Breaking
Showing posts with label bandung. Show all posts
Showing posts with label bandung. Show all posts

Monday, April 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Bupati dan Wakil Bupati Subang Asyik Terbang Main Paralayang

Bupati Subang H. Ruhimat  dan Wakil Bupati Subang Agus Masykur saat landing usai terbang main Paralayang. [Foto: dok. Istimewa]
sukabumiNews, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat  dan Wakil Bupati Subang Agus Masykur ternyata bernyali tinggi untuk menjajal olahraga ekstrem. Keduanya, memberanikan diri menajajal tandem Paralayang dengan take off dari bukit Santiong, Sabtu (13/4/2019). Bupati Subang, bahkan tampak asyik terbang melayang di atas perkebunan teh sambil terus mengabadikan melalui kamera dengan tongsis.

Seusai landing di Lapangan dekat Tea Garden Resort Bupati Subang H. Ruhimat  dan Wakil Bupati Subang Agus Masykur kemudian menerima wing kehormatan paralayang yang disematkan oleh Danlanud Suryadharma Marsma TNI Timbang Sembiring Meliala.

Selain Bupati dan wakil Bupati Subang yang menerima wing kehormatan paralayang, pada kegiatan tersebut juga diberikan wing kehormatan paralayang kepada 22 peserta diklat paralayang gelombang pertama  untuk Jabar Scout Rescue gerakan pramuka Kwartir Daerah Jawa Barat.

Ke 22 peserta tersebut terdiri dari 3 orang penegak, 5 orang pandega dan 14 orang Pembina. Untuk peserta Pembina terdiri dari pengurus Kwartir Cabang, Pusdiklatcab, andalan Kwarda, Kwarcab, Kwaran, Pamong Saka Dirgantara dan Pembina T/D. para peserta berasal dari Kwarda Jabar, Kwarcab Subang, Kota Bandung, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Bandung Barat.

Bupati Subang H. Ruhimat dalam sambutannya berterima kasih kepada Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) atas penghargaan yang diberikan berupa wing kehormatan paralayang.

“Mudah-mudahan menambah motivasi dalam mengembangkan dunia paralayang yang dipadukan dengan pariwisata di Kabupaten Subang,” ujarnya, dikutip dari laman kotasubang.com

Olahraga paralayang merupakan olahraga rekreasi dan destinasi wisata. Bupati menyampaikan, apresiasinya kepada FASI Kabupaten Subang dan Danlanud Suryadarma Marsma TNI Timbang Sembiring Meliala yang dengan semangat telah mendukung penuh kegiatan tersebut dalam rangka memotivasi bagi atlet Subang khususnya dalam cabang paralayang.

“Kedepannya potensi tersebut akan kami support melalui dinas terkait dan kedepannya mudah-mudahan menjadi wisata andalan di Kabupaten Subang. Selain pengembangan wisata andalan, dengan pengembangan wisata paralayang mampu menumbuhkan bibit-bibit atlet paralayang di Kabupaten Subang,” katanya.

“Diluar kedinasan saya akan mencoba lagi olahraga paralayang tersebut kedepannya,” katanya ketagihan.


Pewarta: Dadang Darajat
Editor: Red.

Thursday, March 7, 2019

Redaksi sukabumiNews

Aliansi CA Melakukan Aksi Tolak Penurunan Status Cagar Alam Kamojang dan Papandayan

sukabumiNews, JAKARTA – Sebanyak 56 perwakilan berasal dari Walhi Jabar, Walhi Eknas, YLBHI Jabar, YLBHI Nasional, dan Forum Komunikasi Pecinta Alam Bandung yang tergabung dalam Aliansi Cagar Alam (CA) Jawa Barat melakukan aksi long march dari Bandung ke Jakarta. Mereka akan menggelar aksi damai di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rabu (6/3/2019).

Aksi damai ini sebagai bentuk protes dari para pecinta alam dan lingkungan terhadap diterbitkannya Keputusan Menteri LHK Nomor: SK.25/MENLHK/SETJEN/PLA.2/1/2018 tanggal 10 Januari 2018 tentang Perubahan Fungsi dalam Fungsi Pokok Kawasan Hutan dari sebagian Cagar Alam Kamojang seluas ±2.391 ha dan Cagar Alam Gunung Papandayan seluas ±1.991 ha menjadi TWA, terletak di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.
 
