Breaking
Showing posts with label kisah. Show all posts
Showing posts with label kisah. Show all posts

Wednesday, June 6, 2018

Redaksi sukabumiNews

Kisah Haru Saat Ifthar Dibagikan Kepada Pasien Rumah Sakit Gaza


sukabumiNews.net, GAZA - Ada cerita haru saat mitra ACT membagikan santapan berbuka puasa gratis kepada pasien rumah sakit di Gaza. Pasien yang sebagian besar merupakan korban dari kedzaliman serdadu zionis Israel.

Menjelang waktu berbuka, ratusan kotak hidangan berbuka telah siap untuk dibagikan kepada para pasien rumah sakit. Ifthar tersebut langsung diberikan kepada para pasien yang telah menunggu-nunggu bantuan terbaik dari saudaranya, bangsa Indonesia.

Setelah ifthar dibagikan, banyak dari mereka yang memanggil keluarganya datang ke rumah sakit untuk berbuka bersama, karena tidak adanya makanan untuk berbuka puasa untuk keluarga mereka di rumah.

Bayangkan, 1 porsi makanan tersebut mereka bagikan ke beberapa anggota keluarganya, karena mereka tidak sampai hati untuk menyantap makanan tersebut sendiri dan membiarkan keluarganya di rumah berbuka puasa hanya dengan segelas air putih. Padahal, nyatanya mereka sendiri sedang dalam keadaan sakit.

Tidak sedikit dari mereka yang menanyakan apakah besok akan ada lagi pembagian makanan untuk ifthar. Karena, jika tidak ada, mereka akan membagi dan menyimpan makanan itu agar bisa dimakan besok.

“Sahabat, sudahkah kita mensyukuri santapan berbuka puasa kita dan keluarga kita, jelang penghujung Ramadhan tahun ini?” Sapa ACT yang ditulis pada akun facebooknya, Aksi Cepat Tanggap, Rabu (6/5/2018) (*)

----------------
Beri Kepedulian Terbaik Anda untuk Perjuangan Palestina via:
https://kitabisa.com/helppalestine

Atau donasi langsung ke rekening:
BNI Syariah 66 0000 4001
a.n. Aksi Cepat Tanggap
----------------

#LetsSavePalestine
#BeriPalestinaRamadhanTerbaik





Sunday, April 22, 2018

Redaksi sukabumiNews

Lelaki Ini Masuk Islam Karena Lihat Muslim Shalat di Stasiun Kereta

HIDAYAH Allah bisa datang tanpa terduga. Seseorang mengatakan hidayah Allah itu mahal, karena tidak semua bisa dapat. Tapi jika Allah sudah berkehandak, maka siapapun dan kapanpun hidayah datang, langsung bisa diterima.

Sama halnya dengan pemuda berkulit cokelat asal Trinidad ini. Ia begitu terpana melihat pemandangan di depannya. Namanya Dion, lelaki berusia 26 tahun itu, tak henti-henti mengarah ke sekelompok Muslim yang sedang shalat dengan khusyu’nya di tengah ramainya stasiun kereta di sebuah kota di Belgia. Dion seperti tersambar petir. “Saya tidak tahu, tiba-tiba karena melihat mereka shalat di stasiun hati saya bergetar,” ujarnya.

Seusai mereka shalat, Dion memberanikan diri bertanya, siapa mereka dan apa gerangan yang mereka baru lakukan? Setelah mendapatkan jawaban dari mereka, pemuda yang bekerja sebagai akuntan di Stamford, Connecticut, itu tidak pernah habis berpikir. Ada pikiran yang berkecamuk keras, antara percaya dengan perasaannya sendiri dan apa yang dia kenal selama ini tentang Islam.

Tiga minggu sesudah kejadian itu, Dion bertemu saya di Islamic Forum for non Muslim New York yang saya asuh. Rambutnya panjang. Gaya berpakaiannya membuat saya hampir tidak percaya jika hatinya begitu lembut menerima hidayah Ilahi. Biasanya ketika menerima pendatang baru di kelas ini, saya mulai menjelaskan dasar-dasar Islam sesuai kebutuhan dan pengetahuan masing-masing peserta. Tapi hari itu, tanpa kusia-siakan kesempatan, saya jelaskan makna shalat dalam kehidupan manusia, khususnya dalam konteks manusia modern yang telah mengalami kekosongan spiritualitas.

