Breaking
loading...
Showing posts with label lintasdaerah. Show all posts
Showing posts with label lintasdaerah. Show all posts

Sunday, May 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pasar Kosambi Bandung Kebakaran, Belum Diketahui Penyebab serta Kerugian Akibat Insiden Ini

Foto: Petugas Pemadam Keebakaran tengah berusaha memadamkan api agar tidak melebar.
-- 
sukabumiNews, BANDUNG – Kebakaran melanda sebagian bangunan Pasar Kosambi, Kota Bandung. Insiden terjadi sekira pukul 21.00 WIB, Sabtu (18/5/2019).

Para pedagang di basement (lantai dasar) pasar tersebut berusaha menyelamatkan barang-barang dari amukan api yang membesar.

Pantauan sukabumiNews di lokasi kejadian, mereka berhamburan mengamankan barang-barangnya dari dalam pasar.

Diki, (55) seorang pedagang asal Garut mengaku, Ia menyelamatkan barangnya dalam keadaan gelap.

"Saya sempat kaget, kebakaran begitu cepat karena tadi angina terasa cukup kencang juga,” ucap Diki kepada sukabumiNews.

Sementara di kolasi kejadian terlihat beberapa mobil kebakaran tengah berusaha memadamkan api.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran serta kerugian yang dialami para pedagang.


Pewarta: Novi Gumilar
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, May 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Penyanyi Asal Sukabumi Agus Yusof Ekspos Penderitaan Palestina Lewat Lagu Religi

FOTO: Agus Yusof saat merilis  album Penawar Rindu. (Dok. Istimewa/M. Fadhli/sukabumiNews)
-- 
sukabumiNews, PADANG – Konflik antara Palestina dan Israel yang telah memakan korban jiwa dengan luka parah dan terhitung jumlahnya, membuat Agus Yusof terketuk untuk menuangkannya lewat lagu Qul Yaa Adzim. Lagu ini merupakan salah satu lagu pada album Penawar Rindu yang resmi dirilisnya pada Sabtu 11 Mei 2019 di salah satu Hotel di Batam dalam acara Buka Puasa bersama untuk solidaritas Palestina.

Lagu yang berjudul Qul Yaa Adzim isinya tentang kesedihan yang pasti menimpa semua orang kecuali orang-orang yang senantiasa mengingat Allah, sekaligus memberi dukungan moril kepada saudara-saudara se-iman yang terkena konflik di negara-negara islam seperi Palestina, Uighur (China), serta Rohingya (Myanmar). Semoga lagu ini menginpirasi dan kita yang berada di Tanahair semakin bersyukur dan lebih peduli,” jelas Agus Yusof, saat diwawancarai sukabumiNews, Rabu (15/5/2019).

Agus Yusof menuturkan, sangat banyak hal yang bisa dilakukan untuk membantu para korban di wilayah konflik. Dalam hal ini Agus mengajak kepada semua untuk  sama-sama menyisihkan sebagian harta yang sudah Allah berikan dengan berbagi kepada mereka. “Ini cara yang paling mudah untuk kita berbagi,” ucap Agus.

Dia menyebut, selain lagu Qul Yaa Adzim, pada album Penawar Rindu juga terdapat lagu yang berjudul; Purnama Terindah, Thalama Asyku, Penawar Rindu, Yaa Tawwab, Hunul Khatimah, Sepohon Kayu, dan Istighfar. Album ini sudah tersedia di IslamicTunes dan digital music store lainnya.

“Lagu-lagu terbaru saya ini saya tulis sendiri, aransemen musiknya digarap oleh Keny Saputra, arranger yang sudah memenangkan berbagai Perlombaan. Di antaranya Juara 1 Gitaris Yamaha 2018 Tingkat Nasional, dan memdapatkan hadiah tour ke Jepang bersama Andra Ramadhan,” tambah Agus.