“Kami minta SK dicabut dan Menteri LHK menurunkan instruksi untuk merestorasi Cagar Alam," ujar Wahyudin, Staff Advokasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jabar kepada wartawan, Rabu.

Menurut Wahyudin, perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan Cagar Alam (CA) ini telah melanggar atau bertentangan dengan Undang-Undang No 26 tahun 2007 tentang penataan ruang dan melanggar RTRW Nasional, Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut karena belum ada perubahan kebijakan RTRW.

Dalam aksinya juga mereka menyampaikan empat rekomendasi kepada KLHK, yaitu, 1) Meminta kepada Empat Dirjen terkait untuk merekomendasikan kepada Menteri LHK untuk menangguhkan SK.25/MENLHK/SETJEN/PLA.2/1/2018; 2) Meminta kepada KLHK agar secepatnya membentuk tim kajian dengan melibatkan para pihak terkait, termasuk dari Aliansi Cagar Alam Jawa Barat; 3) Menghentikan sementara segala kegiatan di lokasi TWA; dan 4) Melakukan evaluasi terhadap kinerja pengelolaan kawasan konservasi di wilayah kerja Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Barat.
 Sementara itu mewakili KLHK, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK Wiratno, didampingi Eselon II terkait, menerima dengan baik 25 orang perwakilan aksi dari Aliansi CA Jabar beserta empat rekomendasinya tersebut.

Wiratno juga menyetuju usulan para perwakilan aksi supaya dibentuk tim kajian Kamojang dan Gunung Papandayan. “Saya setuju untuk dibentuk tim terpadu yang akan melakukan kajian komprehensif dengan melibatkan Aliansi Cagar Alam Jawa Barat," ucap Wiratno.

“Saya juga telah memerintahkan Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat untuk membentuk forum komunikasi konservasi Jawa Barat, agar terjalin komunikasi yang baik dengan semua pihak dan tidak ada dusta di antara kita,” tambah Wiratno. [Red*]

Thursday, December 13, 2018

Redaksi sukabumiNews
Hampir seluruh Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Partai Bulan Bintang (DPC PBB) se-Jawa Barat mendorong Yusril untuk mendukung pasangan capres-cawapres 2019 nomor urut 1, Jokowi-Ma’rup.

Sunday, September 23, 2018

Redaksi sukabumiNews

Mahasiswa Telkom University Asal Sukabumi Promosikan Potensi Daerah

[Foto: Tim kampanye 'Wujudkeun Plara Sae' pada rangkaian kegiatan Urban Village 2018 Telkom University selalu siap mengkampanyekan potensi Kota dan Kabupaten Sukabumi. Tampak pada gambar, Shafira Mutiaramadani Lesmana Putri (berjongkok, kedua dari kanan), mahasiswa  Jurusan Ilmu Komunikasi Konsentrasi Marketing Communication 2016 Telkom University. (dok.Foto: SN/BSK-Yus F Purwasari)].
BANDUNG, SUKABUMINEWS.net - Mahasiswa asal Kota Sukabumi, Shafira Mutiaramadani Lesmana Putri,  bersama teman-teman kuliahnya sukses mempersembahkan tema kampanye 'Wujudkeun Plara Sae' pada Urban Village 2018 di area car free day (CFD) Jalan Ir. H. Juanda atau Jalan Dago Kota Bandung, Minggu (23/9/2018). Pada kegiatan itu, Shafira dan rekan-rekannya mengikuti pawai budaya yang mempersembahkan tema nelayan.
 
"Urban Village 2018 dibagi menjadi beberapa rangkaian. Yang pertama idea fest yang digelar pada bulan April lalu. Kemudian praevent pertama di  kampus yang dilanjutkan dengan praevent kedua yang diisi dengan pawai budaya sambil mengenakan busana adat daerah masing-masing di CFD Dago," kata mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Konsentrasi Marketing Communication 2016 Telkom University tersebut ketika dihubungi di tengah kesibukan mengikuti pawai.

Puncak kegiatan Urban Village yang digelar Telkom University itu dilaksanakan pada 17 November 2018 di Gedung Sate. Pada puncak kegiatan tersebut, panitia menyediakan lokasi untuk  stand tempat menjual berbagai produk khas daerah di Provinsi Jawa Barat. Shafira akan mempromosikan dan menjual aneka makanan khas Sukabumi seperti kue mochi, sekoteng, dan sirup pala di area puncak kegiatan Urban Village 2018.