Hampir satu jam saya jelaskan hal itu kepada Dion dan pendatang baru lainnya. Hampir tidak ada pertanyaan serius, kecuali beberapa yang mempertanyakan tentang jumlah shalat yang menurut mereka terlalu banyak. “Apa lima kali sehari tidak terlalu berat?” tanya seseorang. “Sama sekali tidak. Bagi seorang Muslim, shalat 5 waktu bahkan lebih dari itu adalah rahmat Allah,” jawabku. Biasanya saya membandingkan dengan makan, minum, istirahat untuk kebutuhan fisik.

Setelah kelas bubar, Dion ingin berbicara berdua. Biasanya saya tergesa-gesa karena harus mengisi pengajian di salah satu masjid lainnya. “Saya rasa Islam lah yang benar-benar saya butuhkan. Apa yang harus saya lakukan untuk menjadi Muslim?” tanyanya tanpa tedeng aling-aling.

Saya diam sejenak, lalu saya bilang, “Saya bukannya mau menunda jika kamu benar-benar yakin bahwa ini jalan yang benar untuk kamu. Tapi coba pastikan, apakah keputusan ini datang dari dalam dirimu sendiri.”

Dengan bersemangat Dion kemudian menjawab, “Sejak dua minggu lalu, saya mencari-cari jalan untuk mengikuti agama ini. Beruntung saya kesini hari ini. Kasih tahu saya harus ngapain?” katanya lagi.

Alhamdulillah, siang itu juga Dion resmi menjadi Muslim setelah mengucapkan syahadat menjelang shalat Ashar. Diiringi gema “Allahu Akbar!” dia menerima ucapan selamat dari ratusan jama’ah yang shalat Ashar di Islamic Center of New York.

Saat itu Dion pernah mengikuti ceramah saya di Yale University dengan tema “Islam, Freedom and Democracy in Contemporary Indonesia”. Pada kesempatan itu saya perkenalkan dia kepada masyarakat Muslim yang ada di Connecticut, khususnya Stamford.

Sayang, belum ada tempat di daerahnya di mana dia bisa mendalami Islam lebih jauh. Hingga kini, dia masih bolak balik Stamford-New York yang memakan waktu sekitar 1 jam, untuk belajar Islam.

Semoga Dion dikuatkan dan selalu dijaga dalam lindunganNya! []

Sumber: eramulim/pitidki

Oleh : M. Syamsi Ali, Imam Masjid Islamic Cultural Center New York

Thursday, November 23, 2017

Redaksi sukabumiNews

Resmi Memeluk Agama Islam, Anak Pendeta Ini Mengaku Sempat Dikejar-kejar Sang Ayah Sejak

sukabumiNews, BIREUEN - Cristian Andrean Zigas Pasaribu (31), pemuda asal Halat Medan Jaya, Sumatera Utara (Sumut) resmi memeluk agama Islam.

Ia disyahadatkan oleh Pimpinan Dayah Darussa’adah Cabang Cot Tarom Jeumpa, Tgk H Muhammad Ishak (Abon Cot Tarom) di Masjid Agung Sultan Jeumpa, Bireuen, Selasa (21/11/2017) usai Salat Magrib.
Kisah Anak Pendeta Memeluk Islam, Niatnya Sempat Tertunda karena Dikejar-kejar Sang Ayah Serambi Indonesia Cristian Andrean Zigas Pasaribu (31), pemuda asal Halat Medan Jaya, Sumatera Utara mengucap dua kalimat syahadat dengan dibimbing Pimpinan Dayah Darussa’adah Cabang Cot Tarom Jeumpa, Tgk H Muhammad Ishak (Abon Cot Tarom), di Masjid Agung Sultan Jeumpa, Bireuen, Selasa (21/11) malam. 
Pensyahadatan pemuda lajang tersebut turut disaksikan Imam Besar Masjid Agung Sultan Jeumpa, Tgk H Jamaluddin Idris, Bilal Masjid Tgk Muhammad Jafar, serta para jamaah Salat Magrib.

Usai mengucapkan dua kalimat syahadat, Cristian Andrean Zigas Pasaribu yang mengaku putra kedua dari seorang pendeta di Medan itu berganti nama menjadi Muhammad Zaky Pasaribu.

