Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Wednesday, October 3, 2018

Redaksi sukabumiNews

Gerindra: Pemukulan terhadap Ratna Sarumpaet Keji

Fadli Zon dan Ratna Sarumpaet
Jakarta, SUKABUMINEWS.net - Beredar foto diduga aktivis perempuan Ratna Sarumpaet menjadi korban pemukulan orang tidak dikenal, beberapa waktu lalu. Belum diketahui penyebab brutal yang dialami Ratna.
Anggota Komisi III DPR yang membidangi hukum, Sufmi Dasco Ahmad menyatakan pelaku pemukulan diduga terhadap Ratna sangat keji. Dari foto yang beredar, wajah diduga Ratna penuh lebam dan hampir tidak bisa membuka matanya.

"Pelakunya biadab, ini sudah keterlaluan," kata Dasco, Selasa (2/10).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini pun meminta aparat kepolisian tidak tinggal diam dan mencari pelaku pemukulan terhadap diduga Ratna meskipun belum ada laporan. Pasalnya, foto perempuan dengan wajah penuh lebam sudah menyebar dan dibenarkan beberapa pihak.

"Ini kasus harus diungkap, ini negara hukum! Negara yang menjunjung tinggi demokrasi," tegas Dasco.

Dasco mengingatkan, kebebasan mengemukakan pendapat dijamin oleh undang-undang di negeri ini. Jangan sampai, imbuh Dasco, demokrasi Indonesia cacat akibat sikap rezim yang antikritik.

"Dan apabila nanti diketahui karena hal itu Ratna atau siapapun mengalami perlakuan yang sangat biadab ini, boleh dikatakan negara gagal melindungi warga negaranya di tanah tumpah darah nya sendiri," katanya


Sumber: Beritasatu/Suara Pembaruan
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close