"Kegiatan tahun ini mengangkat tema kota dan kabupaten di Jawa Barat. Tim kami berencana akan merealisasikan kampanye kami yakni 'Wujudkeun Plara Sae' dalam bentuk pembagian tempat sampah di Palabuhanratu," tutur Shafira.

Nama Plara yang diambil untuk tema kampanye merupakan kependekan dari Palabuhanratu. Adapun pemilihan kata 'Sae' yang dalam bahasa Sunda artinya bagus diambil dari singkatan nama kelas Shafira dan teman-teman yaitu 'Sukabumi Amazing Euy'.

Pada praevent pertama di halaman kampus Telkom University, Shafira dan timnya membuka stand untuk menjual mochi, sirup pala, dan sekoteng. Untuk mochi mereka membeli dari pabriknya di Sukabumi, sedangkan untuk jenis makanan lain, tim membuat sendiri.
                         
"Kami memilih tema Sukabumi  karena daerah ini merupakan tempat asal kami. Sekarang kota kami telah menjadi kota kuliner dengan berbagai makanan khasnya. Sementara Kabupaten Sukabumi dikenal memiliki banyak objek wisata dan budaya yang salah satunya kawasan geopark sebagai warisan geologi yang telah diakui UNESCO. Kami terpanggil untuk mempromosikan potensi-potensi di Sukabumi tersebut," ungkap Shafira.

Urban Village, jelas dia, merupakan implementasi dari beberapa mata kuliah konsentrasi marketing communication yang bertujuan untuk membranding kota atau daerah yang dipilih. Pada praevent 2 di CFD Dago, selain pawai budaya juga ada performing art dan persembahan dari komunitas disabilitas.

"Kami fokus pada permasalahan tren yang terjadi saat ini di seputaran Palabuhanratu yakni masalah sampah. Kami tunjukkan bentuk kepedulian terhadap wisata yang ada di Sukabumi agar bisa menjadi bersih dan lebih diminati oleh wisatawan lokal maupun asing. Melalui kampanye 'Wujudkeun Plara Sae', kami juga mengajak masyarakat untuk memberikan perhatian pada geopark," tutur Shafira.

Rangkaian Urban Village 2018 masih berlangsung. Shafira dan kelompoknya selalu mengupdate kegiatan yang sedang dan akan dilakukan melalui akun instagram @sukabumi.sae. (*)

Pewarta: Yus F Purwasari
Editor: Red.

Sunday, September 16, 2018

Redaksi sukabumiNews

Sidak Ombudsman, Kalapas Sukamiskin: Semoga Bisa Dilihat dengan Kepala Dingin

JAKARTA, SUKABUMINEWS.net - Ukuran sel Setya Novanto yang dianggap luas jadi persoalan. Berawal dari inspeksi mendadak Ombudsman yang menyebut bahwa prosedur operasional Lapas Sukamiskin salahi aturan.

Ombudsman menyoal luas hunian Novanto. Kepala Lapas (Kalapas) Sukamiskin Tejo Harwanto memang membenarkan bahwa ruangan sel koruptor e-KTP itu 300 cm-500 cm.

Namun demikian, Tejo mengungkapkan bahwa sel itu memang sudah ada sejak lapas itu dibangun Belanda. Bahkan, kata Tejo, sel dengan ukuran yang sama juga ada sekitar 40 ruangan dari total 552 sel.

“Sejak 1918 itu sudah dikluster oleh bangsa Belanda. Ada ukuran kecil, sedang dan besar. Kalau berdasarkan kluster itu ukuran besar itu jumlahnya 40 kamar yang seperti itu,” kata Tejo, dikutip dari Jarrak.id.

Selain itu, menurut Tejo, kloset duduk yang juga disoal Ombudsman memang sebenarnya sudah direncanakan ada di semua sel. Tejo meyebut hampir 80 persen sel di Lapas Sukamiskin dilengkapi kloset duduk.

“Kloset duduk ada keuntungannya, karena pertama untuk orang-orang lansia karena 60 sampai 70 persen penghuni lapas ini berusia di atas 50 tahun, jadi kesulitan. Kedua kebersihan dan kesehatan, tapi ini ada di seluruh kamar mestinya seperti itu. Dan ini dalam penganggaran,” ujar dia.

