Breaking
loading...
Showing posts with label regional. Show all posts
Showing posts with label regional. Show all posts

Thursday, July 18, 2019

Redaksi3

Bintang Timur FC Kukuhkan Pemain untuk Berlaga di Pertandingan Liga Tiga 2019

bintang timur fc
sukabumiNews, CISAAT - Bintang Timur Football Club (FC) segera melakukan pengukuhan pemain yang akan berlaga dalam pertandingan Liga Tiga 2019. Pengukuhan akan dilaksanakan di Kantor Sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang terletak di wilayah Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Manager Bintang Timur FC, Deden Haerudin mengatakan, dalam tahapannya Bintang Timur FC sudah memenuhi semua persyaratan secara administratip. Bahkan, kata Dia, terbaik se-Jawa Barat.

deden haerudin

"Alhamdulillah Bintang Timur FC segera berlaga. Semua persiapan sudah di tempuh. Ini berkat dukungan semua pihak terutama Ketua KONI Kabupaten Sukabumi," tutur Deden kepada SukabumiNews di kantornya, Kamis (18/7/2019).

Deden mengungkapkan, ada berbagai kendala yang harus ditempuh Bintang Timur FC. Semisal dalam segi keuangan. Dalam peraturannya Bintang Timur FC harus mengantongi uang sedikitnya Rp200 juta.

"Kita disupport langsung sama Ketua KONI. Baik secara moril maupun materil. Bahkan dalam persiapan pertandingan. Persyaratan keuangan. Kita sudah melebihi ada sekitar Rp530 juta. Sehingga kami bisa lolos verifikasi dan terbaik se-Jabar secara administratif," ungkapnya.

Sebab dalam liga hari ini Bintang Timur FC menargetkan bisa masuk ke Liga Nasional. Sehingga komunikasi terus di jalan dengan KONI Kabupaten Sukabumi, Terlebih Sukabumi yang akan menjadi tuan rumah. Sarana prasarana pun difasilitasi baik untuk pelaksanaan meeting.

"Namun kita itu lemahnya dilapang, sebab WC nya ada satu, harusnya kan kalau pemain 30 maka WC harus ada 30 serta ada showernya. Kita kan showernya tidak ada. Namun kita terus bersemangat karena ada dukungan terus dari KONI, bahkan kami pun memasukan Ketua KONI sebagai wakil CEO Bintang Timur," jelasnya.

Dalam pengukuhan pemain pun akan dilaksanakan di Kantor KONI bersama Bupati dan Dispora. Yang direncanakan pada pada tanggal 1 namun karena verifikasi belum rampung maka diundur  pada tanggal 18 atau 21 Agustus 2019.

"Sebelum berangkat baik ketua KONI, Bupati atau Dispora yang akan mengukuhkan Bintang Timur sebelum berangkat di Liga 3 Nasional seri A. Sebab ada 2 seri. Seri A adalah seri yang lolos verifikasi sensor," pungkasnya


Pewarta : Azis. R
Editor: Agus S.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, June 23, 2019

Redaksi sukabumiNews

Puluhan Warga Cianjur Mengalami Keracunan Ikan Pindang, 2 Orang Lainnya Meninggal Dunia

sukabumiNews, CIANJUR – Puluhan warga Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, Cianjur, Jawa Barat mengalami keracunan dan dua orang lainnya meninggal dunia usai menyantap ikan pindang yang dibeli saat acara perpisahan dan kenaikan kelas.

Seorang korban keracunan makanan yang dirawat di Puskesmas Sindangbarang, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (22/6/2019). Ada 70 orang yang dirawat dan 50 diantaranya diperbolehkan pulang. (ANTARA FOTO)
Tercatat 70 warga Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, menjalani perawatan di puskesmas setempat setelah mengkonsumsi ikan pindang yang mereka beli di halaman SDN Ciseureuh saat ada acara perpisahan.

"Dua orang diantaranya meninggal dunia dan beberapa orang harus dirawat secara intensif di Puskesmas dan di rumah. Keracunan massal tersebut pertama kali diketahui setelah beberapa orang warga mengeluhkan pusing, mual dan muntah-muntah," kata Kapolsek Sindangbarang AKP Nandang, Sabtu, (22/6/2019), dikutip dari laman ANTARA.

Ia menjelaskan, awalnya warga menduga hal tersebut karena kondisi tubuh yang berubah akibat cuaca yang memasuki peralihan musim, namun jumlahnya terus bertambah, hingga sore tercatat 20 orang masih menjalani perawatan intensif di Puskemas setempat.

Sedangkan dua orang warga meninggal akibat keracunan makanan yaitu Ahmad Sadili (56) dan Rindi (11) yang sempat dibawa ke Puskesmas, namun nyawanya tidak tertolong.

"Penyebab keracunan diduga dari ikan pindang yang dijual pedagang keliling saat acara perpisahan sekolah SDN Ciseureuh di Desa Jayagiri," katanya.

Sementara beberapa orang korban mengeluhkan hal yang sama, merasakan pusing, mual-mual dan muntah selang beberapa saat setelah mengkonsumsi ikan pindang.

"Sekitar setengah jam setelah mengkonsumsi ikan pindang, tiba-tiba kepala menjadi pusing, perut mual-mual dan muntah. Perut seperti dikuras, sehingga kami membawa anak dan istri yang mengalami keracunan ke Puskesmas," kata Iman keluarga korban keracunan.


Pewarta: Antara
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, May 30, 2019

Redaksi sukabumiNews

GUPAY Kembali Bagikan Santunan kepada Puluhan Anak Yatim se-Desa Cipurut

Ustadz Mochammad Saepudin ( paling kanan ) di dampingi perwakilan Desa Cipurut, tokoh ulama, dan salah satu dermawan saat membagikan santunan kepada anak yatim. (FOTO: Rio Bagja Gumilar/sukabumiNews)
-- 
sukabumiNews, CIREUNGHAS - Forum Gerakan untuk Peduli Anak Yatim (GUPAY) kembali menggelar pembagian santunan kepada puluhan anak yatim binaannya. Santunan yang terkumpul dari para dermawan dan unsur pemerintahan di Desa Cipurut dan Kecamatan Cireunghas.diberikan di Masjid Jami Al-Mujahidin, Kampung Gandasoli, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (30/5/2019).

"Acara ini rutin kami laksanakan setiap satu tahun dua kali, yakni pada tanggal 10 Muharram dan tanggal 25 Ramadhan", kata  Ketua forum GUPAY,  Ustadz Mochamad Saepudin kepada SukabumiNews.

Pembagian santunan ini, lanjut Saepudin, sampai saat ini sudah yang ketujuh kalinya dalam kurun waktu empat tahun. Sebelumnya GUPAY membina 93 anak yatim sekarang tinggal 87 orang karena sebagian telah melewati batas usia pembinaan yakni lebih dari 15 tahun.

"Kegiatan ini dapat terselenggara berkat kerja sama dan sinergitas antara asatidz muda yang ada di Desa Cipurut dengan pemerintahan desa, muspika, para pengurus DKM, para dermawan, dan para pengusaha yang ada di dalam maupun luar Kecamatan Cireunghas," tambahnya

Di lokasi kegiatan tampak hadir para tokoh agama, tokoh masyarakat, Kepala Desa Cipurut Yaya Suryadi, perwakilan Polsek Cireunghas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas setempat.

"Kami atas nama pengurus GUPAY mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah menyisihkan rezekinya untuk terselenggaranya acara ini," pungkasnya.


Pewarta: Rio Bagja Gumilar
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, May 18, 2019

Redaksi sukabumiNews

Polresta Bogor Kota Berikan Tangguhan Penahanan kepada Ketua GNPF Ulama Bogor, Ustadz Iyus Khaerunnas

Foto: Iyus Khaerunnas (ketiga dari kanan) dijemput oleh keluarga dan pengacaranya, Sabtu (18/5/2019)
-- 
sukabumiNews, BOGOR - Polresta Bogor Kota memberikan penangguhan penahanan kepada Ketua GNPF Ulama Bogor, Iyus Khaerunnas, yang tersangkut kasus dugaan penyebaran berita bohong.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Hendri Fiuser, mengatakan permohonan penangguhan penahanan tersebut dilayangkan oleh pihak keluarga dan kuasa hukum.

