Breaking
loading...
Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Showing posts with label pendidikan. Show all posts

Friday, August 23, 2019

Redaksi3

Sambangi SMKN 1 Surade, UPTD Dukcapil Berhasil Rekam 150 Data Siswa

Dukcapil Surade rekam e-KTP
Antusias para siswa SMKN 1 Surade pada program Disdukcapil sambangi sekolah di ruang Laboratoriun Komputer SMKN 1 Surade, Jum'at (23/8/2019)  
sukabumiNews, SURADE – UPTD Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) melalui programnya menyambangi langsung lembaga sekolah, berhasil melakukan perekaman KTP Elektronik terhadap 150 siswa SMKN 1 Surade. Kegiatan yang diinisiasi oleh UPTD Dukcapil Surade ini dilangsungkan di ruang Labaratorium Komputer SMKN 1 Surade, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (23/08/2019).

Kegiatan menyambangi sekolah secara langsung ini merupakan penetrasi program Disdukcapil Kabupaten Sukabumi guna mempercepat pelayanan perekaman e-KTP bagi pelajar yang sudah cukup usia.

"Alhamdulillah, hari ini kita berhasil melakukan perekaman data e-KTP untuk 150 siswa yang ada di SMKN 1 Surade. Kegiatan menyambangi sekolah secara langsung merupakan komitmen untuk mempermudah warga mendapatkan e-KTP, khususnya pelajar yang sudah cukup usia," ungkap Kasubag Tata Usaha UPTD Dukcapil Surade, Endang kepada sukabumiNews, Jumat (23/08/2019).

Pelaksanaan perekaman e-KTP di sekolah-sekolah yang beroperasi di wilayah pajampangan, lanjut Endang, sudah berjalan memasuki tahun 2019 dan telah berhasil merekam sebanyak 700 data siswa untuk memiliki KTP Elektronik.

"Sebelumnya, sudah ada daftar sekolah- sekolah yang ingin disambangi langsung untuk dilakukan perekaman e-KTP. Selama 2019 ini, total data siswa yang berhasil direkam ada sebanyak 700 orang siswa," jelas Endang.

Endang menyebutkan beberapa wilayah yang sudah masuk kedalam daftar pelaksanaan perekaman e-KTP meliputi wilayah Cibitung, Surade, Ciracap, Tegalbuleud dan beberapa sekolah diantaranya SMKN 1 SURADE, MAN 3 SUKABUMI, SEMANIS, SMK BINA BANGSA dan SMK NUSA PUTRA. "Kegiatan ini akan kita lakukan walaupun di luar jam kantor,"tandas Kasubag Tata Usaha UPTD Dukcapil Surade, Endang.

Terlaksananya program perekaman yang dilakukan oleh UPTD Dukcapil Surade, membuat Dede Ahmad Hadi, seorang guru Mata Pelajaran Fisika di SMKN 1 Surade angkat bicara. Dede mengapresiasi program tersebut lantaran dinilainya tepat sasaran dan sangat membantu para siswa untuk mendapatkan KTP elektronik.

"Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas kinerja yang dilaksanakan oleh UPTD Dukcapil Surade yang telah menjalankan program perekaman e-KTP di almamater kami. Jelas, ini sangat bermanfaat karena telah meringankan anak-anak didik kami," ungkap Dede Ahmad Hadi.

Di tempat yang sama, Perdi (18) siswa Kelas XII, Jurusan Tehnik kendaraan ringan otomotif (TKLO) merasa bangga karena sebentar lagi dirinya akan memiliki KTP elektronik. Warga asal kp. Cijangkar RT 31, RW 07, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi itu, juga mengucapkan rasa terima kasih kepada pihak sekolah dan UPTD Dukcapil Surade karena telah mengakomodir harapannya memiliki KTP elektronik.

"Saya senang dan bangga karena akan punya e-KTP. Saya berterima kasih kepada pihak sekolah dan UPTD Dukcapil Surade," tutur Perdi.


Pewarta : Azis R/YK
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, August 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Talk Show BKK SMK YASTI, Kerja di Jerman atau Malaysia Bukan Sekedar Impian

Talk Show BKK SMK Yasti Cisaat
Ratusan Siswa kelas XII SMK Yasti Cisaat saat menyimak pemberi materi di acara Talk Show BKK SMK YASTI di aula sekolahnya.  
sukabumiNews, CISAAT – Berbagai usaha dilakukan baik oleh instansi, lembaga-lembaga terkait maupun elemen masyarakat lain untuk menanggulangi pengangguran. Namun demikian, banyak juga usaha-usaha yang telah dilakukan seolah kandas lantaran tidak didukung oleh skil (keahlian) dan SDM yang memadai.

Berkaitan dengan usaha tersebut, Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Yayasan Tarbiyah Islamiyah (YASTI) YASTI Cisaat Sukabumi membuka diri, memberikan informasi terutama kepada anak-anak SMK, agar bisa lebih terbuka wawasannya mengenai bagaimana peluang kerja, dengan menggelar  Talk Show BKK yang mengangkat beberapa hal terkait pungsi dan keberadaan BKK di sekolahnya.

Kepala BKK SMK YASTI Cisaat, Ade Puri saat menggelar acara tersebut di SMK yang berlokasi di Jl. Raya Veteran No.66, Cisaat, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat beberapa waktu lalu, kepada wartawan mengatakan bahwa kegiatan yang digelarnya merupakan salah satu langkah untuk menanggulangi pengangguran di Sukabumi.

Tidak tanggung-tanggung, kegiatan yang bertajuk ‘Kerja di Jerman atau Malaysia Bukan Sekedar Impian” itu, pihak YASTI mendatangkan salah satu pembicara dari LPK Jerman.

“Kebetulan hari ini kita kedatangan tamu dari beberapa LPK yang resmi, yang diakui oleh pemerintah mulai dari Jerman, Jepang, dan Korea. Informasi-informasi ini tentu saja sangt bermanfaat buat anak-anak, sehingga memungkinkan anak itu bisa mempunyai pilihan-pilihan ketika nanti mereka keluar dari YASTI ini. Itulah yang menjadi tujuan kegiatan kita hari ini,” jelas Kepala BKK SMK YASTI Cisaat, Ade Puri saat Talk Show berlangsung.

Dia menambahkan, kegiatan yang dilaksanaknnya bekerjasama dengan beberapa LPK, untuk mempasilitasi kerja ke luar negeri. “Kalau yang lain-lainnya, dalam negeri, saya rasa sering,” tuturnya.

Lebih lanjut Ade mengatakan, keahlian yang banyak dibutuhkan oleh lapangan kerja lebih ke pekerjaan yang sifatnya formal, seperti pegawai rumah tangga dan lain-lain. “Jadi mereka, agen-agen ini mempersiapkan lapangan kerja untuk jadi pekerja yang sifatnya formal, seperti di pabrik yang berada di Malaysia dan negara yang lain,” ujar Ade.

Adapun jelas Ade selain ada alumni, mereka yang mengikuti BKK ini adalah kelas XII. Mereka berasal dari 4 jurusan yaitu jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP), Tata Busana,  Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP), dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ).

“Kami berharap, ketika ada kerja ke luar, lulusan-lulusan SMK dari YASTI ini sudah punya pilihan yang pasti, mau ke perguruan tinggi atau bekerja. Jangan sampi nanti pas keluar itu dia tidak mempunyai keinginan apa-apa atau cita-ciata. Makanya kami mecoba untuk memberikan pilihan-pilihan kepada anak-anak,” harap Ade Puri.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pembina YASTI Asep Iwan menuturkan, dari pihak Yayasan selaku penyelenggara lembaga-lembaga pendidikan yang ada di YASTI kuhus SMK, berharap pada tahun ini ada revitalisasi, lebih memperkuat dari sisi kualitas penyelenggaraan pendidikan di SMK YASTI.

Sebab menurutnya, salah satu indicator keberhasilan sebuah SMK itu diantaranya, SMK tersebut bisa mendorong calon-calon lulusan, atau calon-calon alumninya, agar bisa menangkap berbagai peluang informasi kerja dalam dan luar negeri.

