Breaking
loading...
Showing posts with label regional. Show all posts
Showing posts with label regional. Show all posts

Saturday, May 18, 2019

Redaksi sukabumiNews

Polresta Bogor Kota Berikan Tangguhan Penahanan kepada Ketua GNPF Ulama Bogor, Ustadz Iyus Khaerunnas

Foto: Iyus Khaerunnas (ketiga dari kanan) dijemput oleh keluarga dan pengacaranya, Sabtu (18/5/2019)
-- 
sukabumiNews, BOGOR - Polresta Bogor Kota memberikan penangguhan penahanan kepada Ketua GNPF Ulama Bogor, Iyus Khaerunnas, yang tersangkut kasus dugaan penyebaran berita bohong.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Hendri Fiuser, mengatakan permohonan penangguhan penahanan tersebut dilayangkan oleh pihak keluarga dan kuasa hukum.

"Dengan alasan kemanusiaan dan dengan pertimbangan yang bersangkutan tidak akan melarikan diri, dan tidak akan menghilangkan barang bukti, Kapolresta Bogor Kota memberikan penangguhan penahanan kepada yang bersangkutan," ujar Hendri melalui keterangan tertulis, Sabtu (18/5/2019).

Meski diberikan penangguhan penahanan, namun Hendri memastikan proses hukum terhadap Iyus tetap berjalan.

"Proses hukum tetap berjalan dan ustad Iyus diwajibkan lapor diri dua kali seminggu di Sat Reskrim Polresta Bogor Kota," tutur Hendri, seperti dikutif dari tribunnews.
Sebelumnya, jajaran Sat Reskrim Polresta Bogor Kota menangkap Ketua GNPF Ulama Bogor, Iyus Khaerunnas, terkait video yang beredar di media sosial pada 14 Mei 2019.
Video berdurasi 1 menit itu berisi seruan mengikuti aksi Forum Kedaulatan Rakyat RI (FKR-RI) di Kota Bogor. Dalam undangan tersebut, tertulis menolak pemilu curang, bangkitnya paham komunis, dan menolak komunis China.

Dirinya ditangkap di Perum Griya Soka, Sukaraja Kabupaten Bogor, pada Jumat (17/05/2019) sekira pukul 14.00 WIB.

Penangkapan tersebut karena Iyus berbicara mengenai ajakan perlawanan dan tentang komunisme yang sudah masif di Indonesia.

Iyus disangkakan dengan pasal 45 A ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) UU RI no. 19 Tahun 2016 perubahaan atas UU ri no 11 thn 2008 tentang ITE dan atau pasal 14 dan atau pasal 15 UU RI No 1 thn 1946 tentang penyebaran berita bohong dan atau pasal 160 KUHP.


Editor:Red*
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Ketua GNPF Ulama Bogor Ustadz Iyus Khaerunnas Diperiksa Polisi, LBH PBB Kota Bogor akan Berikan Bantuan Hukum

sukabumiNews, BOGOR – Ketua GNPF Ulama Bogor Raya, Ustaz Iyus Khaerunnas, dikabarkan dipanggil dan berada di kantor Kepolisian Resor Kota (Polresta) atau Polres Bogor Kota, Jum’at (17/5/2019). Belum diketahui pasti alasan pemanggilan Iyus oleh Polresta Bogor tersebut.

“Saya enggak tahu, di mana ditangkapnya. Info terakhir jadi khatib di masjid Al-Amanah Vila Duta," kata sang istri, Ratu, seperti dikutip VIVA, Jum’at.

Sementara, Wakil Ketua GNPF, Willyuddin Abdul Rasyid Dhani, membenarkan kabar adanya kabar tersebut. Namun, tidak diketahui penangkapan atau pemanggilan."Iya, dalam perjalanan menuju Polresta," katanya.

Kabar terakhir, Iyus yang juga kader dan Caleg DPRD Kota Bogor dari Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Bogor itu dipanggil terkait aksi massa yang akan digelar pada Sabtu 18 Mei 2019 besok.

"Tadi Ustaz Iyus hanya bilang, terkait dengan pernyataannya di video mengenai rencana aksi besok," tutur Abdul Rasid.

Informasi yang dihimpun, ada video seruan mengikuti aksi Forum Kedaulatan Rakyat RI (FKR-RI) di Kota Bogor. Dalam undangan tersebut, tertulis menolak pemilu curang, bangkitnya paham komunis, dan menolak komunis China.

Forum Kedaulatan Rakyat RI mengundang seluruh warga Bogor Raya dan sekitarnya, untuk berpartisipasi dan berperan aktif dalam aksi ‘Pawai Damai’ dalam rangka menyelamatkan masa depan Bangsa Indonesia dari penjajahan ekonomi dan politik, serta budaya asing.

Rute pawai, Mesjid Raya Jalan Pajajaran menuju Tugu Kujang, Jalan Harupat, Jalan Juanda, Jalan Otista, dan kembali menuju Mesjid Raya. Aksi dimulai pukul 08.00 WIB.