"Dengan alasan kemanusiaan dan dengan pertimbangan yang bersangkutan tidak akan melarikan diri, dan tidak akan menghilangkan barang bukti, Kapolresta Bogor Kota memberikan penangguhan penahanan kepada yang bersangkutan," ujar Hendri melalui keterangan tertulis, Sabtu (18/5/2019).

Meski diberikan penangguhan penahanan, namun Hendri memastikan proses hukum terhadap Iyus tetap berjalan.

"Proses hukum tetap berjalan dan ustad Iyus diwajibkan lapor diri dua kali seminggu di Sat Reskrim Polresta Bogor Kota," tutur Hendri, seperti dikutif dari tribunnews.
Sebelumnya, jajaran Sat Reskrim Polresta Bogor Kota menangkap Ketua GNPF Ulama Bogor, Iyus Khaerunnas, terkait video yang beredar di media sosial pada 14 Mei 2019.
Video berdurasi 1 menit itu berisi seruan mengikuti aksi Forum Kedaulatan Rakyat RI (FKR-RI) di Kota Bogor. Dalam undangan tersebut, tertulis menolak pemilu curang, bangkitnya paham komunis, dan menolak komunis China.

Dirinya ditangkap di Perum Griya Soka, Sukaraja Kabupaten Bogor, pada Jumat (17/05/2019) sekira pukul 14.00 WIB.

Penangkapan tersebut karena Iyus berbicara mengenai ajakan perlawanan dan tentang komunisme yang sudah masif di Indonesia.

Iyus disangkakan dengan pasal 45 A ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) UU RI no. 19 Tahun 2016 perubahaan atas UU ri no 11 thn 2008 tentang ITE dan atau pasal 14 dan atau pasal 15 UU RI No 1 thn 1946 tentang penyebaran berita bohong dan atau pasal 160 KUHP.


Editor:Red*
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Ketua GNPF Ulama Bogor Ustadz Iyus Khaerunnas Diperiksa Polisi, LBH PBB Kota Bogor akan Berikan Bantuan Hukum

sukabumiNews, BOGOR – Ketua GNPF Ulama Bogor Raya, Ustaz Iyus Khaerunnas, dikabarkan dipanggil dan berada di kantor Kepolisian Resor Kota (Polresta) atau Polres Bogor Kota, Jum’at (17/5/2019). Belum diketahui pasti alasan pemanggilan Iyus oleh Polresta Bogor tersebut.

“Saya enggak tahu, di mana ditangkapnya. Info terakhir jadi khatib di masjid Al-Amanah Vila Duta," kata sang istri, Ratu, seperti dikutip VIVA, Jum’at.

Sementara, Wakil Ketua GNPF, Willyuddin Abdul Rasyid Dhani, membenarkan kabar adanya kabar tersebut. Namun, tidak diketahui penangkapan atau pemanggilan."Iya, dalam perjalanan menuju Polresta," katanya.

Kabar terakhir, Iyus yang juga kader dan Caleg DPRD Kota Bogor dari Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Bogor itu dipanggil terkait aksi massa yang akan digelar pada Sabtu 18 Mei 2019 besok.

"Tadi Ustaz Iyus hanya bilang, terkait dengan pernyataannya di video mengenai rencana aksi besok," tutur Abdul Rasid.

Informasi yang dihimpun, ada video seruan mengikuti aksi Forum Kedaulatan Rakyat RI (FKR-RI) di Kota Bogor. Dalam undangan tersebut, tertulis menolak pemilu curang, bangkitnya paham komunis, dan menolak komunis China.

Forum Kedaulatan Rakyat RI mengundang seluruh warga Bogor Raya dan sekitarnya, untuk berpartisipasi dan berperan aktif dalam aksi ‘Pawai Damai’ dalam rangka menyelamatkan masa depan Bangsa Indonesia dari penjajahan ekonomi dan politik, serta budaya asing.

