Breaking
loading...
Showing posts with label politik. Show all posts
Showing posts with label politik. Show all posts

Friday, August 9, 2019

Redaksi sukabumiNews

Gerindra Tawarkan Konsep ke Jokowi untuk Penuhi Janji Kampanye

jokowi-prabowo
Presiden RI terpilih Joko Widodo (Jokowi) bersama Prabowo Subianto memberikan pernyataan pers saat menggelar pertemuan di Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Sabtu (13/7). (FOTO: dok. Suara.com)  
sukabumiNews, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco, mengatakan partai yang diketuai Prabowo Subianto sudah menawarkan konsep membangun negara secara lisan kepada presiden terpilih Joko Widodo.

Tetapi Sufmi belum tahu apakah konsep tersebut akan diterima atau tidak. Hingga saat ini Gerindra masih menunggu keputusan tersebut.

Dasco menjelaskan, jika konsep tersebut diterima maka itu akan dijadikan upaya Gerindra untuk memenuhi janji-janji kampanye semasa Pemilu 2019.

"Kalau kosnep itu kemudian diterima ya ini kan ada target maksimal, ada target minimal. Supaya kita juga janji-janji kampanye kita bisa direalisasikan kepada pendukung kita. Pendukung kita ada sekitar 45 persen kira-kira begitu," kata Dasco di Hotel Ashley, Menteng, Jakarta Pusat, dikutip suara.com, Jumat (9/8/2019).

Gerindra kata Dasco, mengaku siap untuk berkontribusi di dalam pemerintah apabila nantinya konsep yang ditawarkan dapat diterima.

Tetapi, jika pun konsep tidak diterima karena satu dua hal, maka Gerindra juga bersedia tetap di luar pemerintahan.

"Jadi sebenarnya setelah (pertemuan Prabowo-Jokowi) MRT itu kan memang disampaikan kalau memang pemerintah yang menginginkan kita untuk ikut bersama membangun bangsa, negara," katanya.

"Bahwa kemudian kita diperlukan untuk membantu ya kita punya beberapa konsep. Konsep yang kemudian diberikan kepada mereka ini baru secara lisan kemarin, konsep antara lain konsep ketahanan pangan dan lain-lain," kata Dasco.


Pewarta: AM
Editor: Red
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, July 30, 2019

Redaksi3

Unggul di Sukabumi, Gerindra Bakal Sabet Ketua DPRD

Agus Firmansyah
Agus Firmansyah Sekjen Partai Gerindra Kab. Sukabumi.*  
sukabumiNews, WARUDOYONG - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berpeluang besar merebut kursi Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Jawa Barat masa bakti 2019-2024. Pasalnya, partai besutan Prabowo Subianto ini mendulang raihan suara terbanyak dengan menempatkan 9 kadernya menjadi anggota DPRD. Total kursi di kabupaten terluas kedua di Jawa dan Bali ini sebanyak 50 orang.

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi, Agus Firmansyah mengatakan sudah menggodok nama-nama bakal calon pucuk parlemen.  Dari hasil pleno internal, sebut dia, hasilnya merekomendasikan Ketua DPC Gerindra Yudha Sukmagara  ke DPP melalui DPD.

"Alhamdulillah dari hasil pleno penetapan KPU, kami (Gerindra) menjadi pemenang. Tentunya, sesuai aturan jatah kursi DPRD menjadi milik kami," kata mantan Komisioner KPU Kota Sukabumi ini, kepada sukabumiNews saat ditemui di rumah Aspirasi dan Inspirasi Hery Gunawan, Selasa (30/7/2019).

Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotan (OKK) menambahkan keluarnya nama Yudha dari hasil rapat internal partai karena beberapa pertimbangan. Di antaranya, sosok Yudha merupakan kader terbaik dan sudah malang melintang di beberapa organisasi kepemudaan maupun masyarakat.

"Semua keputusan, termasuk menentukan sosok ketua DPRD masih menunggu dari DPP. Namun dari hasil pleno, kami sudah rekomendasikan ketua kami, Kang Yudha," tegasnya.

Untuk diketahui, raihan kursi masing-masing parpol yakni PKB 6 kursi, PDIP 6 kursi, Partai Golkar 7 kursi, Partai Nasdem 1 kursi, PKS jumlah kursi 7, PPP jumlah kursi 4, PAN jumlah kursi 6, dan Partai Demokrat jumlah kursi 4." tutup Yoyok.

BACA Juga:
Partai Gerindra akan Usung Kader Sendiri di Pilbup Sukabumi 2020


Pewarta: Azis R.
Editor: Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, July 29, 2019

Redaksi sukabumiNews

Nasdem Usung Anis Baswedan Jadi Capres 2024, PKS Ikut Dukung, Gerindra Bilang Surya Paloh Gertak Sambal

Anis Baswedan
sukabumiNews, JAKARTA – Usai mengundang makan siang bersama di Kantor DPP NasDem, Surya Paloh menyatakan siap dukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan maju Pilpres 2024.

“Sudah pastilah dukungan. Secara politik, lahiriyah, batiniyah lah dukungan,” kata Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh kepada wartawan.

Dia menyebut partainya membuka kemungkinan untuk mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan maju sebagai Calon Presiden pada tahun 2024. Partainya bersedia untuk mendukung namun semua keputusan dikembalikan kepada Anies. Surya berharap agar dukungan tersebut tak hanya berasal dari satu partai politik namun datang dari berbagai pihak.

“2024 kan tergantung Anies. Niatnya sudah pasti ada di situ, semua niat-niat baik harus terjaga asal baik,” imbuhnya, dikutip dari laman PolitikToday.

NasDem tidak bisa sendirian mengusung mantan Menteri Pendidikan tersebut untuk maju sebagai calon presiden. Perlu ada dukungan partai politik lain.

“Kita mengharap dukungan para pihak untuk anak-anak bangsa yang memenuhi kapasitas dan kapabilitas pemimpin negeri ini,” kata dia.

PKS Ikut Dukung Anies Jadi Capres

Terkait hal itu, PKS yang mendukung Anies di DKI Jakarta merasa tak masalah. Justru, PKS senang dengan dukungan yang diungkap oleh Surya Paloh tersebut.

“Semakin banyak yang dukung Pak Anies semakin bagus,” jelas Ketua Fraksi PKS DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi.

Suhaimin menegaskan, siapapun partai politik manapun yang menyatakan dukungan kepada tokoh untuk maju dalam pemilu tak bisa dilarang. Oleh sebab itu, PKS merasa, dukungan Surya Paloh itu tak diartikan sebagai curi start.

“Partai menyatakan dukungan kepada siapapun tidak ada yang melarang,” katanya.

Dia menganggap, justru PKS tepat dalam mengusung calon pemimpin di DKI. Terbukti, NasDem tertarik untuk membawa Anies Baswedan ke dalam kontestasi Pilpres lima tahun lagi nanti.

“Berarti pilihan PKS sekarang ini diminati oleh yang lain,” terang Suhaimi.

Gerindra Anggap Surya Paloh Gertak Sambal

Waketum Gerindra Arief Poyuono mengulas pernyataan bos Media Grup tersebut. Dirinya menyebut Nasdem mencoba bermanuver dengan mencalonkan Anies ke bursa capres 2024 mendatang.

“Kayaknya NasDem lagi manuver karena merasa ditinggal kali ya dengan adanya pertemuan Mega-Prabowo,” terangnya.

Dalam pertemuan dengan Anies, Surya Paloh mengatakan NasDem siap mencapreskan eks Mendikbud itu. Puyono memandang pernyataan Surya Paloh sebagai gertak sambal saat Mega dan Prabowo bertemu.

“Dan kayaknya Bang Surya Paloh langsung approach Anies Baswedan untuk disiapkan sebagai capres 2024 nantinya kali. Kalau Mega-Prabowo kan ketemu memang ada hubungan urat politiknya dari dulu, juga hubungannya kan kayak kakak-adik mereka,” ulasnya.

Artikel ini telah tayang di PolitikToday dengan judul “Anies Baswedan Diusung Nasdem Jadi Capres 2024: PKS Mendukung, Gerindra Bilang Gertak Sambal”

Pewarta: KM.
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

PKS dan PAN Hormati Keputusan Gerindra Merapat ke Koalisi Pemerintah

Prabowo dan Jokowi
sukabumiNews, JAKARTA - Partai pendukung Koalisi Indonesia Adil dan Makmur menyatakan sikap jika Partai Gerindra bergabung dengan koalisi pemerintah. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan akan tetap menjadi partai oposisi selama pemerintahan Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Terkait posisi oposisi, kami yakin untuk kebaikan demokrasi dan kemajuan bangsa akan bersama dengan elemen lain,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, seperti dikutip PolitikToday.

Hal itu ia katakan setelah melihat terbukanya kemungkinan bagi Partai Gerindra untuk merapat ke koalisi Joko Widodo (Jokowi). Meski Gerindra belum diputuskan akan merapat atau tidak, Mardani akan menghormati segala keputusan yang diambil oleh partai asal calon presiden yang ia usung pada Pilpres 2019 lalu itu.

“Hak Partai Gerindra membuat keputusan terkait koalisi atau oposisi. Tiap, partai punya kebebasan menentukan pilihan dan PKS menghormati apa pun keputusan Gerindra,” tuturnya.

Dia mengatakan, PKS yakin tidak akan sendirian dalam menjadi oposisi pemerintah pada 2019-2024. Menurut dia, akan ada partai politik lain yang memutuskan untuk menjadi oposisi setelah presiden terpilih Jokowi menentukan formasi kabinetnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno juga mengklaim PAN tak mempermasalahkan sikap Partai Gerindra yang ingin masuk ke koalisi Jokowi. PAN, kata dia, akan tetap menjalankan silaturahim politik yang baik dengan Gerindra.

“Kami hormati keputusan Gerindra atas sikap politik yang akan diambil dan kita tetap akan menjalankan silaturahim politik yang baik,” terangnya.

BACA Juga:
Nasdem Usung Anis Baswedan Jadi Capres 2024, PKS Ikut Dukung, Gerindra Bilang SuryaPaloh Gertak Sambal


Pewarta: KM.
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, July 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

1000 Ulama akan Hadiri Ijtima Ulama IV di Jakarta, Agustus 2019 Mendatang

ijtima ulama IV
sukabumiNews, JAKARTA – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) akan kembali menggelar Ijtima Ulama IV pada awal Agustus 2019. Kabarnya, akan ada 1.000 ulama yang hadir dalam acara tersebut.

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif yang juga panitia Ijtima Ulama IV mengatakan, acara akan berlangsung pada 5-6 Agustus 2019 di Jakarta. "Insya Allah di Jakarta tangal 5-6 Agustus 2019," ucapan Slamet Ma'arif kepada Kantor Berita RMOL, Selasa (16/7/2019) lalu.

Nantinya, Ijtima Ulama IV ini akan dihadiri para ulama yang juga telah hadir pada Ijtima Ulama pertama hingga ketiga. "Peserta Ijtima ulama satu, dua, dan tiga akan kami undang. Kurang lebih seribu ulama dan tokoh kita undang," imbuhnya.

Untuk mematangkan acara ini, GNPF-Ulama telah melakukan rapat kepanitiaan penyelenggara Ijtima Ulama IV ini di Hotel Alia, Cikini, Jakarta Pusat pada Senin (15/7) malam.

Rapat itu untuk membahas tema serta pembahasan yang akan didiskusikan dalam Ijtima Ulama IV. "Tema daripada Ijtima akan kita bahas pada pertemuan. Jadwal, hari, waktu, dan tempat juga akan kami bahas nantinya di dalam pertemuan. Bagaimana menyikapi keadaan dan situasi dengan hal-hal yang terbaru. Nah InsyaAllah semuanya akan dapat kami bahas dan akan kami laksanakan dan di dalam Ijtima," ucap Ketua GNPF-Ulama Yusuf Muhammad Martak, dilansir dari GELORA.CO.

Editor : Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, July 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Terkuak, Prabowo Ternyata Tak Kabari Pembina Gerindra saat Bertemu Jokowi

Akhirnya, pertemuan perdana Jokowi - Prabowo terjadi di Stasiun MRT Lebak Bulus (13/7/2019) [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
sukabumiNews, JAKARTA – Pertemuan antara Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto dengan Presiden Jokowi di stasiun KRT pada Sabtu (13/7/2019) ternyata di luar sepengetahuan Dewan Pembina Gerindra.

Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco mengatakan ketidaktahuan Dewan Pembina akan rencana Prabowo bertemu Jokowi tersebut lantaran Prabowo yang belum sempat melapor.

Karena itu, Prabowo menggelar pertemuan dengan Dewan Pembina untuk memberikan penjelasannya langsung pada hari ini di kediamannya di Bojong Koneng, Hambalang, Bogor.

"Pada prinsipnya Pak Prabowo tadi menerangkan soal rencana pertemuan MRT yang memang tidak disampaikan ke Dewan Pembina karena sifatnya mendadak dan situasional," kata Dasco kepada wartawan, Jumat (19/7/2019), dikutip dari Suara.com.

Dalam pertemuan dengan Dewan Pembina, Prabowo kemudian memberikan klarifikasinya tentang apa yang sebenarnya terjadi saat dirinya bertemu Jokowi pekan lalu.

"Nah namun tadi sudah disampaikan pada teman-teman Dewan Pembina bahwa pertemuan itu tujuannya adalah untuk meredam gejolak di masyarakat dan juga untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu dalam upaya menyelamatkan kawan-kawan yang saat itu sudah dan sedang mengalami proses hukum sehingga suasana bisa kondusif," tutur Dasco.

Sebelumnya, Prabowo Subianto membentuk tim seleksi nama anggota perwakilan rakyat terpilih untuk menduduki jabatan strategis di DPR RI maupun DPRD tingkat provinsi, kabupaten atau kota.

Tim tersebut dibentuk Prabowo usai melakukan rapat dengan Dewan Pembina Gerindra pada hari ini di kediamannya di Hambalang, Bogor.

"Berdasarkan anggaran dasar, kewenangan untuk menetapkan pimpinan DPR RI, ketua DPR provinsi, wakil ketua DPR provinsi, ketua DPR kabupaten/kota, wakil ketua kabupaten kota adalah wewenang Ketua Dewan Pembina. Oleh karena itu, kita bentuk tim untuk menseleksi nama-nama dimaksud untuk menempati posisi strategis di DPR RI, provinsi dan kabupaten/kota," ujar Sekjen Gerindra Ahmad Muzani di Hambalang, hari ini.

Muzani mengatakan berdasarkan laporan hasil pemilu legislatif dari keputusan KPU, Gerindra mendapatkan sebanyak 78 kursi DPR RI, serta 2.245 anggota DPRD terpilih untuk di seluruh Indonesia.

Berdasarkan perolehan tersebut, lanjut Muzani, Gerindra telah menentukan posisi strategis sebagai pimpinan baik di DPR RI maupun DPRD. Namun untuk siapa saja nanti anggota dewan terpilih yang akan mengisi posisi tersebut, masih akan diseleksi melalui tim.

"Dari jumlah itu kita menempatkan 3 orang, 1 orang wakil ketua DPR RI, 3 orang ketua DPR provinsi. 50 ketua DPRD kabupaten/kota dan ada kurang lebih 164 wakil ketua DPRD kabupaten/kota dan 22 wakil ketua DPRD provinsi," kata Muzani.

Pewarta: Suara.com
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close