Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Monday, March 18, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pelaku Teror Masjid Christchurch Akan Diadli Tanpa Pengacara

sukabumiNews, NEW ZEALAND -- Brenton Tarrant, pelaku teror penembakan di masjid di Christchurch, Selandia Baru, akan diadli tanpa pengacara.

"Dia ingin mewakili diri sendiri dalam kasus ini," ujar pengacara yang sebelumnya diutus pengadilan untuk mendampingi Tarrant, Richard Peters, kepada AFP, Senin (18/3).

Peters kemudian memastikan bahwa Tarrant "sangat rasional" untuk menghadiri persidangan tanpa pendampingan pengacara.

"Dia sangat rasional dan memperlihatkan bahwa dia tak memiliki disabilitas mental. Dia tampak mengerti apa yang terjadi," tutur Peters.

Peters menyampaikan pernyataan ini setelah Tarrant menghadiri sidang pembacaan dakwaan pada Sabtu (16/3) lalu.

Brenton Tarrant, pelaku teror penembakan di masjid di Christchurch, Selandia Baru, akan diadli tanpa pengacara. (Mark Mitchell/New Zealand Herald/Pool via Reuters)
Dalam sidang tersebut, Tarrant dijatuhi satu dakwaan pembunuhan atas aksinya di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood pada Jumat pekan lalu yang secara keseluruhan merenggut 50 nyawa dan melukai 50 orang lainnya.

Pengadilan tak memberikan kesempatan bagi Tarrant untuk bebas dengan jaminan. Ia diwajibkan hadir dalam persidangan lanjutan pada 5 April mendatang.

Tarrant mengakui dirinya sendiri sebagai penganut supremasi kulit putih. Dia menyiarkan aksi penembakannya secara langsung di Facebook.

Pria itu juga sempat mengunggah sejumlah pernyataan rasis dan manifesto di akun Twitter pribadinya sebelum beraksi.

Dia merupakan warga Australia yang diketahui tumbuh besar di Grafton. Tarrant kerap berpergian ke luar negeri selama satu dekade terakhir dan menetap di Dunedin, Selandia Baru, dalam beberapa tahun belakangan. (SN/CNN)
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

close