“Di SMK YASTI ini Alhamdulillah diantaranya ada program Bisnis Daring dan Pemasaran. Itu kita kerjasama dengan Alpamart. jadi Alpamart memberikan bantuanprogram kepada AMK YASTI berupa Alpamart Class, dan kita bisa lihat di depan ada mini market, khusus untuk praktek anak-anak jurusan pemasaran,” ungkapnya.

“Dan setiap tahun pihak Alfamart ada rekruitmen untuk bekerja di Alfamart seluruh Indonesia. Jadi Alhamdulillah SMK YASTI mendapat kepercayaan dari pihak swasta khususnya untuk jurusan pemasaran, untuk dapat bekerjam,” jelas Asep Iwan.

Kemudian untuk Tenaga Kerja Luar Negeri (TKLN), jelas dia lagi, ini sangat penting sekali karena untuk mengubah pola fikir dari masyarakat, bahwa bekerja di Luar Negeri itu, tanda kutip. Karena tutur Asep, banyak sekali pemberitaan di televisi tentang bejerja di luar negeri yang mungkin kuarang bagus.

“Kami mencoba dari SMK YASTI ini untuk mengubah pola fikir tersebut, bahwa banyak jabatan-jabatan kerja di Luar Negeri, khususnya formal, itu yang menjanjikan bagi lulusan SMK. Nah, Kita bekerjasama dengan beberapa perusahaan dan agen, serta Balai Latihan Kerja yang ada di Indonesia ini, untuk dapat menyalurkan alumni-alumni kita ke Luar Negeri,” bebernya.

Saat ini, terang Asep, ada kegiatan sosialisasi yang di inisiasi dari BKK dan Yayasan yang dihadirkan dari Bright Education Indonesia. “Ini salah satu agen untuk Jerman. Ternyata peluang kerja di Eropah itu luar biasa banyak. Dan peluang ini harus kita rebut,” tegas Asep.

Oleh karenanya tutur Asep, dari pihak Yayasan mendorong pihak SMK untuk mempersiapkan diri dan supaya lebih tanggap terhadap peluang-peluang yang begitu cepat saat ini.

Untuk mengetahui wawancara lengkap hasil liputannya, Lihat Video berikut:


Pewarta: Isman S
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, August 12, 2019

Redaksi sukabumiNews

52 Dewan Guru MTs N 4 Berbagi Danging Qurban kepada 620 Siswa dan Warga Miskin

qurban iduladha 1440H
sukabumiNews, PIDIE – Guru-guru yang mengajar di MTs N 4 Pidie memberikan sumbangan daging Qurban kepada 620 siswa dan warga miskin di sekitar lingkungan MTs N 4 terdekat. Sumbangan daging qurban yang dibagikan oleh sekolah tersebut adalah hasil dana qurban yang terkumpul dari gaji para guru MTs N 4 Pidie dan karyawannya selama satu tahun.

“Sumbangan hewan qurban ini bersumber dari gaji 52 Dewan guru dan karyawan MTs N 4 Pidie yang terkumpul selama satu tahun. Setiap bulan, mereka menyisihkan sekurangnya Rp200 dari gaji yang diterimanya untuk berqurban, hingga terkumpul sebanyak 8 ekor lembu,” beber Ketua Panitia Qurban MTs N 4 Pidie Mahdiah, S.Ag., kepada sukabumiNews, ditemui saat pembagian daging qurban di sekolahnya, Senin (12/8/2019).

daging qurban
“Sebanyak 8 ekor lembu hewan qurban akan dibagikan kepada 620 siswa-siswi. Selebihnya akan dibagikan kepada fakir miskin di sekitar sekolah,” terangnya.

Mahdiah berharap, semoga kedepan hewan qurban yang terkumpul dari sumbangan para dewan guru dan karyawan sekolahnya bisa bertambah lagi.

“Banyak makna yang dapat diambil dari pemotongan hewan Qirban ini. Salah satunya yaitu untuk mendekatkan diri dengan Allah Swt, terutama untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap siswa-siswi, dan sebaliknya, juga terhadap warga disekitar sekolah,” imbunya.