Sebelumnya, Muhammad Zaky Pasaribu menganut agama Nasrani (Katholik).

Ia mengaku masuk Islam tanpa ada paksaan dari pihak mana pun.

"Saya sudah lama berniat memeluk agama Islam yaitu sejak masih kelas I SMK Negeri 2 Mandala Medan. Sudah beberapa kali ingin masuk Islam selalu gagal karena dikejar-kejar oleh ayah saya yang juga seorang pendeta di Halat Medan Jaya," kata Muhammad Zaky, seperti dikutip sukabumiNews dari Tribun Jambi, Kamis (23/11/2017)

Dia mengaku sangat senang sudah bisa memeluk Islam dengan nyaman dan damai di Bireuen.

"Saya akan belajar tentang agama Islam di Bireuen. Saya memeluk Islam tanpa ada paksaan dari siapa pun, tulus niat saya masuk Islam," ujar Muhammad Zaky yang sebelumnya bekerja sebagai montir di bengkel orang tuanya di Medan.

Pimpinan Dayah Darussa’adah Cabang Cot Tarom Jeumpa, Tgk H Muhammad Ishak (Abon Cot Tarom) mengharapkan, Muhammad Zaky yang sudah sah memeluk Islam menjadi tanggung jawab bersama umat Islam untuk membimbingnya.

"Ini merupakan fardhu kifayah bagi kita umat Islam untuk menerima dan membimbing Muhammad Zaky dan orang-orang lain yang ingin memeluk agama Islam," kata Abon.

Bilal Masjid Agung Sultan Jeumpa, Tgk M Jafar menambahkan, untuk sementara waktu, Muhammad Zaky akan menetap di Masjid Agung sembari belajar tentang Islam.

"Muhammad Zaky sementara kita tampung di Masjid Agung sambil belajar Alquran, kitab dan ilmu-ilmu agama Islam lainnya," kata Tgk Jafar. RED*

Pakar Islam Dunia Berkumpul di Indonesia

Sejumlah pakar dunia tertarik mengkaji kehidupan umat Islam di Indonesia.

sukabumiNews, TANGGERANG - Sejumlah pakar Islam dunia tengah berkumpul di ICE BSD. Mereka akan terlibat dalam dua agenda besar, yaitu Konferensi Internasional Tahunan tentang Studi Islam (Annual International Conference on Islamic Studies/AICIS) dan Konferensi International Studi Pesantren (International Conference on Pesantren Studies).

"Semoga forum ini mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan studi-studi keislaman dalam rangka mengembangkan peradaban bangsa," ujar Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, dalam pembukaan acara tersebut, Selasa malam, 21 November 2017.

Para pakar tersebut tertarik untuk mengkaji kondisi beragama umat Islam di Indonesia, yang dinilai dapat menjadi contoh ideal tentang Islam moderat, toleran, dan demokratis.

Dua agenda besar tersebut akan diisi sejumlah kegiatan dengan subtema seperti 'Integration of Islam and Science', 'Religion, Environment, and Biodiversity', 'Sufism, Spirituality and Mental Healt', 'Transnational Islam and the Threat of Radicalism', 'Ethno-Religious Violence and Conflict Resolution', 'Sharia, Identity Politics and Citizenship', 'Knowledge Production, Education and Media', 'Religion and Popular Culture', dan 'Philosophy, Sacred Texts and Practices of Truth'.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, mengatakan, gelaran ini juga melibatkan sejumlah pesantren di Tanah Air. Mereka akan menampilkan kekhasan masing-masing yang sesuai dengan konteks budaya Indonesia.

" Salah satu kontribusi yang paing fundamental dari pendidikan Islam Indonesia adalah berhasil mengkonsolidasikan nilai-nilai demokrasi dalam proses berbangsa dan bernegara," ujar Amin. RED*

Monday, September 25, 2017

Unknown

Kisah Istri Cerdas, Sampai Suaminya yang Ustadz, Kapok Ajukan Poligami. Wanita Wajib Baca

sukabumiNews.net - BAGI beberapa pria tentu di dalam hati mereka tebersit untuk melakukan poligami.

Khususnya bagi pria muslim, mereka ingin poligami untuk mengikuti sunnah Nabi dan mengikuti perintah di dalam Al Quran.