Agus Yusof, Penyanyi  Nasyid Indonesia. 
Dikatakan Agus, tujuan dia untuk bernasyid adalah supaya lebih mendekatkan diri kepada Allah dan lebih mengenal Rasulullah, serta belajar untuk lebih mencintainya. Karena, hemat Agus, semua hadir di dunia ini adalah karena Allah dan Rasulnya.  Adapun tambah Dia lagi, pesan khusus dari syair lagu ini adalah agar syi’ar islam semakin semarak, “karena lagu-lagu saya juga ada yang berpesan pada umat muslim dunia,” imbuhnya.

Dalam lagu yang dirilisnya, Agus memadukan bahasa Arab dan Indonesia. “Insya Allah dalam waktu dekat kita akan buat video klip Qul Yaa Adzim.  Agar lebih mengena, kita akan buat versi sulih bahasanya, baik inggris  juga Indonesia. Untuk arransemen kita buat senyaman mungkin, easy listening, dengan sentuhan gitar latin yang menyejukkan hati. Perpaduan musik Arab dan Melayu, juga sentuhan jazz,” beber musisi nasyid asal Sukabumi dari Kota Bandung yang saat ini aktif berdakwah di Kepulauan Riau itu.

Agus Yusof berharap dengan merilis lagu-lagu nasyid semoga semakin terjalin silaturrahmi antar ummat. Dan semoga pula, harap Agus, Syi’ar islam semakin melebar luas. “Tidak hanya di kalangan penggiat majelis ilmu saja, tetapi bisa masuk ke kalangan milenial, dan bahkan saudara-saudara yang berbeda agama agar mereka tahu bahwa islam itu agama yang damai, mencintai kedamaian, indah dan tentunya  rahmatan lil aalamiin,” pungkas Agus Yusof.


Pewarta: M. Fadhli
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, April 30, 2019

Redaksi sukabumiNews

Warga Gentong Digegerkan dengan Penemuan Ular Piton

Warga memperlihatkan se-ekor Ular Piton yang ditemukannya pada Selasa (30/4/2019). [Foto: dok. Rio/sukabumiNews]----- 
sukabumiNews, SUKARAJA - Warga Kampung Gentong, Desa Pasirhalang Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi digegerkan dengan penemuan se-ekor ular piton yang berukuran besar di salah satu kandang ayam warga, Selasa (30/4/2019) pagi. Ular piton tersebut memiliki bobot 25 Kg dan panjang 4 meter.

Ular tersebut pertama kali di temukan oleh Dadang (50) warga Kampung Gentong, RT 04/08, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, yang hendak memberi makan ayam piaraan di kandang belakang rumah kontrakannya.

”Ketika saya buka pintu kandang yang terlihat bukan dua ekor ayam, malah kepala ular yang berukuran besar,” kata Dadang, kepada wartawan, Selasa.

Dengan perasaan kaget serta ketakutan, ia pun berlari dengan maksud memberitahu keberadaan ular itu kepada warga yang lainnya. Dalam waktu 10 menit, ular piton tersebut berhasih di tangkap warga.

”Posisi ular masih berada didalam kandang mungkin karena kekenyangan sudah makan 2 ekor ayam milik saya, sehingga tidak begitu sulit saat ditangkap oleh warga," tegasnya.

Setelah berhasil ditangkap, ular tersebut langsung dibawa oleh warga untuk di pelihara.


Pewarta: Rio Bagja Gumilar.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, April 16, 2019

Redaksi sukabumiNews

Bagikan Uang di Masa Tenang, Caleg Partai Golkar Tertangkap Tangan Petugas TPS

Salah satu meme tolak politik uang yang disebar Bawaslu Sulsel jelang hari pencoblosan Pemilu 2019 yang jatuh pada 17 April mendatang. (Foto: dok. Istimewa)
Lagi, Caleg Golkar Bagikan Uang Ditangkap Petugas, Siapkan Amplop Isi Rp 200 Ribu

sukabumiNews, POLEWALI – Calon anggota Legislatif  atau Caleg Partai Golkar berinisial HSL membagikan uang kepada rakyat di Provinsi Sulawesi Barat atau Sulbar pada masa tenang kampanye. Sebagaimana telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) masa tenang kampanye berlangsung 14-16 April 2019.