Selain itu kata dia, hal ini dilakukan untuk memberi motivasi kepada para siswa, dewan guru serta sekolah lain diseluruh Kabupaten Pidie, akan pentingnya makna dan manfaat berkurban.

Pewarta: Zoni Jami
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, August 11, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ratusan Pelajar SMP 3 Muntiara Timur Pidie Kebagian Danging Qurban Hasil Tabungan Dewan Guru

qurban
sukabumiNews, ACEH PIDIE – Sejumlah 300 pelajar (siswa-siswi) SMP 3 Mutiara Timur Pidie mendapat bagian daging Qurban dari sekolahnya. Daging Qurban yang dibagikan merupakan hasil  tabungan qurban yang terkumpul dari seluruh dewan guru SMP 3  yang beralamat di Nibong, Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh.

“Alhamdulillah tahun ini kita dapat memotong 4 ekor hewan Qurban lembu Jantan yang akan dibagikan kepada 300 siswa-siswi, warga dekat sekolah, Komite Sekolah dan Dewan guru SMP 3 Muntiara Timur Pidie,” ujar Kepala SMP 3 Muntiara Timur Pidie, Syahfawi, S.P.d, M.S.i kepada sukabumiNews di lokasi pemotongan, kompleks sekolah tersebut, Ahad (11/8/2019).

Syahfawi mengatakan, hikmah yang bisa kita ambil dari pemotongan dan pembagian Qurban ini adalah kerelaan dan keikhlasan. “Ini jika kita lihat dari sisi ibadah,” terangnya.

Dijelaskan Syahfawi, para siswa-siswi dan guru-guru yang bertugas di SMP 3 ini sudah sejak satu tahun menabung untuk mendapatkan 4 ekor lembu guna diqurbankan di hari Raya Idul Adha 1440 Hijriyah ini.

“Kami berharap, dengan rutin melaksanakan Qurban di setiap Hari Raya Haji, bisa menjalin silaturahmi yang baik dengan para siswa-siswi hingga mereka bisa menyintai sekolahnya dengan baik,” tutup Kepala SMP 3 Muntiara Timur Pidie itu.

BACA Juga:
52 Dewan Guru MTs N 4 Berbagi Danging Qurban kepada 620 Siswa dan Warga Miskin


Pewarta: Zoni Jamil
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, July 29, 2019

Redaksi3

Disdik Kabupaten Sukabumi Klarifikasi Soal Isu Anak Terlantar yang Tidak Mampu Bersekolah di Dikdas

Kabid SD Disdik Kabupaten Sukabumi
Kabid SD Disdik Kab. Sukabumi, Agus Muharam dengan K3S dan Kepala Sekolah SDN Padaasih.*  
sukabumiNews, CISAAT - Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi, Agus Muharam mengklarifikasi adanya  isu anak terlantar yang tidak mampu bersekolah dasar disebabkan harus membantu orangtuanya berjualan agar-agar dijalanan Sukabumi. Isu ini sempat viral di bergagai media sosial (medsos).

Mengenai isu viral tersebut, Agus Muharam secara rinci mengaku telah memberikan klarifikasi saat melakukan kunjungan ke SDN Padasih Cisaat dan sudah melalukan pertemuan dengan Pemdes Cisaat di Kantor Desa Cisaat, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Senin (29/7/2019).

Agus Muharam menegaskan, setelah ramai diperbincangkan di media sosial, pihaknya langsung mengunjungi Desa Cisaat guna mendapatkan informasi lengkap mengenai kebenaran isu viral anak terlantar yang tidak pernah mengenyam pendidikan dasar itu. Setelah mendengar informasi lengkap dari desa Cisaat, Kabid SD itu memastikan bahwa anak tersebut masih bisa sekolah di SDN terdekat.

"Jujur, kami prihatin melihat kondisi seperti ini. Kami sudah menerima informasi lengkap dari pihak desa Cisaat. Atas nama Dinas Pendidikan, kami pastikan saat ini juga anak tersebut bisa bersekolah di SDN Padaasih di Kecamatan Cisaat," jelas Agus Muharam kepada sukabumiNews, Senin (22/7/19).