Sering kali sang istri tidak siap mendengar keinginan tersebut, apalagi jika yang akan menjadi madu jauh lebih muda dan lebih cantik darinya.

Ini kisah yang diceritakan oleh Ustadz Bangun Samudra.

Ketika seorang ustaz mau menikah dan menanyakan kepada istrinya apakah membolehkannya melakukan poligami.

Hasil gambar untuk poligami
Jawaban cerdas istrinya sontak membuatnya kapok untuk berpoligami.

Berikut kisahnya :

“Jeng, kalau Mas menikah lagi boleh?” tanyanya kepada Istri.

“Ndak boleh”

“Lho kenapa?” Lalu Ustadz Bangun Samudra pun membukakan Al Qur’an. Mantan pastor itu membukakan surat An Nisa’ yang di dalamnya ada ayat

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً

”Dan jika engkau takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (apabila engkau menikahinya), maka nikahilah perempuan-perempuan (lain) yang engkau sukai: dua, tiga atau empat. Kemudian jika engkau takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja” (QS. An Nisa’ : 3)

“Kalau engkau melarang poligami berarti melanggar firman Allah”

“Lalu Mas menikah untuk apa?”

“Sunnah Rasul. Ibadah”

“Mas, kalau Mas memang betul-betul menjalankan sunnah Rasul dan betul-betul untuk ibadah Mas, tak siapkan dua istri”

Hasil gambar untuk poligami
Ustadz Bangun Samudra sangat kaget dengan jawaban ini. “Kapan ta’aruf?” tanyanya tidak sabar.

“Nanti sore siap” Jawaban ini lebih mengagetkan lagi. Maka sorenya, ia pun berdandan rapi.

Sore harinya, sang istri menepati janji. Ia mengajak Ustadz Bangun Samudra pergi ke sebuah rumah.

Setelah pintu diketuk, keluarlah seorang perempuan. “Kenalkan Mas, ini Mbah Darmi. Janda. Usianya 75 tahun”

“Lho, ini?”

“Iya Mas. Janda.

Berapa kitab hadits sudah Mas baca sejak masuk Islam sampai hari ini?” Ustadz Bangun Samudra terdiam.

Ia telah membaca 15 kitab hadits. Mulai Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Tirmidzi, Sunan Abu Dawud, Sunan An Nasa’i hingga Hakim. “Siapa istri muda dari Rasulullah?”

“Aisyah”

“Sebelumnya?”

“Saudah”

“Usianya?”

“69 tahun”

“Status?”

“Janda”

Istri Ustadz Bangun Samudra tahu persis jika suaminya sudah tahu bahwa semua istri Nabi janda dan berusia tua ketika dinikahi beliau.

Hanya Aisyah yang masih gadis. Dan semua pernikahan itu pun karena ibadah, dakwah dan perintah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Calon kedua yang hendak ditaarufkan kepada Ustadz Bangun Samudra seorang janda lanjut usia.

Akhirnya keinginan poligami itu pun kandas oleh kata-kata pamungkas istrinya.

“Istri Rasul semuanya janda dan tua, Mas. Jadi kalau Mas mau mengikuti sunnah Rasul, aku rela Mas. Ini Mbah Darmi dan calon berikutnya Mbah To, usia 76 tahun.”

“Kalau begitu Mas menjalankan sunnah Rasul yang lainnya saja,” ucap sang ustaz sambil berlalu dengan wajah cemberut.

Bisa nih buat bunda jika sang suami mau poligamu ikuti cara ini. (*)

Sumbe

Friday, September 22, 2017

Unknown

Fakta yang Disembunyikan : Pelaut Muslim Sudah Menemukan Amerika 500 Tahun Sebelum Columbus

TIDAK kita sangkal lagi bahwa penulis sejarah adalah kelompok pemenang. Sejarah-sejarah peradaban Islam banyak ditulis di masa Dinasti Abbasiyah sebagai pemenang di periode pertengahan sejarah peradaban Islam. Dan di era modern ini sejarah ditulis oleh Barat sebagai pihak pemenang dan menguasai berbagai media informasi.
 
