Breaking

Thursday, September 26, 2019

Redaktur

Ternyata, Peredaran Penganan Tradisional Permen Jahe di Sukabumi Masih Mampu Bersaing dengan Permen Modern

sukabumiNews, CIKOLE - Penganan tradisional permen jahe ternyata mampu bersaing di tengah maraknya peredaran permen modern. Khasiat dan rasanya yang khas membuat permen asli buatan Sukabumi ini masih banyak diminati para konsumen.

Meskipun jumlah pabrik permen jahe di Kota Sukabumi mulai berkurang, namun beberapa diantaranya masih ada yang bertahan. Salah satunya adalah pabrik permen jahe Sariwangi yang terdapat di Kampung Babakan Jampang, Rt.002/018, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi Jawa Barat.

Pabrik yang berdiri sejak 20 tahun yang lalu ini masih mampu bersaing ditengah gempuran promosi permen modern dalam dan luar negeri. Bahkan pemasarannya pun cukup luas sehingga hasil produksinya bisa ditemui di luar pulau, seperti Sumatera.

Pengelola pabrik permen jahe Sariwangi, Muhammad Maulana mengatakan, ditengah ketatnya persaingan makanan modern, tidak sedikit pengusaha serupa yang gulung tikar

Menurut Maulana, ada strategi khusus yang diterapkan olehnya sehingga pabrik yang dikelola secara turun-temurun ini masih tetap berdaya.

"Strategi kami cukup sederhana yaitu konsisten dalam bentuk maupun rasa. Tidak sedikit pengusaha yang merubah rasa karena meningkatnya harga bahan baku sehingga menyebabkan konsumen kecewa," ujar Maulana kepada sukabumiNews, Rabu (25/9/219).

Menurut Maulana, mengurangi bahan baku dalam produksi merupakan hal yang fatal dalam bisnis kuliner apalagi permen jahe adalah makanan yang terkenal khasiatnya yakni untuk mencegah masuk angin, melegakan tenggorokan dan menambah stamina pada tubuh.

"Jadi jika mengurangi bahan baku maka khasiat dari permen tersebut otomatis akan berkurang. Konsumen pasti enggan mengkonsumsi lagi jika dirasakan tidak berkhasiat," terangnya.

Kendati demikian, Maulana tidak ingin terlalu tinggi memberikan harga kepada pelanggan yang membeli dari pabrik untuk dijual lagi. Ia hanya menjualnya dengan harga Rp.22 ribu saja per kilogram permen jahe berisi 80 butir.

"Meski ada harga yang berbeda untuk pesanan khusus, namun harga tersebut tetap kita sesuaikan. Yang penting ada selisih antara modal yang dikeluarkan dengan penjualan," imbuhnya.

Alhasil, dengan beberapa tips tersebut, usaha yang dikelola Maulana bisa bertahan puluhan tahun secara regenerasi. Penjualannya pun cukup lumayan, dalam satu bulan Ia bisa memenuhi kebutuhan pasar lebih dari 12 ton.

Dari penuturan Maulana, bisnis Permen Jahe yang dikelolanya bisa menghasilkan sekitar 400 kilogram pesanan per hari. Dikatakan Maulana, jumlah tersebut disesuaikan dengan kemampuan produksi dan ketersediaan bahan baku.


Pewarta : Azis R
Editor: AM.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019
Berita menarik lainnya:
Masukan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu


TRENDING TOPIK
close