Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Friday, November 15, 2019

Red1

Ribuan Balita di Kota Sukabumi Alami Gangguan Stunting

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Wahyu Handriana  
sukabumiNews, CIKOLE – Setidaknya 1.966 balita di Kota Sukabumi terindikasi mengalami stunting atau gangguan pertumbuhan. Jumlah tersebut berkurang dari kisaran jumlah penderita sebelumnya yaitu sejumlah 2 ribuan orang.

"Angka stunting turun dari 10 persen menjadi 9 persen," beber Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Kabid Kesmas Dinkes) Kota Sukabumi, Wahyu Handriana, kepada sukabumiNews usai menghadiri kegiatan di salah satu hotel di Kota Sukabumi, Kamis (14/11/2019).

Wahyu menjelaskan, jumlah balita stunting tersebut tersebar di semua kecamatan. Sementara jumlah terbanyak berada di wilayah Puskesmas Benteng Kecamatan Warudoyong, di Kelurahan Limusnunggal Kecamatan Cibeureum, dan di Kelurahan Cikundul Kecamatan Lembursitu.

"Usia penderita secara keseluruhan bervariatif, semua balita di bawah usia 5 tahun," jelasnya.

Wahyu menambahkan, meski Pemkot Sukabumi berupaya menekan angka stunting dan menargetkan penurunan jumlah setiap tahun. Namun, intervensi pencegahan stunting memerlukan waktu yang cukup panjang.

Sementara menurut Wahyu, proses penyebarannya mulai dari sebelum ibu hamil, saat hamil, dan kondisi ibu saat melahirkan. Bahkan tutur dia, bisa saja penyebabnya terjadi karena beberapa faktor.

“Terkait hal ini, Dinkes Kota Sukabumi sudah mulai mengintervensi stunting sejak dini. Di antaranya dengan cara pemberian tablet tambah darah kepada siswi di tingkat SMP dan SMA,” Wahyu.
Untuk mencegah stunting atau menekan angkanya jelas Wahyu, diperlukan kolaborasi dari berbagai unsur, termasuk pemerintah kelurahan dan masyarakat itu sendiri.

"Kami lakukan pencegahan sejak awal kepada calon ibu. karena bisa juga disebabkan calon ibu yang pertumbuhannya terganggu karena anemia," tandasnya.

Baca juga: Ketua Komisi III Soroti Tingginya Angka Stunting di Kota Sukabumi

Pewarta : Azis Ramdhani
Editor : AM
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close