Terpisah, Ketua DPC PBB Kota Bogor, Subhan Murtadha saat dikonfirmasi sukabumiNews mengatakan, sampai saat ini Kang Iyus dalam keadaan baik-baik saja.

Namun demikian tambah Subhan, pihaknya akan terus memantau perkembangan terkait pemeriksaan ustad Iyus Khairunnas oleh Polresta Bogor.

“DPC PBB melalui LBH Bulan Bintang akan memberikan bantuan hukum, karena Ustadz Iyus Khairunnas bagian dari keluarga besar PBB sebagai kader dan caleg DPRD Kota Bogor,” jelasnya kepada sukabumiNews, dihubungi Sabtu (18/5/2019) pukul 24:00 Wib.

Hingga berita ini diturunkan, Ustadz Iyus masih menjalani pemeriksaan dengan didampingi pengacara dan ketiga saudaranya. [Red*]

BACA Juga: Polresta Bogor Kota Berikan Tangguhan Penahanan kepada Ketua GNPF Ulama Bogor, Ustadz Iyus Khaerunnas

Wednesday, May 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

MUI dan BAZ Kecamatan Nyalindung Gelar Sosoialisasi Mengenai ZIS

sukabumiNews, NYLINDUNG – Badan Amil Zakat (BAZ) Kecamatan Nyalindung didampingi MUI Kecamatan tersebut menggelar sosialisasi Aakat fitrah dan Infak Sadaqah (ZIS) dihadapan para pengurus dewan kemakmuran masjid (DKM) se-wilayah Desa Sukamaju. Sosialisasi digelar di Aula Desa Sukamaju Kecamatan Nyalindung pada Rabu (15/ 05/2019).

Pengurus BAZ Kecamatan Nyalindung, Enjan mengungkapkan, masih banyak warga masyarakat yang mengeluarkan zakatnya secara langsung kepada orang yang menurut dirinya pakir atau miskin. Padahal menurut Enjan, agama dan juga pemerintah sudah mengatur dan membuat undang-undang mengenai tata cara atau sistem pengeluaran zakat.

“Disana disebutkan apabila seseorang ingin mengeluarkan zakat, baik mengenai zakat pitrah maupun zakat mal atau harta juga infak dan sedekah, maka sebaiknya disalurkan melalui Unit Pengelola Zakat (UPZ) yang ada di masing-masing lingkungan nya, karena harta yang dikeluarkanya itu ada sebagian hak dari delapan asnaf,” terang Enjan dalam sambutannya.

“Oleh karenanya sengaja sosialisasi ini digelar supaya masyarakat lebih paham dalam sistem mengeluarkan zakat,” jelasnya pria yang akrab disapa Kang Acay di hadapan para DKM se-wilayah Desa Sukamaju itu.

Adapun lanjut Kang Acay, mengenai sistem pendayagunaan zakat fitrah dan infak, BAZNAS Kabupaten Sukabumi sudah membuat ketentuan, dimana ditingkat UPZ DKM sebesar 83,5 % dengan pengalokasian sebagai berikut;

1. fakir miskin 62,5 %
2. amilin  6,5 %
3. sabilillah  15 %

“Kemudian 16,5% nya disetor ke UPZ Desa, Baz Kecamatan, atau Baznas Kabupaten,” jelas Enjang.

Sementara itu ketua MUI Kecamatan Nyalindung H. Abbas, MM yang juga hadir dalam kesempatan tersebut pada sambutannya menjelaskan, dari 16,5% yang disetor oleh UPZ DKM ke UPZ Desa sampai UPZ Kabupaten itu akan disampaikan kepada para pejuang agama yang disebut sabilillah dan ibnu sabil.

“Jadi sodara-sodara jangan khawatir terhadap UPZ, Baz Kecamatan, dan juga Baz Kabupaten tidak amanah,” tegas H Abbas mengahiri sambutannya.


Pewarta: Ikin S.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, March 17, 2019

Redaksi sukabumiNews

Budi Hartono Sesalkan Pencabutan APK Partai PBB

sukabumiNews, NYALINDUNG – Sekretaris DPAC Partai Bulan Bintang (PBB) Kecamatan Nyalindung Budi Hartono menyesalkan adanya pencabutan dan pengrusakan beberapa Alat Praga Kampanye (APK) dan bendera Partai PBB oleh pihak yang tidak bertanggung jawab di wilayah kerjanya.

"Kami sesalkan perilaku yang buruk tersebut. Kalau memang itu dari kawan bertanding,  berarti ini tidak fair. Bendera kami di Urugan, Kertaangsana raib. Dicopotnya, begitu juga banner di Rancaoray," keluh Budi ditemui di kediamannya, Ahad (17/3/19).