Namun sejarawan di masa Abbasiyah sangat jauh berbeda dengan sejarawan Barat di era modern ini. Di masa Abbasiyah sisi objektivitas dan keotentikan sejarah lebih dikedepankan daripada sejarawan Barat. Barat yang menguasai hegemoni abad modern nyaris menutupi kelemahan mereka di abad pertengahan dan tingginya peradaban Islam di masa tersebut.

Di antaranya adalah kontroversi ekspedisi yang dilakukan oleh Columbus. Pelaut yang bernama lengkap Christopher Columbus atau dengan nama Italia-nya Cristoforo Colombo diklaim sebagai orang pertama yang mengarungi jalur Atlantik lalu menemukan benua Amerika. Hal ini selama ratusan tahun masih dianggap sebuah fakta yang tak terbantahkan. Benarkah demikian? Analisis berikut ini mencoba menguraikan dan mengkritisi teori tersebut.

Tentu saja tidak perlu diragukan lagi yang pertama kali datang menemukan benua Amerika adalah nenek moyang asli bangsa Amerika. Mereka mungkin menyeberang ke Amerika melalui Rusia dan Alaska sekitar 12.000 tahun yang lalu. Diskusi penemuan benua Amerika oleh orang-orang Eropa, Afrika, atau Asia, sebenarnya adalah penghinaan terhadap sejarah masyarakat asli benua tersebut. Keberanian dan sejarah mereka sangat tidak dihargai dan tidak dinilai apabila teori Columbus sebagai penemu benua Amerika adalah fakta yang hakiki.

Columbus hidup di zaman dimana orang-orang berasumsi bahwa bumi ini datar. Padahal sejak lama Aristoteles dan Pythagoras mengeluarkan sebuah teori bahwa bumi itu berputar. Demikian juga di masa kejayaan Islam (750-1100-an M) ilmuwan-ilmuwan Islam meyakini bumi itu bulat.


Teori Arab dan Muslim Spanyol

Seorang sejarawan dan ahli geografi muslim, Abu Hasan al-Mas’udi pada tahun 956 menulis perjalanan muslim Spanyol di tahun 889 M. Eskpedisi pelayaran muslim Spanyol di tahun itu bertolak dari pelabuhan Delba (pelabuhan yang sama dengan start ekspedisi Columbus), dan berlayar selama berbulan-bulan ke arah Barat. Lalu mereka menemukan sebuah daratan yang sangat luas dan mereka pun berniaga dengan penduduk asli di daerah tersebut, setelah itu kembali lagi ke Eropa. Al-Mas’udi menggambarkan tanah tersebut dalam petanya yang sangat fenomenal, ia menyebut daratan tersebut dengan “Daratan yang Tidak Diketahui” atau daratan tanpa nama.

Tercatat muslim Spanyol telah dua kali mengadakan ekspedisi ke Amerika. Pertama, pada tahun 999 M oleh Ibnu Farrukh dari Granada dan yang kedua oleh al-Idrisi pada tahun 1100 M. Al-Idrisi mencatat sekelompok kaum muslimin berlayar kea rah Barat dari Lisbon selama 31 hari dan berlabuh di sebuah pulau di Karibia. Mereka ditawan oleh penduduk asli Amerika di kepulauan tersebut selama beberapa hari. Setelah beberapa hari mereka pun dibebaskan karena negosiasi dengan perantara salah seorang penduduk setempat yang memahami bahasa Arab. Mereka pun kembali ke al-Andalus kemudian menceritakan apa yang mereka alami. Poin menarik dari kejadian ini adalah adanya penduduk setempat yang memahami bahasa Arab. Tentu saja hal ini menunjukkan sering terjadi kontak antara penduduk setempat (Amerika) dengan orang-orang Arab.

Ada sebuah teori yang menyatakan bahwa kaum muslimin datang ke benua Amerika menyebrangi kegelapan Samudera Atlantik 400 atau 500 tahun sebelum kedatangan Columbus. Hal ini diindikasikan dengan kemampuan pemetaan, citra geografis, dan astronomi yang mumpuni di kalangan kaum muslimin. Umat Islam telah mengeluarkan teori bumi itu berputar seperti bola sebagaimana Ibnu Khardzabah (242 H/885 H) dan Ibnu Rustah (290 H/903 M), termasuk Khalifah Abbasiyah, al-Makmun.

