Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Friday, November 15, 2019

Redaktur

Miris, Ponpes Al-Hikmah Surade Memprihatinkan

Pondok Santri tak layak huni
Ustadz Jenal dan tempat pendidikannya. 
sukabumiNews, JAMPANG KULON – Kondisi  Pondok Pesantren (Ponpes) dan Majlis ta'lim Al-Hikmah yang berlokasi di RT 6RW 05 Kp. Panimba'an 1V Desa Nagraksari Kecamatan Jampang Kulon Kabupaten Sukabumi Jawa Barat ini, memprihatinkan.

Sarana pendidikan agama yang seharusnya mendapat perhatian lebih dari masyarakat terutama Pemerintah, malah seolah dibiarkan tak terurus.

Selain dinding bangunan dari anyaman bambu yang sudah rapuh dan rusak, ruang tepat belajar yang digunakan untuk menimba ilmu oleh para santri sehari-harinya pun terlihat memerihatinkan.

Begitu juga dengan asrama atau kobong tempat menginap para santri. Ditambah atapnya yang sudah rusak, kondisi ini menambah anggapan bahwa Ponpes Al-Hikmah tersebut sudah tidak layak huni.

Pemilik  Majlis Ta'lim Ustad Jenal  Mutaqin mengatakan, Ponpes ini berdiri sekitar sepuluh tahun yang lalu dengan kondisi seadanya. Sementara jumlah santrinya tercatat sebanyak 50 orang.

“Mereka adalah anak-anak putus sekolah, yatim piatu, dan anak yang berasal dari kalangan tidak mampu,” ungkap Ustadz Jenal kepada sukabumiNews, ditemui di kediamannya, Jum’at (15/11/2019).

“Selama ini kami mandiri, mencukupi kebutuhan sendiri tanpa ada bantuan pihak lain terutama pemerintah,” tambahnya.

Dia menuturkan, untuk membiayai kebutuhan sehari-hari, para santri dan pengajarnya, pihak Ponpes berkebun, dan beternak ayam.

Oleh karenanya melalui media ini Ustadz Jenal berharap ada pihak lain terutama pemerintah daerah maupun pusat yang peduli dengan kondisi lembaga pendidikan agama yang tengah dikembangkannya.

Pewarta : Yusuf (Kuncir)
Editor : Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

TRENDING TOPIK
close