HSL akan maju menjadi anggota DPRD Provinsi Sulbar dari daerah pemilihan atau dapil Sulbar 2. Dia tertangkap tangan oleh petugas TPS saat sedang membagi-bagikan uang Rp 200.000 kepada warga di salah satu rumah warga di Desa Sumarrang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Senin (15/4/2019).

Pembagian uang oleh HSL yang juga Ketua DPRD Polewali Mandar periode 2004-2009 ini diduga terkait pencalonan dirinya kembali sebagai caleg DPRD Sulbar.

Koordinator Wilayah Panwascam Campalagian, Usman, membenarkan adanya laporan petugas TPS yang memergoki salah satu caleg DPRD provinsi dari Partai Golkar yang maju di DPRD Provinsi dapil Sulbar 2.

Temuan oleh Pengawas TPS ini kemudian di laporkan dan ditindak lanjuti oleh Panwascam Campalagian.

"Kebetulan rumah yang didatangi oknum caleg yang bersangkutan, merupakan keluarga salah satu Pengawas TPS yang memergoki HSL," kata Usman.

Usman mengatakan, upaya pembagian uang ini dilakukan langsung oknum caleg tersebut di rumah salah satu warga. Saat sedang membagikan uang, salah satu pengawas TPS datang dan langsung mengambil foto dan rekaman video.

Sang caleg kaget saat dirinya jadi sorotan kamera ponsel petugas TPS yang merekam aktivitasnya. HSL bahkan sempat merampas HP petugas TPS dan meminta menghapus rekaman video dan foto-foto yang terekam kamera petugas.

"Sedang memberikan uang sebanyak Rp 200.000, masing-masing uang pecahan Rp 100.000 dua lembar. Pengawas TPS datang dan dia tidak tahu kalau itu pengawas TPS," kata Usman.

BACA Juga: Caleg PKS di Lombok Timur Terjaring OTT Politik Uang

Oknum caleg tersebut sempat memohon kepada pengawas TPS agar hal ini tidak dilaporkan dan disampaikan kepada Panwascam. Namun, hal ini tidak mempengaruhi tekad pengawas TPS untuk melaporkan ke Panwascam.

Pihak Panwascam Campalagian kemudian bergerak dan melalukan investigasi. Dari lokasi kejadian, Panwascam menyita barang bukti berupa sejumlah uang pecahan Rp 100.000 sebanyak dua lembar. "Kami sudah laporkan kasus ini ke Bawaslu Kabupaten dan sedang dalam pembahasan sentra Gakumdu)," kata dia.

Penjelasan Bawaslu Polewali Mandar

Komisioner Bawaslu Polman Divisi Penyelesaian Sengketa, Suaib Alimuddin, kepada wartawan mengungkapkan, peristiwa ini terjadi pada Jumat (12/4/2019). Hasil ini merupakan temuan dari Panwascam Campalagian. "Panwas sendiri yang menemukan. Barang bukti sudah diamankan berupa uang," kata Suaib.

Sesuai aturan, jika oknum caleg sendiri yang langsung membagikan uang, maka akan dibatalkan pelantikannya jika caleg tersebut terpilih. Namun, jika tim yang membagi, maka tim yang akan ditangkap dan diproses. Suaib mengimbau kepada masyarakat agar sadar dan menolak segala bentuk money politics, sebab pelakunya akan dikenakan pidana.

"Ancaman pidana minimal 2 tahun, denda Rp 24 juta sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu," ujar dia.

Ketua Bawaslu Polman, Saifuddin, yang sedang melakukan rapat dengan tim Gakkumdu terkait kasus dugaan money politik ini mengatakan, bahwa kasus ini telah ditangani oleh Bawaslu Kabupaten. Saat ini, pihaknya sedang membahas dugaan laporan money politics tersebut oleh tim sentra Gakumdu.