Teori Afrika Barat

Ada bagian dunia Islam lainnya yang telah mengadakan kontak dengan orang-orang di benua Amerika sebelum Columbus. Di Afrika Barat ada sebuah kerajaan yang sangat kaya dan memiliki kekuatan besar yaitu kerjaan Mali dengan raja yang paling terkenal Mansa (raja) Musa. Sebelum Raja Musa, Mali dipimpin oleh saudaranya yang bernama Abu Bakar. Abu Bakar pernah mengirim 400 kapal menjelajahi Samudera Atlantik, namun dari jumlah yang besar tersebut hanya satu kapal saja yang berhasil kembali. Kapal tersebut melaporkan bahwa di seberang lautan sana ada sebuah daratan yang luas. Mendengar kabar tersebut, Mansa Abu Bakar pun melakukan ekspedisi dengan 2000 awak kapalnya menuju daerah tersebut namun setelah itu kabar mereka tidak pernah terdengar lagi.

Meskipun tidak ada catatan spesifik hasil dari pelayaran tersebut, namun di Amerika ada bukti yang kuat mengenai kedatangan mereka. Ada situs arkeologi di daerah Amerika Utara dan Amerika Selatan yang menunjukkan bahwa orang-orang Mali pernah datang ke wilayah tersebut. Orang Spanyol saat datang menjajah wilayah Amerika, mereka menemukan prasasti di wilayah Brasil dengan bahasa Mandika (bahasa Mali). Lebih dari itu, prasasti dalam bahasa Mandika juga ditemukan di wilayah Amerika Serikat; di wilayah Misissipi dan Arizona. Di Arizona prasasti tersebut mengabarkan tentang gajah-gajah sakit, padahal gajah bukanlah hewan asli Amerika. Ini pun menjadi indikasi kesuksesan perjalanan Mansa Abu Bakar menuju daratan Amerika.

Teori Dinasti Utsmaniyah

Pada tahun 1929, terdapat sebuah penemuan yang cukup fenomenal di Istanbul. Pada tahun itu ditemukan sebuah peta yang dibuat pada tahun 1513 oleh seorang kartografer Dinasti Utsmani, Piri Reis. Reis menyatakan bahwa peta yang dibuatnya itu berdasarkan sumber-sumber di masa lalu, yaitu peta Yunani dan Arab kuno, termasuk peta yang berdasarkan ekspedisi yang dilakukan oleh Columbus yang berlayar 21 tahun sebelumnya. Yang luar biasa dari peta ini adalah tingkat kedetailannya sehingga memaksa para sejarawan melakukan penelitian ulang tentang teori ekspedisi Columbus.
Peta tersebut dengan jelas menunjukkan pantai Timur Amerika Selatan. Pantai Brasil juga ditampilkan dengan detail yang luar biasa, disertai dengan tingkat akurasi yang tinggi letak-letak sungainya. Meskipun Reis menjadikan ekspedisi Columbus sebagai sumber primernya, namun Columbus tidak pernah menginjakkan kakinya di wilayah Amerika Selatan sehingga catatan-catatan ekspedisi kaum muslimin pun menjadi bagian penting dari peta karyanya. Selain itu peta Reis juga mencatumkan gambar Pegunungan Andes yang tidak tersentuh oleh eksplorer Eropa hingga tahun 1520-an, satu decade penuh setelah gambar peta Reis.

Peta Reis dengan sumber-sumber klasik yang ia gunakan menunjukkan penguasaannya yang mapan mengenai benua Amerika. Peta karyanya juga merupakan bukti fisik terkuat mengani ekspedisi-ekspedisi kaum mulimin jauh sebelum ekspedisi Columbus.

Catatan Columbus

Data-data historis di atas adalah bukti shahih yang menunjukkan ekspedisi kaum muslimin dilakukan sebelum keberhasilan Columbus menginjakkan kakinya ke benua Amerika di tahun 1492, bahkan mungkin Columbus sendiri mengetahui bahwa dirinya bukanlah orang yang pertama melakukan hal itu. Columbus berlayar dari Spanyol di tahun yang sama dengan runtuhnya dinasti Islam terakhir di tanah Iberia. Selain itu banyak masyarakat Iberia yang beragama Islam dan sangat mengenal sejarah masa keemasan Islam. Pelayaran Columbus juga banyak diawaki oleh orang-orang Islam yang dipaksa memeluk Katolik atau dibunuh, Columbus pun bisa dengan mudah mendengar kisah tentang dunia baru tersebut lalu terinspirasi untuk menuju ke sana.

