Breaking

Wednesday, August 28, 2019

Redaktur

Melalui Sosialisasi WBTB dan HKI Pemkot Sukabumi Mulai Perhatikan Cagar Budaya dan Museum

dikbud kota sukabumi gelar pendidikan wtb dan hki
Peserta pendidikan saat mendengarkan penjelasan dari Dr. Saprudin., M.Hum. mengenai Pelestarian Nilai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).  
sukabumiNews, CIKOLE – Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Pendidikan Cagar Budaya dan Museum sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Pendidikan yang diikuti oleh 100 orang peserta dari berbagai kalangan baik Pelajar, Akademisi, Mojang Jajaka, Budayawan, dan Masyarakat Umum ini diselenggarakan selama 2 hari yakni dari mulai Rabu, 28 Agustus hingga Kamis (29/8/2019). Acara dilaksanakan di Aula Hotel Taman Sari, Kota Sukabumi.

Hadir sebagai Pembuka acara sekaligus narasumber, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi Drs. H. Dudi Fathutjawad, M.Pd. Pada uraiannya, Dudi mengajak seluruh peserta dan masyarakat umum untuk lebih peduli terhadap Cagar Budaya dan Museum yang ada di Sukabumi.

"Mari kita lindungi, bina, dan lestarikan Cagar Budaya dan Museum yang ada di Sukabumi. Maka, apabila melihat, mencium, mendengar, ataupun meraba sesuatu yang terasa aneh dan bernilai sejarah maka segera laporkan kepada Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kota Sukabumi untuk segera ditindak lanjuti oleh Tim Ahli," ajaknya.

Sementara narasumber yang lain Dr. Saprudin., M.Hum yang memberikan materi tentang Pelestarian Nilai WBTB, Warisan Budaya Berupa Benda dan HKI mengatakan, bahwa Budaya Lokal adalah kebudayaan yang tumbuh dan berkembang, serta dimiliki dan diakui oleh masyarakat suku bangsa setempat.

Dijelaskannya bahwa Warisan Budaya Tak Benda maupun Benda harus memiliki HKI sebagai dasar hukum agar tidak diakui oleh Orang Asing.

"Peran kita sebagai generasi yang mengisi kemerdekaan sudah seharusnya melestarikan budaya bangsa, jangan sampai orang asing yang malah berbondong-bondong meneliti kebudayaan Indonesia atau secara khusus yang ada di Sukabumi,” ujar Saprudin.

Untuk itu lanjut Saprudin, semua elemen jangan terpisah secara parsial, tetapi harus bersatu dalam satu gerakan. “Kita harus punya cita-cita dan mimpi untuk masa depan Sukabumi yang lebih baik," tegasnya.


Pewarta : Gilang Ramadhan
Editor : Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Berita menarik lainnya:
Masukan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu


TRENDING TOPIK
close