Breaking
Showing posts with label politik. Show all posts
Showing posts with label politik. Show all posts

Tuesday, April 16, 2019

Redaksi sukabumiNews

Caleg PKS di Lombok Timur Terjaring OTT Politik Uang

Caleg PKS ditangkap karena politik uang. (Foto: dok. Viva)
sukabumiNews, LOMBOK – Oknum calon anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur dapil I dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Ali Akbar, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) dan masyarakat, Senin malam, 15 April 2019.

Pelaku tertangkap saat membagikan amplop berisi uang dan stiker pada masyarakat di dua dusun. Pelaku kini dalam proses klarifikasi di Bawaslu Lombok Timur.

Ketua Panwaslu Lombok Timur, Retno Sirnopati, mengatakan oknum caleg tersebut diamankan saat tengah kampanye di masa tenang dengan memberikan amplop pada warga.

"Oleh pengawas TPS mendapatkan oknum caleg sedang kampanye di masa tenang di Kecamatan Selong. Kemudian dilaporkan ke pengawasan desa dan pengawasan kecamatan. Kemudian sama-sama dibawa ke Bawaslu Kabupaten," ujarnya.

Oknum caleg dan warga penerima amplop saat ini masih diklarifikasi dan didalami. Retno mengatakan, oknum caleg tersebut terancam dicoret dari kepesertaan dalam Pemilu 2019.

Ketua Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu NTB, Suhardi, mengatakan oknum caleg tersebut dapat dijerat Pasal 523 ayat (2) undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Dia dapat diancam pidana penjara paling lama empat tahun dan denda paling banyak Rp48 juta. []


Sumber: VIVA

BACA Juga: Bagikan Uang di Masa Tenang, CalegPartai Golkar Tertangkap Tangan Petugas TPS

Sunday, April 14, 2019

Redaksi sukabumiNews

Taat Aturan, Caleg Partai PBB Serentak Turunkan APK di Injury Time

sukabumiNews, CIKOLE – Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Sukabumi menurunkan ribuan Alat Praga Kampanye (APK) yang sebelumnya di tebar dan di pasang di seluruh titik di Kota Sukabumi. Dipimpin langsung oleh Ketua DPC, KH. Yan Hasanudin Malik, S.Pd.I, M.M, penurunan dilakukan secara serentak oleh para caleg beserta timsesnya, Sabtu (13/4/2019).

"Penurunan dilakukan di 3 wilayah terpisah sesuai dapilnya masing-masing," kata Yan Hasanudin kepada sukabumiNews saat penurunan APK berlangsung, Sabtu (kemarin).

Tiga Dapil tersebut yaitu Kota Sukabumi 1 meliputi Cikole dan Citamiang, Kota Sukabumi 2 meliputi wilayah Baros, Cibeureum, dan Lembursitu. Sementara Kota Sukabumi 3 meliputi wilayah Gunungpuyuh dan Warudoyong. "Hal ini dilakukan dalam rangka menyambut masa tenang yang terhitung sejak 14-16 April 2019 untuk  pemilihan umum yang akan dilangsungkan hari Rabu, 17 April 2019," terang pria yang akrab disapa Kang Boyan ini.

Selain itu tambah Yan, penurunan APK ini dilakukan lantaran telah telah beredarnya surat himbauan dari KPU Kota Sukabumi untuk segera menertibkan APK yang sudah terpasang serta menonaktifkan akun media sosial terhitung mulai hari minggu 14 April 2019 pukul 23.59 WIB.

Kang Boyan juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga Kota Sukabumi jika selama ini APK yang dipasang para caleg beserta timsesnya dianggap tidak nyaman dipandang. "Kami atas nama DPC Partai Bulan Bintang Kota Sukabumi memohon  maaf kepada seluruh warga Kota Sukabumi, jika selama lebih kurang 6 bulan ini pandangan anda terganggu dengan sampah visual dari APK yang kami pasang,“ ungkap Kang Boyan.
Pantauan sukabumiNews di lapangan, memang saat itu saat ini masih banyak APK dari berbagai partai peserta pemilu 2019 yang masih terpasang (belum diturunkan). Hal ini tentunya akan mengganggu kenyamnan pandangan masyarakat sekitar. Bahkan bisa saja menjadi preseden buruk di mata konstituen atau pemilih.