Setelah Columbus tiba di Amerika, ia mencatat beberapa hal syi’ar-syi’ar Islam di daerah tersebut. Ia berkomentar mengenai emas yang dimiliki oleh penduduk asli, dibuat dengan paduan dan tata cara yang sama dengan yang dibuat oleh kaum mulimin dari Afrika Barat. Columbus juga mencatatat bahwa kata asli untuk emas di daerah tersebut disebut dengan ghunain, yang sangat mirip dengan bahasa Mandika untuk menyebut kata emas, yaitu ghanin, sangat mirip sekali dengan bahasa Arab ghina yang berarti kekayaan.

Catatan Columbus juga mengisahkan adanya sebuah kapal di tahun 1498 yang memuat banyak barang dagangan yang diawaki oleh orang-orang Afrika yang menurut keterangan penduduk asli mereka adalah mitra dagang penduduk lokal.

Kesimpulan

Jelas, teori yang menyatakan bahawa Columbus adalah orang yang pertama menjelajahi Samudera Atlantik dan menginjakkan kaki di benua Amerika adalah teori lama yang belum diuji. Tidak dipungkiri bahwa era Columbus adalah waktu yang sangat penting dalam sejarah dunia yang mengubah cara hidup di benua Amerika dan Eropa. Namun untuk dikatakan bahwa ia adalah orang yang pertama menginjakkan kaki di benua Amerika adalah teori yang sangat lemah. Eksistensi orang-orang Arab, Afrika Barat, dan Utsmani di daerah tersebut jauh sebelum kedatangan Columbus dan orang-orang Kristen Eropa. Teori-teori yang menyatakan bahwa Columbus adalah orang yang pertama datang ke tanah tersebut bukanlah menjadi fakta final. Teori tersebut masih sangat perlu diuji dan dibenturkan dengan teori Arab, Afrika Barat, dan Utsmani.

Sumber: Ilamedia.id 

Nurfitri Hadi, M.A. - kisahmuslim.com

Tuesday, October 25, 2016

Unknown

Kisah Getir Bocah Sukabumi Dipaksa jadi Pengemis

sukabumiNews, SUKABUMI - M. Farhan Alfarizi (8) korban penculikan warga Kampung Cibatupos, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang baru ditemukan di wilayah Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat mengaku sering dianiaya penculiknya.

Farhan diwajibkan mengemis dan menyetor sejumlah uang. Jika tidak dapat uang sesuai keinginan si penculik, maka Farhan dimarahi dan dicubit bahkan tidak segan dipukul.

"Adik saya sering dicubit dan dibentak-bentak oleh orang yang menculik saya jika tidak dapat uang," kata Yogi Mahmudin, kakak bocah korban penculikan, di kediamannya di Desa/Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Senin (24/10/2016), dilansir Antara.



Selama dalam cengkeraman penculik, Farhan diajak hidup berpindah-pindah. Bahkan, mengaku sering kekurangan makan dan tidurnya di sembarang tempat seperti terminal, pasar, emperan toko dan masjid.

Namun, beruntung kesehatan Farhan baik, tetapi masih sulit diajak ngobrol dan hanya mau berbicara kepada orang terdekatnya saja seperti ibunya dan keluarganya. Farhan pun hingga kini masih trauma atas apa yang telah dialaminya.

"Kami berharap pelaku penculikan adik saya ini segera ditangkap dan diberikan hukuman seberat-beratnya karena telah menganiaya fisik dan kejiwaan Farhan," kata Yogi.

Sementara, Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono mengatakan pihaknya sudah menugaskan petugas Dinas Sosial dan intansi lainnya agar memberikan terapi kepada dua bocah korban penculikan untuk menyembuhkan traumanya.

"Kedua korban harus kembeli sehat kejiwaannya dan bisa kembali lagi melakukan aktivitas seperti biasa seperti sekolah dan bermain. Kami juga mengimbau kepada para orang tua agar lebih memperketat dalam mengawasi anak-anaknya," katanya.
close
close
close