat Menjadi 170

Pewarta : Astro AWANI/Dede Abdul Haq
Editor : AM
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

sukabumiNews tidak bertanggung jawab atas pendapat yang diungkapkan melalui artikel/berita ini. Ini adalah pandangan pribadi pemilik akun dan tidak mencerminkan posisi kami. Semua risiko yang dihasilkan dari komentar yang diposting adalah tanggung jawab pemilik akun itu sendiri. Terima kasih.

Memuat...
close