Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Friday, October 26, 2018

Redaksi sukabumiNews

Ribuan Umat Islam Sukabumi Gelar Aksi Bela Kalimah Tauhid

Ribuan Umat Islam Sukabumi Gelar Aksiu Bela Kalimah Tauhid
Sukabumi, SUKABUMINEWS.net – Ribuan Umat Islam yang tergabung dalam Aliansi Muslim Sukabumi Raya Penjaga Kalimat Tauhid menggelar Aksi Bela Tauhid di Lapang Merdeka Kota Sukabumi pada Jum’at (26/10/2018). Ratusan aparat keamanan disiagakan untuk mengawal jalannya aksi demonstrasi agar tertib dan aman.

"Ada sekitar 600 personel yang akan dilibatkan untuk menjaga aksi yang dilakukan massa. Personel gabungan TNI dan Polri akan mengawal peserta aksi mulai dari titik keberangkatan," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo kepada kepada wartawan.

Ada 8 tuntutan yang disampaikan massa Aksi Bela Tauhid di Sukabumi berkaitan kasus pembakaran bendera berkalimat tauhid di Garut, yang disebut polisi bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Berikut 8 tuntutan yang disampaikannya:

1). Bahwa bendera bertuliskan kalimat syahadat / kalimat tauhid panji-panji Islam yang harus dijaga oleh segenap umat Islam.

2). Bahwa pembakaran bendera dengan alasan apapun tidak dapat dibenarkan secara hukum, apalagi bendera berkalimat tauhid.

3). Mengutuk keras pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat Tauhid yang dilakukan oleh oknum Banser Kabupaten Garut pada peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2018.

4). Menuntut organisasi Banser untuk memohon maaf kepada seluruh ummat Islam, dan berjanji untuk dapat menjaga anggotanya yang tidak mengulangi hal serupa dikemudian hari.

5). Menuntut proses hukum yang berkeadilan bagi pelaku, sehingga tercipta kedamaian kehidupan keberagamaan dan kerukunan antar umat beragama.

6). Apabila pimpinan Banser tidak memohon maaf, maka kami menuntut aparat yang berwenang untuk menegakkan Undang-undang Ormas dan membubarkan organisasi Banser.

7). Mendesak aparat untuk menjamin keamanan simbol-simbol keagamaan ( Khususnya simbol Panji Islam ) di masyarakat dari perampasan oleh pihak-pihak tertentu

8). Kepada Kapolres kota Sukabumi,Walikota Sukabumi dan DPRD Kota Sukabumi agar meneruskan pernyataan sikap ini kepada pejabat yang berwenang.Selain membawa bendera tauhid, massa terlihat membawa bendera Merah-Putih, serta bendera berkalimat tauhid hitam dan putih.

Usai menyampaikan tuntutan, para peserta aksi membubarkan diri dengan tertib sambil memunguti sampah yang berceceran di sepanjang jalan.


[Pewarta: Azis R.]
Editor. Red.
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close