Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Friday, September 20, 2019

Azis Ramdhani

Warga Neglasari Desak Transparansi Soal Penyaluran Dana CSR PT GBP

warga dusun neglasari geruduk kantor desanya
sukabumiNews, NYALINDUNG - Warga Dusun Baros dan Warung Waru, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi mendesak transparansi kepala desa Neglasari dalam menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Gunung Bumi Perkasa (GBP) sebesar Rp50 juta.

Desakan itu dilakukan oleh puluhan warga di kantor desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi, Jumat (20/09/2019).

Warga menuduh, Kades Neglasari lalai dan terkesan pilih kasih dalam mengakomodir hak-hak warga. Warga juga menduga kuat pihak desa telah menyunat dana CSR yang diberikan PT. GBP lantaran bantuan hanya disalurkan ke wilayah kedusunan yang jauh dari aktivitas tambang yakni kedusunan Pasir Munding dan Cijurey.

"Kami mendesak Kades Neglasari untuk merinci semua penyaluran dana CSR dari PT. GBP. Dari total Rp50 juta, mengapa wilayah terdekat tidak mendapatkan kompensasi apa pun, tapi kedusunan Pasir Munding dan Cijurey yang lokasinya jauh dari aktivitas tambang malah sudah mendapat kompensasi. Kan aneh?" Ungkap Aden Supriatna, selaku tokoh pemuda kedusunan Baros kepada sukabumiNews saat ditemui di lokasi, Jumat (20/09/2019).

Aksi mendesak kepala desa, lanjut Aden, merupakan puncak kekesalan warga yang sudah merasa bosan terus dijanjikan kompensasi oleh pihak perusahaan namun tak kunjung terbukti. Mereka, kata Aden, tidak pernah merasakan kerugian warga yang terdampak langsung dari aktivitas tambang ini.

aktifitas tambang PT GBP
"Aktivitas tambang ini menyumbang polusi yang tidak baik bagi kesehatan. Apalagi di siang hari, debunya sangat tebal dan membuat warga tidak nyaman," jelas Aden.

Aden berjanji, apabila dalam mingggu ini pihak desa Neglasari tidak mengindahkan tuntutan warga. Aden dan warga lainnya akan melakukan aksi menutup akses jalan menuju aktivitas tambang PT. GBP.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Neglasari Asep Saefudin menjelaskan maksud kedatangan puluhan warga ke kantor desa dan menemui dirinya untuk mempertanyakan soal kompensasi dari manajemen PT. GBP.

"Mereka mempunyai hak untuk mempertanyakan penyaluran dana CSR yang diberikan pihak perusahaan. Insyaallah, nanti kita akan berikan laporan realisasi CSR yang Rp50 juta. Dalam waktu dekat ini, Saya juga akan menemui pihak perusahaan agar juga bisa menjelaskan kepada warga," terang kades.


Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

close