Menengarai hal tersebut Ketua Panwaslucam Nyalindung Ajang, menghimbau agar antar Peserta Pemilu saling menghargai. "Ini resiko, pasti Panwaslu selalu disalahkan. Pengaduan sudah banyak. Termasuk kemarin dari Partai Nasdem." terangnya.


Pewarta: JS.
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, March 3, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pelda Yasir: TMMD Sejatinya Bukan Program TNI Semata

Anggota TNI bersama warga Kerja Bakti dalam rangka TMMD Sengkuyung I TA. 2019 di RT. 03/39 Jati Rejo Mojosongo Jebres Surakarta. Minggu (3/3/19)
sukabumiNews, SURAKARTA – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I TA. 2019 yang dilaksanakan oleh Kodim 0735/Surakarta menambah keharmonisan hubungan antara TNI dan rakyat, khususnya Koramil 04/Jebres Kodim 0735 Surakarta dengan warga masyarakat Mojosongo.

Keharmonisan TNI dengan rakyat di TMMD ini terlihat saat anggota TNI bersama warga melakukan kerja bakti. Salah satunya dalam membangun sebuah mushola di RT.03/39 Jati Rejo Mojosongo Jebres Surakarta, Minggu (3/3/19).

Salah seorang warga Mojosongo, Trimin menuturkan, baru kali ini ia melihat secara langsung kebersamaan antara TNI dan masyarakat bergotong royong. “Dengan kebersamaan saling bahu-membahu, semua pekerjaan yang berat pun akan terasa ringan. Kalau terus-menerus seperti ini InsyaAlloh pekerjaan disini akan cepet beres dan sukses,” imbuhnya.

Sementara itu Batuud Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta, Pelda Yasir mengatakan bahwa TMMD sejatinya bukan program TNI semata melainkan program terpadu lintas sektoral. “Untuk itu di laksanakan secara terintegrasi bersama Rakyat,” jelasnya.

Pelda Yasir juga berharap, semoga semangat, kebersamaan dan kekompakan, serta sinergitas TNI dengan Rakyat dalam TMMD ini dapat memberikan teladan pada wilayah yang lain.

[Pewarta: Agus Kemplu]
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, February 28, 2019

Redaksi sukabumiNews

Polres Sukabumi Kota Bekuk Pelaku Penipuan Mesin ATM

sukabumiNews, CIKOLE - Polres Sukabumi Kota berhasil menangkap 5 pelaku pencurian dengan modus ganjal ATM. Lima pelaku tersebut yakni J (38), M (35), ITW (42), H (42), NS (37). Kelimanya brasal dari Lampung Selatan.

Tindakan pelaku yang selalu meresahkan warga Sukabumi ini dalam melakukan aksinya kerap secara berkelompok.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP. Susatyo Purnomo Condro membeberkan, modus yang dilakukan kelima tersangka ini yakni dengan cara mengganjal lubang uang mesin ATM dengan tusuk gigi, sehingga menyebabkan mesin tersebut macet.

Kemudian si pelaku berpura-pura menawarkan diri untuk membantu korban yang kesulitan saat mengambil uangnya di ATM.

"Pada saat itulah si pelaku melakukan aksinya untuk menukar dan mencari tahu pin ATM korban," jelas Kapolres.

Dikatakan Kapolres, mereka kerap melakukan aksinya ini di tujuh titik di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.

"Kelima tersangka di setiap melakukan aksinya masing-masing mempunyai peran tersendiri, termasuk yang bertugas untuk menukar kartu ATM dan mencuri nomor rekening korban," tambah Kapolres.

"Usai berhasil melakukan penukaran ATM dan mencuri nomor pin korban, sang pelaku langsung menguras habis saldo rekening korban di tempat yang berbeda," jelasnya dalam jumpa pers di ATM salah satu toserba di Kota Sukabumi, Kamis (28/2).

Dalam pengungkapan kasus tersebut Polres Sukabumi Kota berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 74 keping kartu ATM berbagai macam Bank, uang tunai sejumlah Rp.1.900.000, 1 pak tusuk gigi, 1 buah gunting besi, 1 buah cutter, dan 1 buah pinset.

"Para pelaku kini sudah ditahan dan di Polres Sukabumi Kota demi proses penyidikan lebih lanjut," ucapnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku dijerat pasal 362 KUHP Pidana pencurian dengan ancaman kurungan lima tahun penjara.

Pelaku juga dikenakan pasal 378 KUHP Pidana Penipuan dengan ancaman empat tahun kurungan penjara.

Dengan merebaknya modus seperti ini Kapolres menghimbau kepada masyarakat Kota Sukabumi agar lebih waspada dalam menjaga kerahasiahan informasi pin ATMnya.

"Tak hanya itu, saya juga berpesan supaya masyarakat tidak mudah percaya terhadap orang yang tidak dikenal saat melakukan penarikan tunai di tempat ATM," tutur AKBP Susatyo Purnomo Condro.


[Pewarta: Azis. R]
Editor: Red.
Copyright ©SUKABUMINEWS
close
close