Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Friday, November 2, 2018

Redaksi sukabumiNews

Juru Bicara Aksi Bela Tauhid: PBNU Wajib Minta Maaf

Juru Bicara Aksi Bela Tauhid: PBNU Wajib Minta Maaf
Jakarta, SUKABUMINEWS.net – Juru Bicara Aksi Bela Tauhid, Awit Mashuri meminta kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) agar minta maaf kepada masyarakat terkait pembakaran bendera tauhid di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"PBNU wajib meminta maaf kepada umat Islam atas pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh anggota Banser di Garut dan PBNU harus dibersihkan dari Iiberalisme dan aneka paham sesat menyesatkan Iainnya karena NU adalah rumah besar Aswaja," ujar Awit, usai melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Politik  Hukum dan Keamanan Wiranto di Jakarta Pusat, Jumat, 2 November 2018.

Ia juga mengimbau kepada umat beragama agar menghormati simbol-simbol agama dan selalu menjaga kebhinekaan, sehingga tidak ada lagi persekusi atau penolakan terhadap pemuka agama atau aktivis di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Menghimbau kepada seluruh umat Islam Indonesia untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta tidak mudah diadu domba oleh pihak manapun," ujarnya.

Awit juga meminta kepada pemerintah Indonesia agar dapat memproses hukum semua pihak yang terlibat dalam pembakaran bendera tauhid di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Baik pelaku maupun aktor lntelektual yang mengajarkan dan mengarahkan serta menebar kebencian untuk memusuhi bendera tauhid," ujarnya.

Selain itu, Awit meminta kepada pemerintah untuk membuat pernyataan resmi bahwa bendera tauhid adalah bendera Rasulullah SAW bukan bendera Ormas apapun. "Sehingga tidak boleh dinistakan oleh siapa pun," ujarnya, dikutip dari VIVA.co.id.
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close