Breaking
loading...

Wednesday, May 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Bulan Puasa Pendapatan Retribusi Parkir di Kota Sukabumi Menurun

sukabumiNews, WARUDOYONG – Pendapatan retribusi parkir Kota Sukabumi pada hari-hari di bulan puasa menurun sekitar 10 persen. Salah satu penyebabnya karena jumlah pengunjung di beberapa tempat kuliner berkurang dan hanya diberlakukan satu shift yaitu sore menjelang malam hari.

Kepala UPT Parkir Dinas Perhubungan (Dishub), Kota Sukabumi, Rudi Hartono mengatakan, setoran dari beberapa juru parkir di sekitar Jalan Ir H Djuanda, Jalan Siliwangi dan Jalan Pabuaran hanya satu kali yaitu dari shift dua, sehingga dalam satu hari pemasukan retribusi parkir kurang dari Rp 8 juta.

“Jumlah tersebut relatif lebih kecil dibanding dengan dari hari-hari biasa yang bisa mencapai Rp8.500 ribu," kata Rudi kepada sukabumiNews ketika ditemui di ruang kerjanya Rabu (15/5/19).

Meski demikian Rudi menyebut, ada beberapa lokasi yang terpantau mengalami peningkatan jumlah pengunjung yaitu di pusat keramaian Kota Sukabumi. namun menurutnya, hal itu tidak berpengaruh pada pendapatan retribusi parkir, karena jumlah setoran dari juru parkir tidak berubah.

“Di Jalan Ahmad Yani misalnya, meskipun ramai tapi untuk setoran tidak berubah karena beberapa lahan parkir terkadang terpakai oleh para PKL dadakan yang mulai berjualan pada waktu sore menjelang malam," tambah Rudi.

Rudi mengungkapkan, ada beberapa keluhan dari para juru parkir terkait lahan parkir yang terganggu oleh sejumlah PKL, namun pihaknya akan mengambil beberapa langkah untuk mengatasi hal itu karena dikhawatirkan akan berdampak terhadap penurunan PAD.

"Kita akan melihat situasi dan kondisinya, jika mengakibatkan PAD merosot tajam kami akan melakukan pendekatan dengan para PKL untuk mencari solusinya. Intinya kami akan mencari cara bagaimana agar PKL tidak menyerobot lahan parkir tapi mereka tetap bisa berjualan," jelas Rudi.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Masukan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

close
close
close