Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Wednesday, November 14, 2018

Redaksi sukabumiNews

Heboh Poster 'Raja Jokowi', Gerindra Curiga Maling Teriak Maling

Partai Gerindra Jawa Tengah mencurigai permainan politik atas beredarnya poster bergambar 'Raja Jokowi' di sejumlah wilayah di provinsi itu
[Ilustrasi/Simpatisan dan kader Partai Gerindra]
Jawa Tengah, SUKABUMINEWS.net – Partai Gerindra Jawa Tengah mencurigai permainan politik atas beredarnya poster bergambar 'Raja Jokowi' di sejumlah wilayah di provinsi itu. Gerindra juga membantah tuduhan PDIP yang menyebut poster itu dipasang oleh pihak oposisi.

"Kami justru heran dan malah geli, kita tidak tahu-menahu dan tidak pernah punya cara-cara picik seperti itu, kok tiba-tiba dituduh," kata Sekretaris Partai Gerindra Jawa Tengah, Sriyanto Saputro, pada Rabu, 14 November 2018.

Menurut Sriyanto, banyak kejanggalan dalam mendadak hebohnya pemasangan poster bergambar Jokowi yang berbusana raja itu. Mulai dari pemasangan poster atau rontek yang tersebar masif di hampir seluruh Jawa Tengah serta juga banyak dipasang di sejumlah angkutan kota.

Kecurigaan lain, kata Sriyanto, juga kenapa PDIP Jawa Tengah justru mencopot sendiri sejumlah alat peraga kampanye dan tidak segera melaporkan kasus itu ke lembaga yang berwenang seperti Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu.

"Katanya sudah tahu namanya (pelakunya) alangkah baiknya di laporkan ke. Daripada mengumbar suara dan menuduh seperti itu. Harusnya elite politik bisa memberi contoh santun dan tidak manas-manasi," ujarnya.

Gerindra sebagai pengusung capres dan cawaspres Prabowo-Sandi, Sriyanto menegaskan, tidak akan ikut larut dan emosional terkait isu serta tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Gerindra tetap fokus melakukan sosialisasi calon dengan cara santun bersama para kadernya.

"Saya tidak mau terlalu curiga, karena enggak baik. Tapi dalam politik memang ada istilah lempar batu sembunyi tangan, maling teriak maling juga ada, " ujarnya.

Peristiwa serupa, menurut anggota DPRD Jateng itu, pernah terjadi pada Pilgub Jateng 2008. Kala itu Sriyanto mengaku masih menjabat sebagai Ketua Panitia Pengawas Pilgub Jateng.

"Dulu saat saya Ketua Panwas ada aduan, ada pamflet yang menuduh cagub Bibit Waluyo, tapi setelah ditelusuri, yang membuat bukan rival Bibit waluyo. Jadi bukan selalu rival atau kompetitornya. Ketika kandidat ada dua, kok yang dituduh lawan politik. Ini kan aneh," katanya.

Gerindra menyayangkan sikap saling tuduh dalam rangkaian pemilu yang dicita-citakan berjalan tenang dan tertib. Ia kembali menyarakan PDIP segera melaporkan kasus itu ke Bawaslu, apalagi kalau memang bukti dan tersangka pelakunya sudah ada.

Gerindra akan mengapresiasi kalau memang PDIP mau melaporkan kasus itu kepada lembaga berwenang. "Kalau instruksi mencopot itu wajar, tapi tuduhan ke pihak lain itu yang enggak pas," katanya.

PDIP Jateng menerbitkan perintah kepada pimpinan partai di bawahnya untuk mencopot poster bergambar 'raja Jokowi' di sejumlah daerah. PDIP menegaskan bahwa poster itu bukan buatan tim kampanye Jokowi-Ma'ruf. Juga mengklaim mengantongi nama pelaku dan mencurigai bahwa penyebaran poster itu sengaja dilakukan pihak oposisi untuk menggerus suara Jokowi di Jateng.


Sumber: VIVA
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close