Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Monday, November 25, 2019

Redaksi sukabumiNews

GENPPARI Kunjungi Sentra Industri Produk Pariwisata di Cikoneng, Ciamis

kunjungan genpari ke sentra industri produk pariwisata cikoneng
Kunjungan GENPPARI ke sentra industri produk pariwisata di Cikoneng Ciamis.   
sukabumiNews, CIAMIS – Pembahasan mengenai pariwisata tidak terbatas pada sisi objek wisatanya saja, melainkan juga dari sisi produk-produk barang terkait objek wisata di suatu daerah yang menjadi ciri khas-nya. Hal ini bisa berupa produk cindera mata, makanan, minuman, hiasan atau yang lainnya.

Oleh karena itu, untuk memahami hal tersebut secara utuh Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia (GENPPARI) berkunjung ke sentra industri makanan yang menjadi ciri khas daerah Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat belum lama ini.

Ketua Umum GENPPARI Dede Farhan Aulawi ketika dikonfirmasi melalui selukernya menjelaskan, maksud kunjungannya ke Sentra Industri Produk Pariwisata di Cikoneng tersebut adalah untuk menambah khazanah, wawasan dan cara pandang pariwisata secara utuh, termasuk memajukan daerah dari sisi sentra industri pariwisatanya.

“Di Cikoneng Ciamis ini banyak pengrajin industri rumah yang luar biasa gigih, semangat dan kreatif, seperti pembuatan makanan kremes, kerupuk jengkol, makaroni dan roti,” kata sosok yang lebih akrab disapaan Kang Dede ini kepada sukabumiNews.

Kang Dede menambahnkan, saat di pabrik kremes, Tim Genppari begitu menikmati proses pembuatannya. Mulai dari pemilihan singkong, pembersihan, lalu diparut. Setelah diparut, digoreng dan dicetak lalu dibungkus dan siap jual. Sungguh pemandangan wisata yang menarik.

Para pegawai bekerja dengan penuh semangat dan dalam suasana penuh kekeluargaan.

Lalu di pabrik krupuk jengkol, GENPPARI menyaksikan kegigihan seorang kakek dan nenek yang masih bekerja sebagai pengusaha mandiri di pabrik rumahannya sendiri.

Baginya harkat dan martabat sangat dijaga agar tidak membebankan siapapun, makanya meskipun usianya sudah cukup sepuh pantang bagi mereka untuk meminta apalagi mengemis. Berusaha dan tetap berusaha agar mendapat rejeki tanpa harus serakah.

Sementara di pabrik makaroni yang sudah dikelola secara lebih modern, ungkap Dede, sungguh sangat mengagumkan. Prinsi-prinsip pengelolaan perusahaan dijalankan secara profesional. Karyawan menyapa dan menghormati tamu dan konsumen dengan baik. Aturan dan tata tertib tetap dijaga sesuai dengan mekanisme dan aturan perusahaan.

“Sebuah modernitas manajerial di tengah masyarakat daerah yang sangat menarik,” ungkap Kang Dede.

Terakhir kunjungan dilakukan ke pabrik roti Golden. Kang Dede memaparkan, sambutan pemilik pabrik yang sangat ramah memberi kesempatan ruang dialog secara bebas dan terbuka. Berbagai pertanyaan yang disampaikan tutur Kang Dede, semua dijawab secara lugas dan transparan.

Dede juga mengatakan bahwa proses produksi disusun dengan lay out pabrik modern. Mesin-mesin sederhana tertata dengan rapih dan bersih.

“GENPPARI sangat senang berkesempatan mengenal mereka lebih jauh dan lebih dalam. Mereka inilah para pejuang bangsa di era kemerdekaan dengan tetap bekerja keras selama hayat masih di kandung badan,” pungkas Dede.

Pewarta: AM FPRN
Editor: Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

TRENDING TOPIK
close