"Itu masih dugaan ya. Kasusnya sedang kita rapatkan, nanti dihubungi kembali ya," kata Saifuddin. []

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul UPDATE TERKINI: Lagi, Caleg Golkar Bagikan Uang Ditangkap Petugas, Siapkan Amplop Isi Rp 200 Ribu
Redaksi sukabumiNews

Caleg PKS di Lombok Timur Terjaring OTT Politik Uang

Caleg PKS ditangkap karena politik uang. (Foto: dok. Viva)
sukabumiNews, LOMBOK – Oknum calon anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur dapil I dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Ali Akbar, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) dan masyarakat, Senin malam, 15 April 2019.

Pelaku tertangkap saat membagikan amplop berisi uang dan stiker pada masyarakat di dua dusun. Pelaku kini dalam proses klarifikasi di Bawaslu Lombok Timur.

Ketua Panwaslu Lombok Timur, Retno Sirnopati, mengatakan oknum caleg tersebut diamankan saat tengah kampanye di masa tenang dengan memberikan amplop pada warga.

"Oleh pengawas TPS mendapatkan oknum caleg sedang kampanye di masa tenang di Kecamatan Selong. Kemudian dilaporkan ke pengawasan desa dan pengawasan kecamatan. Kemudian sama-sama dibawa ke Bawaslu Kabupaten," ujarnya.

Oknum caleg dan warga penerima amplop saat ini masih diklarifikasi dan didalami. Retno mengatakan, oknum caleg tersebut terancam dicoret dari kepesertaan dalam Pemilu 2019.

Ketua Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu NTB, Suhardi, mengatakan oknum caleg tersebut dapat dijerat Pasal 523 ayat (2) undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Dia dapat diancam pidana penjara paling lama empat tahun dan denda paling banyak Rp48 juta. []


Sumber: VIVA

BACA Juga: Bagikan Uang di Masa Tenang, CalegPartai Golkar Tertangkap Tangan Petugas TPS

Monday, April 1, 2019

Redaksi sukabumiNews

Kampanye Akbar Pasangan Capres Cawapres 02, Ribuan Massa Padati Gelora Delta Sidoarjo Jawa Timur

sukabumiNews, SIDOARJO – Ribuan massa memadati Glora Delta Sidoarjo Jawa Timur menyambut kedatangan pasangan Capres dan Cawapres 02 pada Kampanye Akbarnya, Ahad (31/3/2019).

Pantauan sukabumiNews di lokasi, Ketua DPR Marzuki Ali, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, Hidayat Nur Wahid dari PKS, Sekretaris Jenderal Demokrat Hinca Panjaitan, Rachmawati Soekarnoputri,  juru bicara BPN Prabowo-Sandi Gus Irvan Yusuf, Komjen Pol Purnawirawan Sofyan Jacob, dan cucu pendiri Pondok Pesantren Gontor Ponorogo Gus Zulfikar terlihat hadir pada Kampanye Akbar tersebut.

Cawapres Sandi tiba di Gelora Delta Sidoarjo sekira pukul 14.15 WIB, lebih awal dari Capres Prabowo. Tak lama kemudian, Prabowo menyusul dengan menunggangi kendaraan putih. Mengenakan kemeja khasnya dan bertopi koboi, dia berjalan menuju lokasi sambil menyapa para pendukungnya.

Dalam orasinya, Prabowo meminta supaya di putar kembali pidato Bung Tomo untuk memacu semangat rakyat jawa timur dalam berjuang membangun negri ini

“Indonesia ini tidak sebagaimana yang di pikirkan oleh sedikit elite di jakarta sana. Indonesia ini tidak hanya di kuasai oleh elite yang tidak cinta Negara. Rakyat Jawa timur ini yang di pelopori para ulama dan kyai yang berani melawan penjajah,” ujar Prabowo.

“Tidak benar kalau ada pejabat yang mengancam rakyatnya sendiri karena posisi dan pangkat berasal dari rakyat Indonesia,” tegasnya.


Pewarta : Rizalussalim.
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close