Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Thursday, March 14, 2019

Redaksi sukabumiNews

Tiga Desa di Kecamatan Gegerbitung Masuk Wilayah Rawan Bencana

Wilayah Kecamatan Geugeurbitung merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam kategori zona merah rawan bencana di Kabupaten Sukabumi.
sukabumiNews, GEGERBITUNG – Wilayah Kecamatan Geugeurbitung merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam kategori zona merah rawan bencana di Kabupaten Sukabumi . Ada tiga titik yang di tetapkan sebagai wilayah rawan bencana longsor, diantranya adalah Desa Cienggang, Sukamanah, dan Cijurey.

Camat Geugeurbitung E Suherman mengatakan, dari ketiga titik wilayah yang saat ini dianggap rawan bencana, kususnya bencana longsor. Hal ini disebabakan oleh faktor kondisi kurtur tanah yang labil. Di tambah lagi, daerah tersebut dikelilingi tebingan yang curam. Sedangkan tambah E Suherman, wilayah yang rawan banjir yakni Desa Cijurey, Karangkaya, dan Caringin berada di bantaran Sungai Cimandiri yang sering meluap saat curah hujan meningkat.

"Ya, di Kecamatan kami ada tiga wilayah yang masuk dalam kategori rawan longsor dan banjir, kondisi tersebut sudah dikatagorikan sebagai wilayah siaga bencana longsor dan banjir," tutur Suherman kepada sukabuminews.net, Rabu (13/03/19).

Dia menambahkan alasan ketiga desa itu ditetapkan sebagai zona merah siaga bencana lantaran supaya masyarakat dapat selalu waspada dan berhati-hati dalam menghadapi bencana yang kapan saja bisa terjadi, terutama saat menghadapi curah hujan.

"Saya berharap masyarakat setempat dapat selalu waspada serta bersama-sama mewaspadai setiap bencana yang kapan saja bisa terjadi," imbuhnya.

Sekedar diketahui ada 28 kecamatan di Kabupaten Sukabumi berpotensi longsor. Terlebih, potensi  kian meningkat seiring intensitas hujan diperkirakan masih tinggi hingga dua bulan. Beberapa kecamatan itu di antaranya Cisolok, Gegerbitung, Kabandungan, Nagrak, Cikidang dan lainnya.

[Pewarta: Rudi Samsidi]
Editor: Red
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close