Agus mengungkap, kejadian langka itu dilatarbelakangi oleh keadaan orangtua anak yang tidak stabil. Dia menyebut ada beberapa factor yang melatar belakangi hal tersebut. Salahsatunya karena kondisi ayah dari anak tersebut sedang dalam keadaan sakit, dan Ibunya bekerja di luar negeri, sehingga anak tersebut benar-benar terlantar pendidikannya.

"Alhamdulillah, saat ini kami sudah menemui semua keluarganya, termasuk kakaknya anak itu,” ungkap Agus Muharam. “Kita harus mengambil pelajaran dari kejadian ini, yakni selalu siap sedia mendukung warga yang terkendala berbagai faktor dalam melaksanakan Wajar Dikdas," pungkasnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, July 25, 2019

Redaksi3

Soal Isu Pengibaran Bendera, Kapolda Jabar Tegaskan MAN 1 Cibadak Anti Radikalisme

MAN 1 Cibadak
Kapolda Jabar Irjen. Pol Rudy Sufahriadi tengah, berfoto bersama Kapolres Sukabumi, Kepala Sekolah beserta jajaran staf Guru, dan para Siswa-Siswi MAN 1 Cibadak. (FOTO: Azis R./sukabumiNews)* 
sukabumiNews, CIBADAK - Kapolda Jawa Barat, Irjen. Pol. Rudy Sufahriadi, hari ini mengunjungi Sekolah Madrasah Aliah Negeri (MAN 1) Cibadak guna melakukan pengawasan dan pembinaan kepada siswa-siswa di MAN tersebut. Dalam kunjungannya, Kapolda menegaskan soal isu pengibaran bendera Tauhid yang diduga berafiliasi dengan Ormas HTI itu tidak benar. Mereka, kata Kapolda, sama sekali tidak mengetahui substansi masalah dan anti radikalisme.

"Terkait kejadian itu (pengibaran bendera Tauhid diduga berafiliasi dengan HTI) itu semua sudah kita proses. Kabar itu belum tentu benar dan juga hoax. Kejadiannya ada tapi anak-anak tidak faham menjadi masalah. Mereka sama sekali anti radikalisme," ungkap Kapolda saat mengunjungi MAN 1 Cibadak di Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi kepada sukabumiNews, Kamis (25/07/2019).

Selain menegaskan perihal anti radikalisme, Kapolda menyeru bahwa kunjungannya ke MAN 1 Cibadak merupakan taqdir Allah SWT. Karena menurut Kapolda, sekolah MAN 1 Cibadak merupakan sekolah hebat yang syarat prestasi. Dia memuji tentang berbagai keberhasilam yang diraih oleh siswa dan guru di MAN 1 Cibadak itu. Sebagai penutup pertemuan, Kapolda menghimbau dan mengajak semua lapisan masyarakat untuk menjaga sekolah yang anti radikalisme itu.

"Ini sekolah hebat, siswanya juga hebat. Harus kita jaga bersama-sama. Yang paling penting, ingat meraka anti radikalisme," tegas Kapolda.

Mengdengar penjelasan Kapolda Jabar, Kepala Sekolah MAN 1 Cibadak, Kabupaten Sukabumi, H. Pahirudin S, AG. menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kapolda Jabar dan Jajarannya. Dia tampak gembira dengan pembinaan dan penegasan anti radikalisme yang disampaikan oleh Kapolda. Dia juga menyebut, kontribusi masyarakat, pemerintah dan pers sangat terasa dan membantu kepada peningkatan kualitas pendidikan di MAN 1 Cibadak.

"Ini pelajaran berharga dan PR berat yang harus kita jawab dengan tindakan lebih baik. Ke depan, Insyaallah kejadian yang berpotensi melahirkan faham radikalisme akan terus kita awasi. Walau hanya sekedar miskomunikasi, tapi mejadi attensi pihak sekolah," papar Pahirudin.

"Kami berterima kasih kepada Bapak Kapolda Jabar, Kapolres Sukabumi dan Kapolsek Cibadak atas pembinaan dan pengawasannya yang dengan semangat dan ikhlas diberikan ke almamater kami," tambahnya.


Pewarta : Azis. R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 201
close
close
close