Kemudian, tentang dinding sel yang dilapisi wallpaper atau kertas dinding, dikatakan Tejo, untuk mengantisipasi rembesan air ketika hujan.

“Kelihatan mewah, memang itu kamarnya dilapisi kayu. Itu dulu karena berdampak apabila hari hujan. Itu dinding rapuh rembes, tapi dilakukan oleh masing-masing warga binaan,” sebut dia.

Meski demikian, atas semua hal yang disoalkan tersebut, Tejo mengaku siap apabila nantinya dicopot dari jabatannya. Tejo berharap, semua orang dapat melihat masalah ini dengan kepala dingin.

“Kalau kita sudah berbuat, tiba-tiba dinilai buruk ya silakan saja. Saya siap (dicopot),” pungkas dia. (SN/Jarrak)

Sunday, September 9, 2018

Redaksi sukabumiNews

Serang Jamaah Pengajian, Seorang Pemuda Mabuk Diamankan Brigade PP Persis

[Foto: Pemuda Mabuk yang serang jamaah pengajian Pesis tengah diamankan Brigade Persis (foto dok. Persis.or.id)]
BANDUNG, SUKABUMINEWS.net – Seorang pemuda yang terindikasi mabuk dan melakukan penyerangan terhadap salah seorang jamaah Pengajian Ahad (Jihad) PP Persis, langsung diamankan oleh Brigade Persis, Ahad (9/9/2018).

Asisten Teritorial Komando Brigade Pusat, Deddy K. Sandi, menjelaskan bahwa pengamanan pemuda yang tengah mabuk tersebut sudah sesuai dengan protap dan aturan yang berlaku.

Deddy juga menyampaikan bahwa pemuda tersebut sebelum dibekuk, sempat bersembunyi setelah melakukan penyerangan kepada jamaah. Setelah pengamanan dilakukan, pihak Brigade Persis segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

“Sesuai dengan fungsinya sebagai mitra kepolisian, Brigade Persatuan Islam melakukan koordinasi dengan petugas kepolisian dari Polsek Sumur Bandung”, ujar Deddy dilansir dari laman persis.or.id (9/9/2018).

Setiap Pengajian Ahad atau biasa dikenal JIHAD, Brigade Komando Pusat menunjuk pemimpin (Danlap) yang mengatur Pengamanan dan berkoordinasi dengan petugas Kepolisian, pada JIHAD kali ini bertugas sebagai Danlap adalah Ust. Caca, Asisen Logistik Komando Pusat Brigade.

Penangkapan pemuda yang diduga menyerang jamaah jihad ini berawal dari laporan dari petugas parkir yang merupakan Linmas RW 04 Kelurahan Braga Kecamatan Sumur Bandung.

Berdasarkan laporan, terjadi penyerangan terhadap jamaah, dengan respon cepat Ust. Caca memerintahkan kepada anggotanya untuk segera mengamankan situasi dan kondisi.

Penangkapan pemuda mabuk ini dilakukan bersama dengan petugas dari Polsek Sumur Bandung, dan telah diamankan untuk diproses lebih lanjut di Polsek Sumur Bandung.

Brigade juga telah melakukan koordinasi dan klarifikasi kepada korban, Ust. Ojat Sudrajat, pengurus mushola Al Islah RT 06 RW 04 Kelurahan Braga Kecamatan Sumur Bandung, bersama dengan Sekretaris RW sekaligus koordinator keamanan RW, Abidin.

Untuk meluruskan berita tidak benar yang beredar Brigade melakukan koordinasi dengan  Yono, Reskrim Polsek Sumur Bandung dan petugas yang melakukan penangkapan, serta telah melihat keberadaan pemuda mabuk yang diamankan di Polsek tersebut.

Jamaah diharap tidak menyebarkan berita yang tidak akurat atas insiden tersebut. Bagi yang memerlukan informasi perihal insiden ini dapat menghubungi Asisten Teritorial Komando Brigade Pusat, Deddy K. Sandi. (selly.ak)

Artikel ini telah tayang di laman berita Persis.or.id dengan judul “Mabuk dan Serang Jamaah Pengajian Ahad, Seorang Pemuda Diamankan Brigade PP Persis”

Editor: Red.
close
close