Rute pawai, Mesjid Raya Jalan Pajajaran menuju Tugu Kujang, Jalan Harupat, Jalan Juanda, Jalan Otista, dan kembali menuju Mesjid Raya. Aksi dimulai pukul 08.00 WIB.

Terpisah, Ketua DPC PBB Kota Bogor, Subhan Murtadha saat dikonfirmasi sukabumiNews mengatakan, sampai saat ini Kang Iyus dalam keadaan baik-baik saja.

Namun demikian tambah Subhan, pihaknya akan terus memantau perkembangan terkait pemeriksaan ustad Iyus Khairunnas oleh Polresta Bogor.

“DPC PBB melalui LBH Bulan Bintang akan memberikan bantuan hukum, karena Ustadz Iyus Khairunnas bagian dari keluarga besar PBB sebagai kader dan caleg DPRD Kota Bogor,” jelasnya kepada sukabumiNews, dihubungi Sabtu (18/5/2019) pukul 24:00 Wib.

Hingga berita ini diturunkan, Ustadz Iyus masih menjalani pemeriksaan dengan didampingi pengacara dan ketiga saudaranya. [Red*]

BACA Juga: Polresta Bogor Kota Berikan Tangguhan Penahanan kepada Ketua GNPF Ulama Bogor, Ustadz Iyus Khaerunnas

Wednesday, May 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

MUI dan BAZ Kecamatan Nyalindung Gelar Sosoialisasi Mengenai ZIS

sukabumiNews, NYLINDUNG – Badan Amil Zakat (BAZ) Kecamatan Nyalindung didampingi MUI Kecamatan tersebut menggelar sosialisasi Aakat fitrah dan Infak Sadaqah (ZIS) dihadapan para pengurus dewan kemakmuran masjid (DKM) se-wilayah Desa Sukamaju. Sosialisasi digelar di Aula Desa Sukamaju Kecamatan Nyalindung pada Rabu (15/ 05/2019).

Pengurus BAZ Kecamatan Nyalindung, Enjan mengungkapkan, masih banyak warga masyarakat yang mengeluarkan zakatnya secara langsung kepada orang yang menurut dirinya pakir atau miskin. Padahal menurut Enjan, agama dan juga pemerintah sudah mengatur dan membuat undang-undang mengenai tata cara atau sistem pengeluaran zakat.

“Disana disebutkan apabila seseorang ingin mengeluarkan zakat, baik mengenai zakat pitrah maupun zakat mal atau harta juga infak dan sedekah, maka sebaiknya disalurkan melalui Unit Pengelola Zakat (UPZ) yang ada di masing-masing lingkungan nya, karena harta yang dikeluarkanya itu ada sebagian hak dari delapan asnaf,” terang Enjan dalam sambutannya.

“Oleh karenanya sengaja sosialisasi ini digelar supaya masyarakat lebih paham dalam sistem mengeluarkan zakat,” jelasnya pria yang akrab disapa Kang Acay di hadapan para DKM se-wilayah Desa Sukamaju itu.

Adapun lanjut Kang Acay, mengenai sistem pendayagunaan zakat fitrah dan infak, BAZNAS Kabupaten Sukabumi sudah membuat ketentuan, dimana ditingkat UPZ DKM sebesar 83,5 % dengan pengalokasian sebagai berikut;

1. fakir miskin 62,5 %
2. amilin  6,5 %
3. sabilillah  15 %

“Kemudian 16,5% nya disetor ke UPZ Desa, Baz Kecamatan, atau Baznas Kabupaten,” jelas Enjang.

Sementara itu ketua MUI Kecamatan Nyalindung H. Abbas, MM yang juga hadir dalam kesempatan tersebut pada sambutannya menjelaskan, dari 16,5% yang disetor oleh UPZ DKM ke UPZ Desa sampai UPZ Kabupaten itu akan disampaikan kepada para pejuang agama yang disebut sabilillah dan ibnu sabil.

“Jadi sodara-sodara jangan khawatir terhadap UPZ, Baz Kecamatan, dan juga Baz Kabupaten tidak amanah,” tegas H Abbas mengahiri sambutannya.


Pewarta: Ikin S.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close