Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sunday, October 14, 2018

Redaksi sukabumiNews

Perlu Uluran Pemerintah, Rumah Seorang Warga Desa Bantar Gadung Ini Memprihatinkan

Yayat bersama Istri dengan kondisi rumah yang memprihatinkan
Bantar Gadung, SUKABUMINEWS.net – Rumah Yayat (50 tahun) seorang warga Desa Kp. Kubang RT.005/002 Desa dan Kecamatan Bantaar Gadung, Kabupaten Sukabumi, kondisinya sangat memperihatinkan. Seluruh dindingnya yang terbuat dari bilik bambu terlihat sudah mengelupas. Pintu masuk rumah yang terbuat dari triplek pun sudah mulai rapuh. Begitu juga dengan atap genteng dengan plaponnya terlihat doyong hampir roboh.

Jika kondisi seperti ini terus dibiarkan, tak menutup kemungkinan akan membahayakan pasangan suami istri, pemilik rumah berukuran 5 X 7 meter persegi itu.

Rasa cemas dan semakin susah pun bertambah kala musim hujan tiba. “Kalo sudah datang musim hujan kami sekeluarga kerepotan menampung air hujan yang menetes dari atas genteng. Belum lagi semburan air hujan yang kena angin tembus ke bilik dinding rumah yang kemudian membasahi seluruh ruanganan rumah,” lirih Yayat kepada sukabumiNews saat berkunjung ke rumahnya, Sabtu (13/10/2018).

Dikatakan Yayat,  dirinya bukan tidak ingin memperbaiki rumah, akan tetapi kesulitan ekonomi yang membuat dia susah keluar dari keterpurukan itu. Dengan mata pencaharian sebagai kuli serabutan dan penghasilan tidak menentu, dia bersama istrinya hanya bisa pasrah dan bertahan menjalani hidup dalam keadaan susah dan serba kekurangan.

Yayat bersama istrinya berharap akan adanya uluran dari pemerintah, khususnya Pemkab Sukabumi untuk membantu meringankan beban kehidupannya. “Selama ini saya sangat berharap terutama kepada Bapak Bupati Sukabumi akan uluran tangannya. Ya, minimal untuk membatu memperbaiki kondisi gubuk saya,” harapnya, lirih.

[Pewarta: Azis. R]
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu