Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Friday, September 6, 2019

Redaktur

Kerahkan Ratusan Massa, AMIR Gelar Demo Tolak OBOR-BRI Project

*aksi damai Aliansi Muslim Sukabumi Raya (AMIR) tolak “Obor” China dan pemindahan Ibukota*
sukabumiNews, CIKOLE – Organisasi masyarakat Aliansi Muslim Indonesia Raya (AMIR) melakukan aksi demo menolak program One Belt One Road (OBOR) atau Belt and Road Inisiative (BRI) yang digagas oleh pemerintahan Cina. AMIR menilai, program yang kabarnya akan diikuti Pemerintah Republik Indonesia itu, memiliki preferensi menguntungkan pengusaha Cina dan para broker proyek.

Aksi demo oleh hampir seribu massa AMIR itu berlangsung di depan gedung DPRD Kota Sukabumi di Jalan H. Juanda Kecamatan Cikole, Jumat (06/09/2019). Sebelumnya, AMIR bersama ratusan massa melaksanakan long march, dimulai dari lapang merdeka dengan konvoi kendaraan melalui jalan Ahmad Yani, jalur Zaenal Zakse dan berakhir dengan orasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi.

"Kami menolak program pemindahan Ibu Kota. Itu bukan solusi melainkan pemborosan anggaran. Pemindahan Ibu Kota hanya mengkonfirmasi kegagalan pemerintah Jokowidodo. Kami juga menolak kenaikan BPJS dan hentikan kriminalisasi ulama," ungkap perwakilan AMIR yang lantang berorasi di depan gedung DPRD Kota Sukabumi, Jumat (26/09/2019).

Melalui DPRD Kota Sukabumi, AMIR berharap, ekspektasi warga Sukabumi sejatinya mewakili masyarakat Indonesia yang ingin negaranya maju tanpa dijajah kembali oleh asing, agar dapat disampaikan kepada pemerintah pusat.

Aksi berlangsung damai dan massa tampak membubarkan diri setelah Ketua Presidium Bang Japar, Budi Lesmana memberikan petisi untuk di sampaikan kepada pemerintah pusat melalui Muspida Kota Sukabumi.

Petisi yang dibebankan kepada Walikota, DPRD dan BPJS Cabang Sukabumi itu berupa penolakan OBOR Project, Kenaikan BPJS dan pengakuan bendera tauhid sebagai bendera umat islam yang tidak bisa diklaim oleh organisasi manapun.

"Kami serahkan petisi ini untuk ditindaklanjuti oleh Wali Kota kepada presiden. DPRD juga harus menyampaikan aspirasi kami kepada DPR RI. Ini kami lakukan agar beban rakyat tidak berat dan terbebas dari penjajahanan Cina," tuturnya.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi Saat Menerima Petisi Dari Ketua Presidium Bang Japar Budi Lesmana.  
Sementara itu, menyikapi tuntutan AMIR, Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi menyambut baik ekspektasi yang disampaikan AMIR. Menunaikan tanggung jawabnya kepada warga Sukabumi, Wali Kota memastikan akan meneruskan harapan warga sukabumi ke pemerintah pusat.

"Kami terima dengan baik aspirasi kawan-kawan AMIR. Insyaallah, nanti akan kita sampaikan aspirasinya mereka kepada pemerintah pusat," jelas Walikota.



Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Sampaikan pendapat dan saran Anda setelah membaca artikel di atas..

Memuat...
close