Breaking

Wednesday, September 26, 2018

Redaksi sukabumiNews

Kreativitas BKM Warudoyong, Jurang yang Menyeramkan Menjadi Bentangan Tembok Beraneka Warna

Beginilah penampakan Jurang Pelangi di Kelurahan Warudoyong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi yang asalnya tempat menyeramkan dan jauh dari indah. Tampak pada gambar Koordinator BKM Jukung Sawala Kelurahan Warudoyong, Hamdan Sanjaya (paling kanan, angkat jempol) sebagai pencetus ide pembangunan lokasi tersebut
WARUDOYONG, SUKABUMINEWS.net - Mengubah kawasan jurang yang tadinya merupakan lokasi menakutkan dan tidak produktif menjadi tempat menyenangkan merupakan ide yang melebihi batas kreativitas. Berkat ide dan kemauan BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) Kelurahan Warudoyong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, lokasi jurang di RW 02, 03 dan RW 05 dapat diubah menjadi tempat indah yang diberi nama Jurang Pelangi.

"Lihatlah, tempat ini sekarang menjadi ramai, indah, dan didatangi para penggemar selfie. Walaupun pembangunannya belum selesai 100 persen, Jurang Pelangi dikunjungi banyak orang. Pada sore hari sampai menjelang senja, warga dari berbagai tempat datang ke tempat ini," kata Koordinator BKM Jukung Sawala Kelurahan Warudoyong, Hamdan Sanjaya ketika ditemui di lokasi pembangunan Jurang Pelangi, Selasa (25/9/2018).

Pembangunan Jurang Pelangi termasuk proyek yang serius karena melibatkan Asian Development Bank (ADB) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Oleh Kementerian PUPR dan ADB, proyek tersebut didelegasikan kepada Pemkot Sukabumi melalui Dinas  PUPRPKPP (Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan) dan dikoodinasikan dengan BKM Jukung Sawala.

Awalnya pengajuan proyek berasal dari BKM berdasarkan RKM (Rencana Kerja Masyarakat). Jurang Pelangi dibangun oleh tenaga ahli dengan desain warna yang berasal dari CA atau Consultant Advisor. Pembangunannya juga melibatkan masyarakat sekitar yang mendukung kehadiran proyek ini, jelas Hamdan.

Dana yang diserap untuk menyelesaikan proyek Jurang Pelangi mencapai Rp1,5 miliar. Dana sebesar itu digunakan untuk membangun tembok jurang dan sarana pendukungnya seperti septic tank komunal, jalan beton, jalan pavong block, tangga, saluran air bersih, WC umum, ruang terbuka publik, gazebo, motor sampah,  dan penyediaan alat pemadam kebakaran dengan gerobak. Seluruh tahapan pembangunan harus tuntas pada bulan November 2018.

"Dalam pembangunan ini, swadaya masyarakat luar biasa tinggi, bahkan para ketua RT dan ketua RW terjun langsung ikut membantu," ujar Hamdan yang juga tercatat sebagai caleg DPRD Kota Sukabumi dari PBB itu.

Jurang Pelangi telah dijadikan proyek percontohan tingkat nasional. Mengapa temboknya dibuat warna-warni seperti pelangi? Karena, jawab Hamdan, penyedia dana proyek yang dalam hal ini manajer ADB kebetulan dari kalangan perempuan yang menyukai keindahan lewat warna yang 'genjreng'. Sampai saat ini, dana yang telah dicairkan baru sebesar Rp1 miliar.

"Masyarakat dan ADB sangat puas dengan tembok warna-warni di lokasi Jurang Pelangi. Rencananya kami akan mengisi ruang-ruang kosong di sekitar jurang dengan pohon-pohon rindang dan bunga-bungaan. Karena pada sore hari banyak anak-anak yang berkunjung, Jurang Pelangi juga akan dilengkapi perpustakaan plus story teller," jelas Hamdan.

Sementara itu tokoh masyarakat di Warudoyong, Endang Efendi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mewujudkan Jurang Pelangi. Dia mengimbau masyarakat untuk turut menjaga dan merawat tempat tersebut. Endang menugusulkan dibukanya tempat pembudidayaan ikan dengan memanfaatkan saluran air pada got. (*)

Pewarta: Yus F Purwasari
Editor: Red.
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu