GpOpGSGpGUdlGSM0GpG9BUGlTA==
Breaking
news

13 Warga Sukabumi Positif Rabies, Satu Orang Meninggal Dunia

13 Warga Sukabumi Positif Rabies, Satu Orang Meninggal Dunia
Ukuran huruf
Print 0
sukabumiNews, SUKABUMI - Sebanyak 13 warga di Kecamatan Jampang Tengah, Sukabumi, Jawa Barat, dinyatakan positif terkena penyakit anjing gila atau rabies. Dari jumlah tersebut seorang warga bernama Opan Sopandi (62), meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan medis di RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi.

"Berdasarkan data yang kami terima korbannya berjumlah 13 orang positif terkena rabies. Kalau kondisi korban bisa ditanyakan ke Dinas Kesehatan, sebab data realnya pasti ada di Dinas Kesehatan," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Veteriner Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Winda Sri Rahayu, kepada wartawan, seperti dikutip detik, Jumat (29/4/2016).

Menurut Winda, anjing yang menggigit warga Jampangtengah adalah anjing liar berjenis anjing kampung. Sedangkan korban gigitannya sendiri sudah dalam penanganan pihak Puskesmas setempat.

"Sosialisasi sudah kita lakukan, namun untuk vaksinasi kepada hewan baru akan kita lakukan pada  23 Mei nanti kami," imbuhnya.




Opan Sopandi korban meninggal diketahui mendapat gigitan anjing gila sekitar Januari awal tahun ini. Menurut keterangan Mimi (45) istri korban, usai mendapat gigitan suaminya sempat tak merasa apapun hingga pada Selasa (26/4) mengeluh sakit perut yang dilanjutkan dengan kejang-kejang.

"Takut liat air, sempat dibawa ke Puskesmas namun akhirnya dirujuk ke rumah sakit. Namun Jumat (29/4) pagi tadi nyawa suami saya tidak tertolong," tutur Winda.

Mimi menyebut suaminya saat tergigit memang tengah berburu anjing liar. Meski akhirnya berhasil dibunuh, anjing tersebut sempat menginveksi beberapa warga lainnya.

"Adik perempuan almarhum suami saya juga tergigit, saat ini masih mendapat penanganan medis di Puskesmas," lanjutnya.


Opan Sopandi korban tewas setelah mendapat gigitan anjing gila.
13 Warga Sukabumi Positif Rabies, Satu Orang Meninggal Dunia
Rekomendasi
Berikutnya

0Komentar

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi sukabumiNews
Tautan berhasil disalin