Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Friday, May 17, 2019

Ust Manatahan

Janganlah Anda Menjadi Prajurit Setan Berbentuk Manusia Ketika Setan Dibelenggu

Jika puasa bisa menekan syahwat, maka sudah sepantasnya setiap Mukmin menggunakan momen ini untuk beribadah dengan baik pada Allah, dan belajar meninggalkan maksiat dan syahwat jelek.

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah berkata:
Dengan puasa Allah menyempitkan aliran darah yang merupakan jalurnya setan, karena setan itu menyusup dalam diri manusia melalui aliran darah.

Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi‘i rahimahullahu menjelaskan dari pertanyaan syubhat:
Pada waktu Ramadan, bagaimana dikatakan setan-setan itu dibelenggu, sementara kejahatan tetap ada?”

Jawab: Bahwa yang dibelenggu adalah setan dari kalangan jin yang sangat jahat. Sedangkan setan-setan yang kecil dan setan-setan dari kalangan manusia tetap berkeliaran tidak dibelenggu. Demikian pula jiwa yang memerintahkan kepada kejelekan, teman-teman duduk yang jelek, dan tabiat yang memang senang dengan fitnah dan pertikaian. Semua ini tetap ada di tengah manusia, tidak terbelenggu kecuali jin-jin yang sangat jahat. [Ijabatus Sa`il ‘ala Ahammil Masa`il, hal. 163]

#nasihatsahabat

Sumber: ustManatahan
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close