Ya, Kami sejujurnya sebagai masyarakat merasa terganggu dengan pemasangan APK yang melanggar aturan, apalagi yang seenaknya memasang dengan cara di paku di pohon atau di tembok-tembok, fasilitas umum seperti halte dan lain," ujar salah seorang warga kelurahan Nanggeleng, Unang Wahyudi.

Menurut Unang, semua ini terjadi akibat tidak pernah ada sanksi tegas dari pihak penyelenggara sehingga hal ini terus kembali terulang di setiap hajat pemilihan umum di negeri ini. Namun demikian tambah Unang, semoga pemilu kali ini menghasilkan yang terbaik untuk kemaslahatan masyarakat Kota Sukabumi pada khususnya dan seluruh rakyat Indonesia pada umumnya.

"Semoga pula pesta demokrasi ini dapat berlangsung dengan aman damai dan menentramkan  , seperti halnya idiom dari sebuah pesta yang harus dilalui dengan kegembiraan dan rasa suka cita," imbuh Unang. (TNR)


Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, April 13, 2019

Redaksi sukabumiNews

Calegnya Terindikasi Kasus Penipuan, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi Siap Berikan Bantuan Hukum

sukabumiNews, CIBADAK - Beredarnya informasi mengenai adanya Kader Caleg DPRD Kabupaten Sukabumi dari Partai Gerindra berinisial TS (45) yang ditangkap Sat Reskrim Polres Sukabumi di wilayah Kota Sukabumi lantaran diduga terlibat kasus penipuan pada Jumat (12/4/2019) sekitar pukul 16.00 WIB, Ketua DPC Partai Gerinda Kabupaten Sukabumi Yuda Sukmagara mengakui adanya hal tersebut. Namun demikian kata Yuda, pihaknya siap memberikan bantuan hukum.

"Ya benar, ada kader Gerinda Kabupaten Sukabumi yang saat ini sedang di perikasa terkait dugaan kasus penipuan," kata Yuda saat dihubungi sukabumiNews, Sabtu (12/4/2019).

Yuda menambahkan, hasil komfirmasi dari pihak Kepolisian, kasus TS itu masuk ke ranah pribadi (perdata, red) yakni urusan bisnis yang dijalani TS dan tidak ada kolerasinya dengan partai.

"Jadi untuk sementara ini Partai mengikuti proses hukum yang sedang berjalan sambil menunggu hasil pemeriksaan," jelasnya.

Dikatakan Yuda, sebagai Calon Legislatif, Partai bisa saja melakukan sanksi tegas kepada yang bersangkutan. Itu pun hemat Yuda, setelah ada keputusan hukum yang tetap dari pihak kepolisian. "Kalau belum, Partai tidak bisa mengeluarkan sanksi begitu saja," tegasnya.

Adapun tambah Yuda, mengenai posisi TS sebagai Caleg, tidak akan mempengaruhi proses pencalegannya sebelum ada keputusan hukum yang tetap dari pihak penyidik Polres.

"Perjalanan pencalonan yang sebentar lagi masuk pencoblosan ini mengalir saja tidak ada pengaruhnya, apa lagi belum ada hasil keputusan hukum yang tetap," tuturnya.

Dihubungi terpisah Kasatreskrim Polres Sukabumi AKP Yadi Kusyadi, menyatakan bahwa kasus tersebut berawal dari TS yang memberikan pekerjaan proyek borongan kepada JM.

Dijelaskan Yadi, JM sebagai sub kontraktor yang mengerjakan pemasangan material rumah seperti rolling door, pintu folding gate, plafond gypsum, service plafond, kusen alumunium, kaca polos, jendela alumunium, pintu alumunium di Pasar Semi Modern Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, dengan nilai opname pekerjaan sebesar Rp 636.271.450.

