Breaking

Monday, May 21, 2018

Redaksi sukabumiNews

JITU Tekankan Integritas Jurnalis Muslim

sukabumiNews.net, BANDUNG - Ketua Dewan Syura Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Ubaydillah Salman mengatakan, dalam kode etik JITU, jurnalis Muslim tidak bisa menerima pemberian uang dari narasumber. Hal itu ungkapkan Ubaidillah saat ia menjadi pembicara pada gelaran acara daurah penerimaan anggota JITU di Bandung, belum lama ini dengan mengangkat tema “Menjadi Jurnalis Muslim Berkarakter”.

“Jurnalis Muslim harus punya integritas,” ujar Jurnalis senior yang biasa disapa Bang Ubay, seperti dikutip sukabumiNews dari Panjimas, Senin (21/5).

Dalam bahasannya dia pun memaparkan terkait kode etik jurnalis Muslim yang menurutnya telah mendapat apresiasi banyak pihak.

“Dalam menyusun kode etik, JITU berkonsultasi dengan ulama. Pasal-pasal yang terkandung di dalamnya pun seluruhnya bersumber dari Al-Quran dan hadits,” tutur Ubay.

Bang Ubay juga bercerita mengenai tawaran-tawaran menggiurkan yang disodorkan kepadanya ketika masih menjadi pemimpin redaksi majalah yang masyhur di tahun 90-an, Sabili.

Para peserta daurah pun tampak setuju dengan pesan Bang Ubay bahwa seorang jurnalis Muslim harus memiliki integritas dan tak tergiur hanya dengan iming-iming duniawi (uang, red).

Lebih dari 20 jurnalis dari media cetak dan daring sangat antusias mencatat dan menggali pengalaman dan ilmu dari para pemateri.

Daurah yang berlangsung di gedung Daarut Tauhid, Gegerkalong, Bandung itu juga menghadirkan jurnalis senior lain diantaranya redaktur kantor berita Anadolu Agency sekaligus Ketua Umum JITU Muhammad Pizaro, Redaktur Pelaksana Hidayatullah.com Cholis Akbar, jurnalis zona merah Arta Wijaya, dan jurnalis yang menjadi korban penembakan tentara Zionis di kapal Mavi Marmara Surya Fachrizal.

Ketua pelaksana Hilman Indrawan mengungkapkan, seleksi peserta pada daurah kali ini lebih diperketat dan berorientasi pembangunan kualitas.

“Dalam dauroh ini akan dibincangkan dan memperkenalkan apa itu JITU dan akan memberikan pemahaman tentang bagaimana menjadi jurnalis muslim yang berkarakter,” ungkap Hilman.

Artikel ini telah di tulis di panjimas dengan judul “Kembali Gelar Daurah, JITU Tekankan Integritas Jurnalis Muslim”.

Editor: Red*
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu