Breaking
loading...
Showing posts with label peristiwa. Show all posts
Showing posts with label peristiwa. Show all posts

Monday, May 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

Sebuah Rumah di Nyalindung Ludes Terbakar Saat Ditinggal Pemiliknya

sukabumiNews, NYALINDUNG Sebuah rumah di Kampung Nyalindung Kampas  RT 03/02 Desa Nyalindung Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ludes dilalap si jago merah pada Senin (20/5/2019) sekira pukul 10.00 Wib.

"Saat kejadian, pemilik rumah yaitu Gandi sekeluarga sedang ke luar rumah," kata saksi mata Asep.

Pantauan sukabumiNews di tempat kejadian, warga berhamburan membantu memadamkan api. Dengan alat seadanya seperti ember dan baskom, bahkan ada yang menggunakan panci, mereka berupaya memadamkan api agar tidak merembet ke rumah tetangga sebelahnya.

“Namun lantaran cuasa sedang panas dan bangunan terbuat dari kayu dan bilik bambo, dengan cepat api melalap rumah Gandi hingga tak bersisa, tambah Asep.

Kebakaran diduga akibat adanya pertemuan arus pendek listrik. "Sepertinya korslet listriknya," tutur Asep.

Tida ada korban jiwa dalam insiden ini lantaran saat kejadian berlangsung, Gandi si pemilik rumah beserta keluarganya tiak berada di tempat. Namun demikian akibat kejadian tersebut kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.


Pewarta: Jaka S
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, May 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pasar Kosambi Bandung Kebakaran, Belum Diketahui Penyebab serta Kerugian Akibat Insiden Ini

Foto: Petugas Pemadam Keebakaran tengah berusaha memadamkan api agar tidak melebar.
-- 
sukabumiNews, BANDUNG – Kebakaran melanda sebagian bangunan Pasar Kosambi, Kota Bandung. Insiden terjadi sekira pukul 21.00 WIB, Sabtu (18/5/2019).

Para pedagang di basement (lantai dasar) pasar tersebut berusaha menyelamatkan barang-barang dari amukan api yang membesar.

Pantauan sukabumiNews di lokasi kejadian, mereka berhamburan mengamankan barang-barangnya dari dalam pasar.

Diki, (55) seorang pedagang asal Garut mengaku, Ia menyelamatkan barangnya dalam keadaan gelap.

"Saya sempat kaget, kebakaran begitu cepat karena tadi angina terasa cukup kencang juga,” ucap Diki kepada sukabumiNews.

Sementara di kolasi kejadian terlihat beberapa mobil kebakaran tengah berusaha memadamkan api.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran serta kerugian yang dialami para pedagang.


Pewarta: Novi Gumilar
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, May 16, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jembatan Cileuleuy Ambruk, Diduga Akibat Tak Kuat Menahan Derasnya Air Hujan

sukabumiNews, PARAKANSALAK - Jembatan Cileuleuy yang berada di wilayah Desa Sukatani Kecamatan Parakansalak Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, ambruk akibat tergerus derasnya air hujan yang mengguyur wilayah tersebut. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (15/5/2019) sekitar pukul. 15.30 Wib.

Tak heran jika jembatan yang merupakan penghubung antara dua desa, yaitu Desa Sukakersa dan Desa Sukatani Kecamatan Parakansalak itu tidak bisa dilalui kendaraan, baik roda dua atau pun roda empat.

“Selain disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi, Jembatan Cileuleuy yang memiliki lebar 4 meter dan tinggi 8 meter ini memang kontruksinya tidak mampu menahan arus air karena diketahui pondasinya sudah cukup tua," kata Camat Parakansalak H.A. Ruyani kepada sukabumiNews.

Oleh karena itu, lanjut Camat, kepada para pengendara yang biasa melewati jembatan tersebut untuk sementara bisa menggunakan jalan alternative melalui Jln. Pamanutan yang jaraknya sekitar 3 s/d 4 Km, dan melalui Jln Pasir Batok  yang jaraknya 2 s/d 3 Km.

Camat juga menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Pihak terkait lainnya untuk segera membuatkan jembatan darurat. “Untuk sementara waktu laluluntas dari kedua arah akan kami tutup sampai terbangunnya jembatan darurat," pungkas Camat.



Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, May 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Terkena Sabetan Kapak, Kaki Encep Nyaris Terputus

sukabumiNews, NYALINDUNG – Encep (54), warga Kp. Cinyumput Rt 003/004 Desa Sukamaju Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, mengalami patah tulang dibagian kaki kiri lantaran terkena sabetan kapak saat sedang membelah kayu bakar di kebun miliknya pada Senin (13/5/2019).

Menurut keterangan dari Asep (57) tetangga korban, sebelum kejadian, Encep pernah datang menemuinya bertujuan meminjam kapak yang akan digunakan untuk memotong dan membelah kayu. Sementara, kata Asep, kapak yang dipinjamkannya baru saja telah di asahnya.  “Setelah saya kasih, Encep lantas pergi menuju kebun,” tuturnya kepada sukabumiNews.

Kurang dari satu jam, jelas Asep, tiba tiba terdengar suara teriakan meminta tolong. “Saya pun langsung lari menuju tempat dimana suara itu terdengar. Saat tiba di tempat kejadian, alangkah ngeri saya melihat Encep karena kaki kiri Encep hampir putus,”ungkap Asep.

Asep langsung merangkul korban sambil menangis kerena melihat peristiwa yang menimpa tetangganya itu.
Setelah di tempatkan di posisi yang sedikit aman, Asep bergegas pulang dengan tujuan meminta bantuan tetangga lain untuk menolong dan membawa pulang korban ke rumahnya.

“Saat itu Encep oleh keluarnya lansung dilarikan ke ruma sakit untuk dirawat lebih lanjut,” terang Asep.

Hingga berita ini ditayangkan, korban masih dalam peroses penangan dokter.


Pewarta: Ikin S.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Bekas Gudang Limbah di Cibadak Terbakar, 1 Orang Dilarikan ke RS

sukabumiNews, CIBADAK - Sebuah Gudang bekas Limbah rongsok yang berlokasi di kampung Neglasari Rt. 004/024 Desa Cibadak Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ludes dilalap api pada Rabu (15/5/2019) sekira pukul 02. 30 Wib, dini hari.

Salah seorang warga Neglasari, Andri  wijaya (35) mengungkapkan, Ia mengetahui bahwa gudang limbah itu terbakar setelah Ia mendapatkan informasi dari warga yang lain. Kabar tersebut didapatnya sekitar pukul 03.30 wib. “Saya pun langsung menuju tempat kebakaran dan saat tiba di lokasi gudang itu sudah habis terbakar," tutur Andri, kepada sukabumiNews, Rabu (15/5) pagi.

Andri yang juga bekerja di gudang limbah itu, mengatakan bahwa ada rekan kerjanya yang sedang berjaga malam menjadi korban, yaitu Ujang Samsudin (60), warga asal Kp. Nagrog Rt. 003/007 Desa Cicantayan Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi.

“Ujang menjadi korban luka bakar di bagian lengan dan dada dan dilarikan ke RS Sekarwangi," kata Andri.

Sementara itu, Daming Supriatna Unit Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (URC PB) Kecamatan Cibadak menjelaskan, pihaknya mendapatkan informasi dari petugas PB Desa Cibadak saat kejadian berlangsung. “Langsung kami berkoordinasi dengan petugas Damkar, Sat Pol-PP, Polsek Cibadak dan Koramil," akunya kepada sukabumiNews melalui pesan WhatsApp.

"Penyebab kebakaran diduga dari hubungan arus pendek. Akibat peristiwa ini, satu orang luka bakar. Sementara kerugian ditaksir mencapai Rp70 juta," ungkapnyanya.

Daming menambahkan, dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi terus menghimbau kepada masyarakat apabila terdapat kejadian serupa ataupun lainnya dapat menghubungi call center (0266) 6323717 DUMP.


Pewarta: Karim R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, May 13, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jelang Saat Berbuka Puasa Puluhan Kardus Berisi Ratusan Petasan Meledak di Statsiun Timur Kota Sukabumi, Lima Orang Jadi Korban

Aparat Kepolisian dibantu TNI dan Pemadam Kebakaran saat memeriksa Puluhan dus berisi ratusan petasan. (Foto: dok. Azis R/sukabumiNews)
-- 
sukabumiNews, CIKOLE – Puluhan Kardus berisi ratusan petasan meledak saat diturunkan dari mobil di Pasar Pelita jln statsiun timur No.24 Rt. 04/10 Kelurahan Kebonjati Kecamatan Cikole Kota Sukabumi Kota Sukabumi pada Senin (13/5/19).

Seorang saksi Ujang Supriadi (33) supir angkot Sukaraja menuturkan, sebelum kejadian, ia melihat mobil warna putih dari jarak 5 meter sedang melakukan aktivitas bongkar muat barang. “Tak lama kemudian terdengar suara ledakan yang sangat keras,” katanya kepada sukabumiNews.

"Sontak, orang-orang yang berada di sekitar Pasar Statsiun Timur lari berhamburan. Bahkan ada yang berteriak ada Bom. Saya pun segera mematikan mesin mobil dan bergegas keluar turun dari mobil berlari menjauh untuk menyelamatkan diri,” ujar supir angkot jurusan Sukaraja-Stasiun timur itu sambil menunjukkan kaca mobil belakangnya yang retak-retak terdampak kerasnya ledakan tersebut.

Ujang Supriadi, supir angkot jurusan Sukaraja-Stasiun timur itu menunjukkan kaca mobil belakangnya yang retak-retak terdampak kerasnya ledakan petasan.
Ujang Supriadi juga menyebut bahwa di tempat kejadian ada beberapa orang yang terkapar bersimbah darah.

Sementara itu Wakapolres Sukabumi Kota Kompol Sulaeman Salim mengatakan, peristiwa itu terjadi pukul 16.00 wib ketika dua kendaraan minibus bernopol F. 8936  TB dan F. 8255 SL sedang melakukan aktifitas bongkar muat barang. "Ledakan bersumber dari dua kendaraan minibus tersebut,” ucap Sulaeman Salim.

Dia menuturkan, akibat insiden ini sebanyak lima orang menjadi korban. “Namun nama-nama dan identitas korban dan nama pemilik mobil yang berisikan barang petasan, masih dalam penyelidikan. Nanti akan kita laporkan kembali," tambah Dia.

Sampai berita ini ditayangkan, pihak kepolisian Resort Kota Sukabumi belum bisa memastikan penyebab meledaknya ratusan petasan di Statsiun Timur Kota Sukabumi, Jawa Barat itu.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, May 12, 2019

Redaksi sukabumiNews

Kesal, Baliho Ucapan Kemenangan Prabowo Sandi Diturunkan, Massa Pendukung 02 Ontrog Kantor Kecamatan Parungkuda

Kesal, Baliho Ucapan Kemenangan Prabowo Sandi Diturunkan, Massa Pendukung 02 Ontrog Kantor Kecamatan Parungkuda
Massa Pendukung Capres-Cawapres no 02 Datangi Kantor Kecamatan Parungkuda. (Foto: dok. Azis R.)
-- 
sukabumiNews, PARUNGKUDA - Ratusan massa pendukung Capres dan Cawapres 02 Prabowo-Sandi mendatangi Kantor Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (11/5/19), sekitar pukul 21.00 Wib lantaran kesal.


Kekesalan mereka lantaran dipicu oleh baliho ucapan kemenangan Capres-Cawapres 02, Prabowo-Sandi berukuran 30 meter yang dipasangnya di Jln. Nasional Palagan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, diturunkan oleh Sekelompok massa yang diduga pendukung capres-cawapres lain.

“Ada warga khususnya di Parungkuda yang melihat pemasangan baliho ucapan kemenangan terhadap pasangan Capres- Cawapres nomor urut 02,” ungkap Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Teguh Hariyanto kepada wartawan.

Menurut Teguh, mereka berinisiatif untuk menurunkan baligo yang bertuliskan ”Terima kasih kepada warga Kab. Sukabumi yang Telah Mendukung dan Memenangkan Letjen (Purn) H. Prabowo Subianto, H. Sandiaga Salahuddin Uno Sebagai Presiden & Wapres Priode 2010-2024”.

"Sesuai dengan arahan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Surat edaran bernomor 0904, pada point buruf (b) No. IV yang berbunyi bahwa Peserta Pemilu tidak melakukan pemasangan alat peraga yang mengandung materi kemenangan sebelum ditetapkan hasil pemilu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," jelas Teguh.

Kendati demikian, Teguh momohon kepada pendukung Jokowi Ma'ruf Amin dan Prabowo Sandi supaya tidak memasang sepanduk Ucapan Kemenangan yang mungkin akan memicu gesekan antara pendukung 01 dan 02. “Kita harus menghargai pesta Demokrasi ini dan kita bersabar untuk menunggu hasil keputusan Pleno dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, siapa yang akan menjadi Presiden Republik Indonesia,” tegasnya.

Teguh menjelaskan bahwa terkait hasil pertemuannya dengan Bawaslu Kabupaten Sukabumi di Kantor Kecamatan Parungkuda dalam mengantisipasi supaya tidak ada saling tuding antara kedua pendukung, maka dimohon untuk saling menghargai antar sesama lembaga dan masyarakat.

Dalam kesepakatannya juga, lanjut Teguh, mereka harus lebih memahami tentang situasi dan kondisi saat ini, jangan sampai memperkeruh suasana. “Intinya mari kita jaga dan junjung tinggi rasa ikatan pesaudaraan kita sebangsa dan setanah air dalam wadah Negara Kesatuan Repulik Indonesia,” papar Teguh.

"Apabila ada pemasangan Baliho Ucapan Kemenangan dari pendukung 01 dan 02, kami Bawaslu Kabu Sukabumi, sesuai arahan pimpinan kami akan patuh dan taat terhadap intruksi dari Bawaslu RI,” tambahnya.

Teguh juga megatakan, Bawaslu Kabupaten Sukabumi akan melakukan koordinasi dengan Pengawas Kecamatan (Panwascam) supaya berkomunikasi dengan pendukung kedua belah pihak, bahwa jika ada yang memasang baligo dan berisi ucapan kemenangan kepada pasangan capres-cawapres, sebelum ada keputusan dari hasil rapat Pleno KPU RI, agar menurunkannya kembali.




Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, May 7, 2019

Redaksi sukabumiNews

Lagi, Rumah Warga di Caringin Hampir Ambruk Tertimpa Longsoran Tanah

sukabumiNews, CARINGIN - Akibat intensitas hujan yang mengguyur Sukabumi dalam sepekan terakhir ini bencana demi bencana terus bertambah, banjir dan longsor kerap menjadi isu musibah yang terjadi lantaran cuaca yang kurang bersahabat ini.

Seperti yang terjadi di daerah lain di wilayah Sukabumi belakangan ini, rumah Cep Aripfin warga Kampung Pamuruyan Rt. O02/001 Desa Ciseupan Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi Jawa Barat juga terkena imbas longsoran tanah.

Peristiwa yang menimpa rumah Cep Aripin terjadi pada Senin (6/5/19) malam, sekitar pukul 20.30 Wib.

Camat Caringin Syarifudin Rachmat mengatakan pihaknya akan mengusulkan untuk memperbaiki rumah korban. Akan tetapi karena saat ini kondisinya masih sangat rawan maka pihknya hanya bisa melakukan relokasi dengan keterbatasan pihak pemdes.

Namun demikian lanjut Syarifudin, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Desa dan BPBD untuk mengajukan supaya segera membantu dan menangani pembersihan

“Sementara karena saat ini Kecamatan Caringin tidak mempunyai anggaran untuk menanganinya jadi kita menunggu dari BPBD Kabupaten Sukabumi,” terang Syarifudin, Selasa (7/5/2019).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski demikian akibat kejadian ini kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta rupiah. Demi kenyamanan keluarga korman, Cep Arifin beserta anak dan istrinya kini diungsikan ke rumah saudaranya, karena rumahnya saat ini tidak bisa dihuni.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, May 6, 2019

Redaksi sukabumiNews

Rumah Warga di Nagrak Ambruk akibat Diguyur Hujan Semalam

 Kondisi Rumah Dedi Awaludin (35) yang Rusak akibat tertimpa reruntuhan tanah.
-- 
sukabumiNews, NAGRAK – Akibat curah hujan disertai angin kecang yang cukup tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rumah Dedi Awaludin (35) salah satu warga Kampung Cipetir Rt. 02/14 kecamatan yang sama mengalami rusak berat.

Rusaknya rumah Dedi Awaludin lantaran tertimpa longsoran tanah jalan yang berada di atasnya. Beruntung pada saat kejadian korban bersama istri dan anaknya sedang berkunjung ke rumah saudaranya ke daerah Jampang.

Peristiwa itu terjadi pada Ahad (5/5/219) sekira pukul 22.31 WIB semalam,

"Kami bersama aparatur Desa Nagrak Utara yang sedang melaksanakan piket, langsung meluncur ke lokasi kejadian serta melakukan koordinasi dengan BPBD dan Muspika Nagrak," jelas Miki Relawan P2BK Nagrak kepada sukabumiNews melalui WhatsApp.

Miky mengatakan, Untuk sementara ini Dia hanya bisa berupaya untuk menyelamatkan barang-barang perabotan rumah tangga milik korban.

Saat itu Miki juga menghimbau kepada warga masyarakat agar waspada dikala hujan deras mengguyur wilayah Nagrak terutama yang bertempat tinggal di zona rawan longsor.

Akibat insiden ini korban ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp40 juta. Hingga berita ini ditayangkan korban masih di ungsikan di rumah saudaranya di Jampang. “Untuk perkembangan informasi selanjutnya akan dilakukan update secara berkala apabila terdapat laporan tambahan," imbuh Miky.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, May 5, 2019

Redaksi sukabumiNews

Densus Bekuk 4 Teroris di Bekasi, Satu Ditembak karena Melempar Bom


sukabumiNews, BEKASI – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan operasi penangkapan terhadap empat terduga teroris di Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu (4/5/2019) kemarin. Keempatnya diduga bagian dari jaringan Jamaah Ansharut Daullah (JAD) Lampung.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, dari empat orang terduga teroris terdapat satu orang di antaranya ditembak Densus 88. Penembakan itu dilakukan karena pelaku diduga membahayakan petugas.

“Ya betul, hari ini ada penangkapan jaringan mereka (JAD Lampung) empat orang dan satu orang diambil tindakan tegas terukur karena membahayakan keselamatan anggota,” kata Dedi saat dikonfirmasi, Minggu (5/5/2019), dikutip dari POJOKBANDUNG.com.

Keempat terduga teroris tersebut diketahui berinisial T, IF alias Samuel, MC, dan AN. Mereka ditangkap di empat lokasi berbeda di daerah Bekasi, berikut dengan sejumlah alat bukti yang ditemukan petugas.

Dedi menjelaskan, IF alias Samuel ditangkap sekitar pukul 07.42 WIB di Jalan Dr Ratna, Jati Bening, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jati Asih, Kota Bekasi. Pada saat dilakukan penggeledahan terhadap tersangka IF alias Samuel ditemukan satu bom rakitan dari dari tabung gas.

“IF dibekuk pada saat anggota melaksanakan penyisirian, kemudian ditemukan dua orang tersangka dengan ciri-ciri yang sesuai di pinggir jalan. IF berhasil diamankan namun satu lagi tersangka Taripuddin melarikan diri,” ujarnya.

Selanjutnya pada pukul 08.18 WIB petugas kembali menangkap T alias Taripudin di Jalan Cluster The California, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jati Asih, Kota Bekasi. Namun saat dilakukan penangkapan tersangka berusaha melakukan perlawanan dengan cara akan melemparkan bom ke polisi.

“Tersangka dilumpuhkan oleh anggota dengan cara melakukan penembakan secara terukur dan bomnya meledak mengenai badan tersangka, sehingga mengakibatkan tersangka meninggal dunia di tempat,” paparnya.

Kendati demikian, Dedi belum bisa menjelaskan secara rinci soal identitas dua terduga teroris lainnya. Karena saat ini Tim Densus 88 masih melakukan pengejaran terhadap dua lainnya.

“Tunggu info Densus, tim masih berada di lapangan,” jelasnya. (jpc)


Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Diduga Terjangkit Virus DBD, Puluhan Warga Kebon Pedes Masuk Rumah Sakit

sukabumiNews, KEBON PEDES – Sebanyak Sepuluh orang warga di Desa Sasagaran, Kecamatan Kebon Pedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat di rujuk ke rumah sakit pada Sabtu (4/5/2019). Dua dari sepuluh orang diantaranya diduga terjangkit wabah virus Demam Berdarah Dengeu (DBD).

Camat Kebon Pedes, Ali Iskandar ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa sepuluh orang warganya tengah mendapatkan perawatan secara insentif di Rumh Sakit. Mereka berasal dari Kp. Selajambu RW.01, Kp. Cikaret Hilir, RW. 02, dan Kp. Sasagaran RW. 03, Desa Sasagaran Kecamatan Kebon Pedes Kabupaten Sukabumi.

"Kesepuluh orang tersebut dirawat inap dirumah sakit Hermina, Ridho Galih dan RS. Setukpa Polri Kota Sukabumi," kata Ali Iskandar kepada sukabumiNews, Ahad (5/5/2019).

Ali menjelaskan, awalnya sepuluh orang yang sakit itu diduga terjangkit wabah DBD, namun berdasarkan hasil laporan medis dari dokter yang merawat di Rumah sakit Setukpa Polri, dan Rumah Sakit Hermina, hanya dua orang saja yang dinyatakan suspect (tersangka) terjangkit DBD.

"Jadi dari sepuluh yang sakit, hanya dua orang suspect DBD, beberapa orang yang masih di rawat mengalami penyakit froztat, lambung dan gula darah, sementara sisanya sudah dipulangkan pihak Rumah Sakit dan dinyatakan sudah sehat," terang Ali.

Dia mengungkapkan, khusus untuk Desa Sasagaran dari beberapa bulan lalu sudah dilakukan penyuluhan dan melakukan kegiatan survey, karena pernah ditemukan kasus DBD di Kampung Cikaung, namun sudah ditangani.

"Untuk mencegah kasus yang sama, kami sudah melakukan upaya berupa mensterilkan beberapa rumah yang pernah terjangkit, selain itu kami juga menjadwalkan bersih-bersih lingkungan setiap Hari Jumat (Jumsih) dan 3M secara rutin," pungkasnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, April 30, 2019

Redaksi sukabumiNews

Sopir Diduga Ngantuk, Truk Tronton Tabrak Dua Mobil dan Grobak di Sukalarang

"Supir truk diduga mengantuk dan kehilangan kendali sehingga menabrak grobak dan kendaraan yang berada di depannya," ungkap Kanit Laka Lantas Polres Sukabumi Kota, Iptu Panji Setiaji, kepada wartawan.
sukabumiNews, SUKALARANG - Kecelakaan lalulintas terjadi di Jl. Raya Sukabumi - Cianjur Km.13 Desa Titisan Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, tepatnya di depan Alfamart GSI, Selasa (30/04/2019) siang. Akibat insiden tersebut,  sejumlah kendaraan dan grobak dagangan ruksak parah.

Keronologi kejadian berawal ketika truk tronton dengan nomor polisi D 9754 GR yang dikemudikan Suyanto (37) melaju dari arah Sukaraja menuju arah Cianjur.

Sesampainya di tempat kejadian, Suryanto yang diduga mengantuk kehilang kendali. Akibatnya, kendaraan yang dikemudikan Suryanto menabrak sejumlah gerobak dan mobil Baleno dengan nomor polisi (nopol) F 1632 GN milik Asep Triasmadi (39). Tidak hanya itu, motor jenis Honda Revo dengan nopol F 3893 YL milik Ujang Parman (43 tahun), serta Mobil Avanza dengan nopol F 1348 TK milik Erik Ober Simangunsong juga rusak tertabraknya.

"Supir truk diduga mengantuk dan kehilangan kendali sehingga menabrak grobak dan kendaraan yang berada di depannya," ungkap Kanit Laka Lantas Polres Sukabumi Kota, Iptu Panji Setiaji, kepada wartawan.

Akibat kecelakaan tersebut, truk Tronton Hino, mobil Suzuki Baleno, dan Toyota Avanza, serta semua grobak dagangan mengalami kerusakan. 

"Pengemudi kendaraan Baleno dan pedagang Sayuran mengalami luka-luka dan sudah dilarikan ke RS Hermina guna menjalani pengobatan dan perawatan secara intensif," tegasnya.


Pewarta: Rio Bagja Gumilar
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Warga Gentong Digegerkan dengan Penemuan Ular Piton

Warga memperlihatkan se-ekor Ular Piton yang ditemukannya pada Selasa (30/4/2019). [Foto: dok. Rio/sukabumiNews]----- 
sukabumiNews, SUKARAJA - Warga Kampung Gentong, Desa Pasirhalang Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi digegerkan dengan penemuan se-ekor ular piton yang berukuran besar di salah satu kandang ayam warga, Selasa (30/4/2019) pagi. Ular piton tersebut memiliki bobot 25 Kg dan panjang 4 meter.

Ular tersebut pertama kali di temukan oleh Dadang (50) warga Kampung Gentong, RT 04/08, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, yang hendak memberi makan ayam piaraan di kandang belakang rumah kontrakannya.

”Ketika saya buka pintu kandang yang terlihat bukan dua ekor ayam, malah kepala ular yang berukuran besar,” kata Dadang, kepada wartawan, Selasa.

Dengan perasaan kaget serta ketakutan, ia pun berlari dengan maksud memberitahu keberadaan ular itu kepada warga yang lainnya. Dalam waktu 10 menit, ular piton tersebut berhasih di tangkap warga.

”Posisi ular masih berada didalam kandang mungkin karena kekenyangan sudah makan 2 ekor ayam milik saya, sehingga tidak begitu sulit saat ditangkap oleh warga," tegasnya.

Setelah berhasil ditangkap, ular tersebut langsung dibawa oleh warga untuk di pelihara.


Pewarta: Rio Bagja Gumilar.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Dua Rumah di Lembursitu, Hampir Jatuh Tegerus Longsor

Dua rumah berlantai dua milik Ajat (51) dan Ahmad (60) yang berdiri tepat di atas tebing Sungai Cipelang Gede setinggi kira-kira 15 meter dan lebar sekira 20 meter yang beralamat di Kp. Warungkalapa RT. 001/001 Kelurahan Lembursitu Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi, Jawa Barat itu hampir jatuh tergerus tanah longsor yang terjadi pada Selasa (30/4/19), sekitar pukul 03.00 WIB pagi hari.
Dua rumah berlantai dua milik Ajat (51) dan Ahmad (60) yang berada tepat di atas tebing Sungai Cipelang Gede rawan hampir terbawa longsor. (Foto: Azis R./sukabumiNews)
-----
sukabumiNews, LEMBIRSITU - Cuaca Ekstrim yang dirasakan dalam dua pekan ini disinyalir banyak menimbulkan Bencana dimana-mana, tak terkecuali di wilayah Sukabumi, seperti musibah banjir dan longsor yang terjadi di pelosok-pelosok wilayah Kabupaten Sukabumi belakangan ini.

Se-iring dengan hal tersebut, BPBD Kota Sukabumi terus berupaya memberikan saran dan arahan kepada warga yang tinggal di daerah rawan bencana longsor agar selalu waspada. Bila perlu, warga dianjurkan untuk melakukan evakuasi sejak dini, seperti terhadap kedua pemilik rumah yang saat ini dikhawatirkan terkena musibah terbawa arus longsor.

Dua rumah berlantai dua milik Ajat (51) dan rumha Ahmad (60) yang berdiri tepat di atas tebing Sungai Cipelang Gede setinggi kira-kira 15 meter dan lebar sekira 20 meter yang beralamat di Kp. Warungkalapa RT. 001/001 Kelurahan Lembursitu Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi, Jawa Barat itu hampir jatuh tergerus tanah longsor yang terjadi pada Selasa (30/4/19), sekitar pukul 03.00 WIB pagi hari.

“Saat ini BPBD Kota Sukabumi telah memberikan saran dan arahan agar melakukan evakuasi terhadap kedua Kepala Keluarga (KK) untuk mengosongkan rumahnya dengan segera, sebab dilokasi tebing sungai yang longsor masih terdengar suara tanah dan material yang berjatuhan," ungkap Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD kota Sukabumi Zulkarnain Barhami kepada sukabumiNews, Selasa, siang.

"Saat ini kita sudah memasang police line dan terpal serta melakukan musyawarah dengan pihak Kelurahan, Babinsa Polsek dalam melakukan upaya cepat tanggap penanganan," jelas Zulkarnain.

Dia juga menghimbau agar masyarakat tetap waspada dalam menghadapi cuaca yang ekstrim ini. “Bilamana terjadi bencana diwilayahnya diharap warga langsung memberikan kabar kepada petugas kami." Tuturnya/



Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, April 28, 2019

Redaksi sukabumiNews

Duka Petugas KPPS

Indra Indrawan, Anggota KPPS TPS 12 Desa Karangtengah, Cibadak saat menjalani perawatan di salah satu RSUD.
-----
Lagi, Seorang Anggota KPPS di Karang Tengah Meninggal Dunia


sukabumiNews, CIBADAK - Indra Indrawan (34), warga Kp. Pasir Sireum RT.001/001 Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menghembuskan nafas terahkir saat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Cibadak pada Ahad (28/4/19) sekira pukul 18:00 WIB.

Indra Indrawan adalah salah satu Anggota Komisi Pemilihan Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 12 Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak pada Pemilu Serentak 17 April 2019. Dia diduga meninggal akibat kelelahan saat melaksanakan tugas sebagai KPPS yang selama beberapa hari  terus menerus dikerjakannya.

"Dia di kenal gigih tampa kenal lelah dalam menjalankan tugasnya," ungkap Gerry Imam Sutrisno, Kepala Desa Karangtengah kepada wartawan.


Gerry menjelaskan, Indra Indrawan (alm, red) sempat mendapatkan perawatan intensiv dirumah sakit, akan tetapi nyawanya tidak terselamatkan.


"Semoga amal ibadah almarhum di terima di sisi Yang Maha Kuasa, dan semoga pula pihak keluarga yang di tinggalkan di beri ketabahan dalam menghadapi musibah ini," ucap Gerry seraya menambahkan, "kami dari pemerintah Desa Karangtengah ikut berbelasungkawa atas kepergian korban."


Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Sukabumi, Meri Sariningsih ketika dihubungi sukabumiNews menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Pejuang Demokrasi ini.


"Semoga Alm Indra Indrawan diampuni segala dosanya dan bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan." ucap Meri, Senin (28/4/2019).


Meri mengungkapkan, sampai saat ini tercatat sudah 7 orang petugas KPPS di Sukabumi yang gugur dalam menjalankan bertugasnya.



Pewarta: Azis R.



Editor: AM.
Copyright © CUKABUMINEWS 2019

Saturday, April 27, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pabrik Serabut Kelapa di Gunung Puyuh Hangus Terbakar

sukabumiNews, GUNUNG PUYUH - Pabrik serabut kelapa Nobolindo Prima yang berlokasi di Jln. Merbabu No.11 Kelurahan Karang tengah Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi, hangus di lalap api. Peristiwa terjadi pada Sabtu, 27 April 2019 sekitar pukul 10.00 WIB, siang.

Informasi yang dihimpun sukabumiNews, pabrik yang di miliki Agus Rian ini diduga terbakar akibat bocornya tungku oil yang sedang dalam masa ujicoba.

Beruntung, 4 unit mobil Pemadam Kebakaran beserta 1 unit Rescue dengan 20 orang petugas segera datang ke lokasi untuk memadamkan api. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Meski demikian, akibat peristiwa ini pemilik pabrik diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp100 juta.

"Tidak ada kendala dalam menangani kebakaran ini, akan tetapi petugas agak kesulitan untuk menuju lokasi TKP sebab akses jalan terbilang kecil dan berbelok-belok sehingga kendaraan Damkar harust terparkir panjang," kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi Zulkarnain Barhami kepada wartawan.

"Alhamdulilah dalam waktu 30 menit petugas sudah bisa memadamkan serta mendinginkan kobaran api," tambahnya.

Zulkarnain mengungkapkan, kurang lebih 9 kejadian peristiwa kebakaran sepanjang tahun 2019 di wilayah Kota Sukabumi ini. “Penyebnya hampir semua dipicu oleh hubungan arus pendek listrik." jelas Zulkarnain.



Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, April 26, 2019

Redaksi sukabumiNews

60 Rumah Ambruk, 125 Lainnya Terancam Rusak Akibat Pergeseran Tanah di Nyalindung

sukabumiNews, NYALINDUNG – Tercatat sejumlah 60 rumah ambruk dan 125 lainnya terancam rusak akibat bencana pergeseran tanah di wilayah Kampung Gunungbatu Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jum’at (26/4) petang.

Warga yang terkena musibah diungsikan ke mesjid dan mushola setempat yang aman dari dampak bencana.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan jumlah rumah di Kampung Gunungbatu berjumlah 109 unit yang dihuni 109 kepala keluarga dengan 352 jiwa.

"Sebagai langkah pencegahan kami sudah menyiapakan lokasi pengungsian di tempat yang aman. Kami sudah mendirikan tenda pleton dan tenda familiy serta fasilitas lainnya," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Maman Suherman kepada wartawan di lokasi bencana.

Dengan adanya peristiwa ini beberapa Ormas Kepemudaan seperti GPI, FKPPI dan Pemuda Bulan Bintang, ikut turun membantu masyarakat dalam penanganan bencana. "Ini perlu penanganan serius dari semua pihak, terutama Pemerintah Daerah. Ini bisa masuk kategori bencana nasional," ujar Pengurus FKPPI Jajat Sudarjat, kepada sukabumiNews di lokasi pengungsian.

Sementara, salah seorang korban yang rumahnya ikut Ambruk, Reswita measa khawatir akan kondisinya saat ini. “Kami khawatir dengan anak-anak yang masih kecil karena kami sudah tidak lagi punya tempat tinggal." Keluh Reswita.


Pewarta: Jaka S.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, April 25, 2019

Redaksi sukabumiNews

Petugas KPPS Meninggal di Pemilu Serentak Tembus 225 Orang

Ilustrasi petugas mengawal jalannya pemilu serentak. KPU mencatat 225 petugas KPPS meninggal dunia selama bertugas. (ANTARA FOTO/Irfan Anshori)
-----
sukabumiNews, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia pada penyelenggaraan Pemilu 2019 bertambah menjadi 225 orang. Jumlah korban itu didasarkan pada data yang masuk ke KPU per Kamis (25/4) hingga pukul 18.00 WIB.

Komisioner KPU, Viryan menyatakan angka itu melonjak naik dari jumlah sebelummya yang berjumlah 144 orang yang tercatat pada Rabu (24/4).

"Data hingga pukul 18.00 WIB sebanyak 225 petugas KPPS wafat dalam bertugas," kata Viryan saat dihubungi wartawan, Kamis (25/4).

Selain itu, Viryan turut merinci petugas KPPS yang turut mengalami sakit dengan jumlah 1.470 orang. Sehingga, total keseluruhan antara petugas yang meninggal dan sakit sebanyak 1.695 orang.

"Jumlah petugas yang sakit sampai saat ini berjumlah 1.470 sehingga keseluruhan totalnya saat ini 1.695," kata dia, seperti dikutip sukabumiNews dari CNN Indonesia.

Terpisah, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan menegaskan bahwa pemerintah tak akan abai dan bertanggungjawab untuk mengulurkan bantuan bagi keluarga korban. "Udah nanti negara yang bertanggung jawab," kata dia.

Wahyu Setiawan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Sementara itu, Sekretaris Jenderal KPU Arif Rahman Hakim menyebut pihaknya masih menunggu besaran santunan untuk keluarga korban petugas KPPS yang meninggal dunia dan sakit dari Kementerian Keuangan.

Ia mengatakan alokasi dana santunan bagi keluarga korban akan diberikan dari optimalisasi anggaran KPU. Arif menyatakan Kemenkeu akan membeberkan nominal besaran santunan yang akan diterima keluarga korban pada pekan ini.

"Pembayaran menggunakan optimalisasi anggaran KPU. Kami dijanjikan minggu ini," kata Arif.

Jatuh korban dalam pemilu serentak tahun ini sebelumnya juga direspons Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD. Ia mengamini pemilu serentak membuat durasi kerja KPPS menjadi bertambah.

Mahfud menyebut hal itu berdampak pada petugas KPPS kelelahan hingga jatuh sakit dan meninggal dunia. "Harus ditinjau lagi yang dimaksud pemilu serentak itu apa sih? Apakah harus harinya sama? Atau petugas lapangan harus sama sehingga tidak bisa berbagi beban? Atau bagaimana? Itu kita evaluasi lagi," tutur dia.

Seperti diketahui, korban meninggal dunia tak hanya dari petugas KPPS. Bawaslu mencatat turut meninggal dunia 33 anggota panitia pengawas pemilu (panwaslu) di sejumlah daerah. Sementara dari pihak kepolisian, Polri mengonfirmasi 16 personel juga meninggal dunia, didominasi faktor kelelahan.[]
close
close