Dia menambahkan, setelah JM menyelesaikan pekerjaannya, TS kemudiaan membayarnya kepada JM bukan dengan uang tunai melainkan dengan satu unit ruko yang berlokasi di Pasar Semi Modern di Kecamatan Parungkuda. Perjanjian pun dibuat antara TS dengan JM dengan harga Include berikut pajak sebesar Rp 650 juta. “Perjanjian jual beli ruko dibuat antara TS dengan JM dibuat tanggal 18 Juni 2017," terang Kasatreskrim Polres Sukabumi itu.

Sementara kata Dia, ruko tersebut telah dijual kembali oleh TS kepada orang lain. Hal itu diketahui pada bulan Januari 2018. TS lalu memberikan dua lembar cek Bank Mayora senilai Rp 650 juta kepada JM namun cek tidak bisa dicairkan. "Itulah yang membuat JM kecewa," ujar Yadi.

Dikatakan Yadi, Ketika hendak dicairkan, dua lembar cek tersebut mendapat penolakan dari Bank Mayora lantaran dananya tidak ada (kosong, red). "Akibat kasus ini, TS terjerat Pasal 378 KUHPidana tentang penipuan," tutupnya.

Dilain Pihak, Ketua KPU Kabupaten Sukabumi, Ferry Gustaman saat dikonfirmasi terkait status pencalegan salah satu caleg dari salah satu parpol yang ditangkap menjelaskan, bahwa salah satu syarat menjadi caleg tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.

“Kecuali secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik bahwa yang bersangkutan mantan terpidana. Sedangkan ini baru terduga belum incrahcht,” jelas Feri melaui WhatsApp yang diterima sukabumiNews.


Pewarta: KR2*/Rudi Samsidi
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, April 9, 2019

Redaksi sukabumiNews

Heri Gunawan Ajak Pendukung Prabowo-Sandi Bersikap Santun

sukabumiNews, WARUDOYONG - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyerukan kepada seluruh pendukungnya supaya bersikap santun. Seruan itu disampaikan Anggota BPN sekaligus Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) Prabowo-Sandi, Heri Gunawan (HG), agar suasana pemilu tetap teduh dan damai, terutama di akhir masa kampanye (injury time) Pemilu 17 April 2019.

HG menambahkan, seruan ini juga berlaku untuk semua calon anggota legislatif dan parpol pengusung, kader, tim sukses, simpatisan, dan relawan.

“Di hari-hari terakhir kampanye ini seringkali, 'image' justru memegang peranan penting di banding program. Makanya, yang terhomat kawan-kawan pendukung Prabowo-Sandi, sebaikya dapat menjaga lisannya agar tetap teduh dan baik,” ungkap HG kepada sukabumiNews di Rumah Aspirasinya Jln. Araha, Benteng, Warudoyong, Kota Sukabumi, Selasa (9/4/2019).


HG yang merupakan anggota Komisi XI DPR RI itu pun menyampaikan bahwa keharusan menjaga suasana damai ini seiring dengan menguatnya elektabilitas Prabowo-Sandi di berbagai survey. "Dari survey internal BPN menunjukan elektabilitas Prabowo-Sandi mencapai 68 persen, sementa Jokowi-Amin hanya 38 persen," akunya.

Begitupun hasil survey Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) menunjukkan bahwa pasangan nomor urut 02 unggul. Dengan demikian, jesas HG, Prabowo-Sandi berpeluang besar menang atas kubu petahana atau nomor urut 01 dengan selisih sekitar 2,14 %.

Belum lagi tambah HG, hasil  lembaga survey asal Amerika, Operations of Precision Public Policy Polling (PPPP) yang  menyimpulkan bahwa  Prabowo- Sandi akan memenangkan Pilpres 2019, dengan tingkat keterpilihan sebesar 55 persen. sementara Jokowi- Maruf hanya 39 persen atau selisih 16 persen.

“Mari simpan energi kita untuk saatnya nanti bergerak, menjaga dan mengawal suara Prabowo-Sandi mulai dari TPS masing-masing," ajak Caleg nomor urut 1 dari Partai Gerindra Dapil Jabar IV (Kota dan Kabupaten Sukabumi) ini.

HG juga mengajak kepada seluruh pendukung Prabowo-Sandi dan masyarakat lain supaya menggunakan hak pilihnya pada Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang, jangan sampai ada yang golput. Sebab menurutnya, hal ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab kita juga sebagai warga negara. (KR1/*)


Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, April 8, 2019

Redaksi sukabumiNews

Caleg Dapil 5 Kabupaten Sukabumi dari Partai Nasdem Gelar Sosialisasi

sukabumiNews,NYALNDUNG - Syarif Hidayat, caleg DPRD Kabupaten Sukabumi dari Partai Nasdem menggelar sosialisasi dihadapan puluhan warga RW.04 Kp Cikarang Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Sosialisasi dilaksanakan di teras rumah salah satu warga di kampung tersebut, Ahad (7/4/2019)

Syarif Hidayat merupaka Caleg nomor urut 3 Dapil 5 Kabupaten Sukabumi yang meliputi Kecamatan Cidadap, Cidolog, Curug Kembar, Jampang Tengah, Lengkong, Nyalindung, Pabuaran, Purabaya, dan Sagaranten.

Dalam sosialisasinya Syarif Hidayat yang akrab disapa Pak Pipih itu mengingatkan kepada masyakat yang sudah mempunyai hak pilih supaya pada 17 April 2019 nanti, hadir di TPS untuk meberikan hak suaranya.

“Jangan sampai ada yang tidak datang,” ucapnya, seraya mengajak dan meminta kepada wrga untuk mendukung dirinya agar bisa duduk di kursi DPR.

Pipih juga mengungkapkan maksud dan tujuan kenapa Ia mencalonkan diri untuk menjadi caleg. “Walaupun sudah banyak di dapil 5 ini yang menjadi Dewan atau Wakil Rakyat, tetapi mereka tidak bisa memberikan kontribusi sama sekali,” ungkap Pipih.

“Oleh kerenanya saya ingin membantu masyakat khususnya masyarakat bawah untuk bisa mendapatkan haknya. Saya bertekad dan berjaji akan selalu bekekerjasama, berkomunikasi dengan rakyat dan memberikan kontribusi,” jelas Pipih kepada sukabumiNews.net.


Pewarta: Ikin S.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, April 7, 2019

Redaksi sukabumiNews

H. Asep Sopyan, S.T. (Mensiels) dan Hj. Dewi Asmara Gelar Jalan Santai

sukabumiNews, SUKARAJA - H. Asep Sopyan, S.T. (Mensiels) calon anggota Dapil 4 untuk DPRD Kabupaten Sukabumi dari Partai Golkar yang akrab disapa H. Asep Mensils, hari ini menggelar Jalan santai bersam warga. Acara bertempat di komplek Al-Hijrah Recident, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Minggu (07/04/2019) pagi. 

Acara tersebut diikuti ratusan warga dari kalangan dewasa dan milenial yang berasal dari 5 Kecamatan se-Wilayah Sukabumi bagian Timur. Acara juga dihadiri oleh para pengurus partai Golkar dan Tim. Tampak hadir dalam acara tersebut calon anggota DPR RI, Hj. Dewi Asmara. 

H. Asep Mensils menyebutkan, kegiatan jalan santai itu diinisiasi oleh pihaknya bekerja sama dengan Hj. Dewi Asmara, calon anggota DPR RI dan disukseskan oleh Tim. Acara jalan santai, lanjut H. Asep Mensil, dilaksanakan untuk menjalin silaturahmi sekaligus memotivasi warga masyarakat Sukabumi agar bersama-sama mengingat arti penting menerapkan gaya hidup sehat. 


"Pola hidup sehat harus terus kita gelorakan. Jika masyarakat sehat dan bugar, tentu pikirannya juga akan fresh. Jadi, pada 17 April nanti akan fresh juga datang ke TPS," Kata Asep Sopyan seraya tersenyum kepada Wartawan saat di temui di sela-sela acara jalan santai.

H. Asep Menegaskan, melalui olahraga ini, berarti kita telah menjaga kesehatan tubuh, tentunya kata Dia, itu merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT.

"Di dalam tubuh yang kuat, akan terdapat jiwa yang sehat," tegasnya. 

Rangkaian acara jalan santai itu akan ditutup dengan hiburan Grup Dangdut Srikandi dan dimeriahkan bintang tamu asal bandung, Ohang.(FR1*)



Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close