Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, October 6, 2018

Redaksi sukabumiNews

Fadli Zon Beberkan Kronologis Pengakuan Cerita Bohong Ratna Sarumpaet

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon (kedua dari kiri) dalam diskusi Ancaman Hoaks dan Keutuhan NKRI di Media Center Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (5/10/2018). Foto dok. Tribunnews
Jakarta, SUKABUMINEWS.net - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menceritakan kronologis pengakuan Ratna Sarumpaet terkait penganiayaan yang dialaminya.

Pengakuan aktivis kemanusiaan tersebut bermula dari foto lebam yang dikirim Ratna.

"Dia mengirim foto ke saya, ke ajudan Prabowo, Said Iqbal, ditulis 'off the record' 21 September malam," ucap Fadli dalam diskusi 'Ancaman Hoaks dan Keutuhan NKRI' di Media Center Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Setelah menerima foto itu, lanjut Fadli, dia langsung menanyakan kepada Ratna siapa sosok dengan wajah lebam tersebut.

Wakil Ketua DPR RI itu pun menyatakan siap menunjukkan percakapannya dengan Ratna melalui WhatsApp (WA).

"Saya sampai langsung bertanya, saya bisa tunjukkan WA saya sama RS (Ratna Sarumpaet) itu. Dan kalau misalnya ada yang menyadap, buka saja sadapannya WA, telepon saya. Saya langsung katakan itu siapa, karena saya enggak kenal. 'Itu aku' (jawaban Ratna)," ungkapnya.

Membaca jawaban Ratna, ia kemudian langsung menghubunginya via telepon.

Dalam percakapan itu, Ratna kemudian mengaku dianiaya.

"Langsung saya telepon. Loh, kenapa Bu Ratna? 'Saya dianiaya' (jawaban Ratna). Kapan terjadinya, terus kenapa baru sekarang? Kenapa enggak lapor polisi. 'Ah nanti saya ini dululah'," kata Fadli menirukan percakapannya dengan aktivis hak asasi manusia itu.
Cerita berlanjut pada 30 September 2018.

Fadli secara langsung mengunjungi Ratna di kediamannya di Jalan Kampung Melayu Kecil 5, Tebet, Jakarta Selatan.

Ia mendatangi rumah Ratna sekira pukul 15.00 WIB setelah menghadiri penyambutan obor Asian Para Games di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

"Di dalam antara lain saya mendengarkan kronologi yang diceritakan Bu RS. Saya anjurkan lapor ke polisi, buat visum, ini harus diungkap ke publik karena membahayakan. Saya lihat secara fisik lebam-lebam. Terus waktu sebelum saya ke luar dari rumahnya, dia bilang, 'Aku sangat down, saya enggak terima perlakuan negara ini kepada saya.' Itu kata dia," beber Fadli.

Juru kampanye nasional (Jurkamnas) Prabowo-Sandiaga itu mengaku berulang kali meminta Ratna melapor ke polisi dan melakukan visum.

Namun, ungkap Fadli, Ratna tidak mau kasus penganiayaan itu menjadi konsumsi publik.

"Tiba-tiba Selasa pagi dan Senin malam banyak beredar foto-foto itu di WhatsApp. Saya enggak tahu dari mana beredarnya kabar RS dianiaya," kata Fadli.

"Saya telepon waktu rapur (rapat paripurna DPR), karena ramai yang telepon saya. Saya tanya Bu Ratna ini foto sudah beredar, sudah ada beritanya, bagaimana ini saya harus menjelaskan dan bagaimana ini saya harus menjawab. Kita enggak bisa mendiamkan ini, jadi akhirnya dia bilang, 'silakanlah,'" lanjut Fadli.

Kemudian, drama tersebut menjadi 'bola liar'.

Fadli mengungkapkan Ratna meminta bertemu dengan capres Prabowo Subianto, dan tokoh lainnya, seperti Amien Rais dan Said Iqbal.

"Dan menceritakan kembali apa yang terjadi kurang-lebih dengan cerita yang sama. Dan tentu Pak Prabowo merasa terusik. Pak Prabowo ini orang yang selalu berusaha membela kalau ada yang meminta bantuan apa lagi," ucap Fadli.

Fadli mengakui, dia bersama Prabowo dan tim pemenangannya pun percaya, mengingat Ratna memiliki reputasi yang baik di matanya maupun Prabowo.

Tak ada sedikit pun perasaan buruk sangka terhadap pengakuan ibunda dari aktris Atiqah Hasiholan itu.

Menurut Fadli, capres Prabowo juga berulang kali meminta Ratna melapor ke polisi agar kasus penganiayaan tersebut menjadi jelas.

"Karena itu, Pak Prabowo kemudian mengambil konferensi pers dan menyampaikan ini. Bahwa ini suatu tindakan mengirim message kalau ini tindakan yang benar terjadi kita kan tidak tahu. Ini bukan suatu skenario yang kita tahu. Kita tidak tahu bahwa ini sebuah kebohongan dan setelah itu Pak Prabowo menulis surat untuk Kapolri untuk meminta waktu dan meminta ini diselidiki, minta waktu untuk ketemu dan untuk menyelidiki ini," ungkap Fadli.

Fadli pun mengaku tak menyangka pengakuan Ratna tersebut ternyata adalah sebuah kebohongan.

Pihaknya pun merasa dirugikan atas cerita bohong yang dibuat oleh Ratna Sarumpaet.

"Kita kalahlah, aktingnya dahsyat sekali. Nah tinggal ditelusuri aja di belakang ini apa. Saya setuju polisi selidiki aja. Apa motifnya, yang transparan semua, jelas," kata Fadli.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fadli Zon Beberkan Kronologis Pengakuan Cerita Bohong Ratna Sarumpaet.
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu