Breaking
Showing posts with label aksi. Show all posts
Showing posts with label aksi. Show all posts

Tuesday, September 17, 2019

Redaktur

Camat Cisaat Tanggapi Protes Warga Cijambe Soal Minta Perbaikan Jalan

*jalan cijambe diblokir warga*
sukabumiNews, CISAAT - Camat Cisaat, H. Budianto menanggapi serius protes warga Kampung Cijambe terhadap kondisi jalan penghubung antara RW.9 dan RW.10, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang dilakukannya pada Senin (16/09/2019).

Warga menuding, pemerintah membiarkan akses jalan antar desa tersebut hingga rusak tak kunjung diperbaiki.

Bagi Camat Cisaat, melayani masyarakat merupakan tugas teramat mulia. Namun, kata Camat, pelayanan itu tetap harus sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku.

Camat menilai, protes yang dikakukan warga tidak salah. Mereka berhak mempertanyakan dan menuntut hak-haknya. Menaggapi hal ini tambah Camat, kepada mereka harus diberikan informasi yang benar dan terarah.

"Jalan Cijambe masuk daftar jalan Kabupaten. Tapi, kewenangan pengajuan perbaikannya ada pada pihak desa setempat. Jadi prosedurnya, pertama diajukan ke Kecamatan, lalu ke Dinas PU Kabupaten Sukabumi," jelas Camat Budianto kepada sukabumiNews, Selasa (17/09/2019).

Dalam hal ini, tutur Budianto, karena tidak ada pengajuan dari pihak desa, akhirnya perbaikan jalan Cijambe tak kunjung diperbaiki oleh Pemkab Sukabumi, meskipun kondisinya sudah sangat parah.

"Bagaimana mau diperbaiki, pengajuannya saja tidak pernah ada. Tapi Alhamdulillah, sekarang pihak desa telah membuat permohonannya, nanti kami akan antar langsung menemui Dinas PU. Mudah-mudahan ekspektasi warga bisa segera terpenuhi," ungkap Camat.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Asep Japar saat ditemui sukabumiNews mengatakan, Dinas PU akan berupaya maksimal dalam mengakomodir semua harapan warga Kabupaten Sukabumi, terlebih dalam kapasitasnya memberi pelayanan terhadap perbaikan infrastruktur jalan sebagai kebutuhan umum.

Namun demikian kata Kadis, pada pelaksanaannya tetap harus mengindahkan aturan dan prosedur yang berlaku.

"Untuk perbaikan jalan Cijambe, ada mekanisme yang harus ditempuh. Harus ada pengajuan dari desa untuk diketahui, baru nanti kita usulkan dan kita analisis kebutuhannya. Setelah dinyatakan layak diperbaiki, secepatnya akan masuk skala prioritas," ujar Kadis PU Kabupaten Sukabumi.

Sebagai mana diberitakan sebelumnya, Warga Kampung Cijambe Girang memblokir akses jalan penghubung antara RW.9 dan RW.10 pada Senin, 16 September 2019, dengan menggunakan pohon pisang, Awi Bambu, dan material bangunan lain.

Warga menuding, akses jalan sepanjang 1kilo meter tersebut dibiarkan rusak selama hampir 5 tahun, tak kunjung diperbaiki.

BACA:


Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, September 16, 2019

Redaktur

5 Tahun Lebih Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Kampung Cijambe Girang Blokir Akses Jalan dengan Pohon Pisang

*pemblokiran akses jalan oleh warga*
sukabumiNews, CISAAT - Warga Kampung Cijambe Girang memblokir akses jalan penghubung antara RW.9 dan RW.10, Desa Sukaresmi Kecamatan, Cisaat Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Senin, 16 September 2019. Aksi ini dilakukan warga sebagai protes terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi lantaran jalan sepanjang 1 kilometer ini sudah lama rusak dan tidak kunjung diperbaiki.

Dalam aksinya, sejumlah warga menggunakan pohon pisang dan material bangunan lain. Pemblokiran jalan oleh warga juga sempat diwarnai acara makan bersama di samping jalan yang rusak. Setelah itu mereka melanjutkan aksinya dengan mendatangi kantor Desa Sukaresmi untuk menyampaikan aspirasinya.

Salah satu warga setempat Herman (45) mengatakan, aksi tersebut dilakukan agar mendapatkan perhatian dari pemerintah bahwasanya lebih dari lima tahun mereka kesulitan melewati akses jalan tersebut karena kondisinya penuh lubang dan berpotensi terjadi kecelakaan.

"Kami sudah menyampaikan kepada Pemerintah Desa Sukaresmi sejak tahun 2014 lalu, namun tidak mereka hiraukan. Sampai saat ini kondisinya tidak ada perubahan bahkan menjadi semakin parah,"kata Herman kepada sejumlah wartawan, Senin (16/9/2019).
Aksi warga disambut baik oleh Jalaludin selaku Kepala Desa Sukaresmi. Ia mempersilakan warga untuk menyampaikan tuntutannya dengan melakukan dialog di aula kantor Desa Sukaresmi. Namun, saat itu Kades hanya bisa menampung keluhan dari masyarakat dan tidak bisa memberi jawaban kapan jalan tersebut akan diperbaiki.

"Kami tidak bisa gegabah dalam mengambil keputusan sebab status jalan tersebut merupakan jalan milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Bukan tidak mau memperbaiki tapi takut menyalahi wewenang," ujarnya.

Jalaludin berjanji akan segera menyampaikan permohonan warga kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam waktu dekat. Ia juga bersedia mengantar warga mendatangi kantor orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi jika masih belum mendapatkan tanggapan.

"Kami berjanji dalam 10 hari kedepan kami akan menyampaikannya ke Pemerintah Kabupaten Sukabumi terkait perbaikan jalan. Dan kami siap mengantarkan masyarakat ke Kantor Bupati jika seandainya tidak ada realisasi," tutup Jalaludin.

BACA Juga:
Camat Cisaat Tanggapi Protes Warga Cijambe Soal Minta Perbaikan Jalan



Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, September 6, 2019

Redaktur

Kerahkan Ratusan Massa, AMIR Gelar Demo Tolak OBOR-BRI Project

*aksi damai Aliansi Muslim Sukabumi Raya (AMIR) tolak “Obor” China dan pemindahan Ibukota*
sukabumiNews, CIKOLE – Organisasi masyarakat Aliansi Muslim Indonesia Raya (AMIR) melakukan aksi demo menolak program One Belt One Road (OBOR) atau Belt and Road Inisiative (BRI) yang digagas oleh pemerintahan Cina. AMIR menilai, program yang kabarnya akan diikuti Pemerintah Republik Indonesia itu, memiliki preferensi menguntungkan pengusaha Cina dan para broker proyek.

Aksi demo oleh hampir seribu massa AMIR itu berlangsung di depan gedung DPRD Kota Sukabumi di Jalan H. Juanda Kecamatan Cikole, Jumat (06/09/2019). Sebelumnya, AMIR bersama ratusan massa melaksanakan long march, dimulai dari lapang merdeka dengan konvoi kendaraan melalui jalan Ahmad Yani, jalur Zaenal Zakse dan berakhir dengan orasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi.

"Kami menolak program pemindahan Ibu Kota. Itu bukan solusi melainkan pemborosan anggaran. Pemindahan Ibu Kota hanya mengkonfirmasi kegagalan pemerintah Jokowidodo. Kami juga menolak kenaikan BPJS dan hentikan kriminalisasi ulama," ungkap perwakilan AMIR yang lantang berorasi di depan gedung DPRD Kota Sukabumi, Jumat (26/09/2019).

Melalui DPRD Kota Sukabumi, AMIR berharap, ekspektasi warga Sukabumi sejatinya mewakili masyarakat Indonesia yang ingin negaranya maju tanpa dijajah kembali oleh asing, agar dapat disampaikan kepada pemerintah pusat.

Aksi berlangsung damai dan massa tampak membubarkan diri setelah Ketua Presidium Bang Japar, Budi Lesmana memberikan petisi untuk di sampaikan kepada pemerintah pusat melalui Muspida Kota Sukabumi.

Petisi yang dibebankan kepada Walikota, DPRD dan BPJS Cabang Sukabumi itu berupa penolakan OBOR Project, Kenaikan BPJS dan pengakuan bendera tauhid sebagai bendera umat islam yang tidak bisa diklaim oleh organisasi manapun.

"Kami serahkan petisi ini untuk ditindaklanjuti oleh Wali Kota kepada presiden. DPRD juga harus menyampaikan aspirasi kami kepada DPR RI. Ini kami lakukan agar beban rakyat tidak berat dan terbebas dari penjajahanan Cina," tuturnya.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi Saat Menerima Petisi Dari Ketua Presidium Bang Japar Budi Lesmana.  
Sementara itu, menyikapi tuntutan AMIR, Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi menyambut baik ekspektasi yang disampaikan AMIR. Menunaikan tanggung jawabnya kepada warga Sukabumi, Wali Kota memastikan akan meneruskan harapan warga sukabumi ke pemerintah pusat.

"Kami terima dengan baik aspirasi kawan-kawan AMIR. Insyaallah, nanti akan kita sampaikan aspirasinya mereka kepada pemerintah pusat," jelas Walikota.



Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

FOTO: Aksi Damai AMIR Tolak “Obor” China dan Pemindahan Ibukota

aksi damai aliansi muslim sukabumi raya (amir)
Inilah Pernyataan Sikap ALIANSI MUSLIM SUKABUMI RAYA (AMIR) Pada Aksi Damai Tolak “Obor” China dan Pemindahan Ibukota yang dilaksanakan pada 6 Muharam 1441 H bertepatan dengan 6 September 2019 M di Sukabumi:

1. Kami rakyat dan masyarakat Muslim Sukabumi yang tergabung dalam Aliansi Muslim Indonesia Raya dengan ini menyatakan sikap. 

2. Mendesak untuk menindak kelompok separatism yang hendak memisahkan diri dari NKRI.

3. Menolak Pemindahan Ibukota Negara dari Jakarta.

4. Hentikan Kriminalisasi Bendera Tauhid dan mengakui sebagai bendera umat Islam.

5. Hentikan Kriminalisasi Ulama dengan alasan Radikalisme.

6. Menolak Kenaikan Iuran BPJS, Kenaikan TDL dan kebijakan lain yang tidak berpihak kepada mayoritas rakyat Indonesia.

Uploader : Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019

Monday, September 2, 2019

Redaksi sukabumiNews

Liga Mahasiswa Gelar Aksi Demo Kritisi Kinerja DPRD Kota Sukabumi

Demo Liga Persatuan Mahasiswa Sukabumi
sukabumiNews, CIKOLE – Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Liga Persatuan Mahasiswa Sukabumi (LPMS) menggelar aksi demo di halaman depan Gedung DPRD Kota Sukabumi, Jalan Ir. H. Juanda Kecamatan Cikole, Senin (02/09/2019).

Aksi Demo oleh sekumpulan mahasiwa dari GMNI, PB HIMASI, IMM Sukabumi, PMII ini dilakukan guna mengkritisi kinerja DRPD Kota Sukabumi yang dianggap masih belum maksimal.

Dalam orasinya, mahasiswa menyeru agar kinerja DPRD Kota Sukabumi dievaluasi dan posisi jabatan yang saat ini diemban jangan dijadikan alat komersil untuk kepentingan golongan dan partainya sendiri.

"Mereka wakil rakyat, wakil suara warga Kota Sukabumi. Jangan menjadi penguasa yang tidak berpihak kepada rakyat," ungkap salahsatu mahasiswa yang tampak bersemangat dan lantang dalam berorasi.

Pantauan sukabumiNews di lapangan, 3 anggota DPRD Kota Sukabumi yakni Momi Soraya selaku ketua, dan wakil ketua DPRD Kota Sukabumi Zona Arizona beserta anggota lainnya, Bah Gagan menemui langsung para peserta aksi.

Mereka melakukan tatap muka dan mengakomodir aspirasi yang disampaikan para mahasiswa.

Kepada para Mahasiswa, Momi Soraya, Jona Arizona dan Bah Gagan berjanji akan mengakomodir semua harapan teman-teman Mahasiswa, khususnya masalah uji materi perda yang harus berpihak kepada rakyat. Dia juga menegaskan, jabatannya saat ini sebagai anggota DPRD Kota Sukabumi tidak akan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi melainkan akan diabdikan sepenuhnya untuk warga Kota Sukabumi.

"Isyaallah, mewakili DPRD Kota Sukabumi, Saya bersama ketua sementara, Ibu Momi akan mengakomodir semua harapan teman-teman Mahasiswa demi terciptanya kesejahteraan warga Kota Sukabumi. Kami semua membuka diri, siap menerima kritik dan saran dari semua pihak yang menginginkan kota ini lebih baik," ungkap Jona Arizona menjawab tuntutan Mahasiswa Kota Sukabumi.

Berikut tuntatan yang disampaikan para mahasiswa yang tergabung dalam Liga Persatuan Mahasiswa Sukabumi ini:

1. Jalankan tugas pokok dan fungsi legislatif yang berpihak kepada rakyat bukan untuk birokrat;
2. Revisi perda-perda yang tidak pro rakyat;
3. Libatkan tokoh masyarakat dan mahasiswa dalam penyusunan tata tertib DPRD Kota Sukabumi;
4. Masukan kode etik DPRD dalam tata tertib;
5. Jangan jadikan kursi wakil rakyat sebagai barang komersil;
6. Penentapan perda harus dikaji lebih dalam, jangan sampai ditunggangi oleh kepentingan para elite;
7. Kurangi anggaran perjalanan dinas.

Aksi berlangsung tertib dan aman. Meski demikian puluhan aparat kepolisian dari Polres Sukabumi Kota tetap disiagakan guna mengantisipasi berbagi kemungkinan yang terjadi.


BACA Juga:
Usai Dilantik, Politisi PDIP Kota Sukabumi Akui Masih Banyak "PR" Belum Diselesaikan


Pewarta: Azis R.
Editor: Agus Setiawan.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, August 27, 2019

Redaktur

Dianggap Banyak Bermasalah, Kinerja Kades Cibentang Diprotes Warga

warga desa cibentang datangi kantor desa
Warga Desa Cibentang Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Saat mendatangi Aula Kantor Desanya untuk memprotes Kinerja Kepala Desa bersama Stafnya, Senin (26/8/2019)  
sukabumiNews, GUNUNGGURUH – Warga Desa Cibentang Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi mendatangi Kantor Aula Desa Cibentang, Mereka datang untuk memprotes kinerja kepala desa (kades) Asep Sukandar bersama staf yang dianggapnya banyak berbuat masalah (bermasalah), terutama menyangkut Anggaran Dana Desa 2019.

“Sepertinya banyak permasalahan yang harus di musyawarahkan, kami selaku masyarakat sangat sedih mendengar Anggaran Danan Desa 2019 yang tidak akan keluar tahun ini karena banyak permasalahan,” ujar Ahmad Madria, warga setempat.

“Makanya kami langsung sigap konfirmasi ke desa dengan menemui BPD,” jelasnya kepada sukabumiNews, usai menyampaikan protes, Senin (26/8/2019).

Ahmad beserta warganya menduga, bahwa kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) juga sangat kurang. Pasalnya menurut Ahmad, saat ditanya tentang Peraturan Desa (perdes) selama 2,5 tahun, malah BPD menjawabnya baru dua Perdes yang dikeluarkan.

“Dari sini kami sudah bisa menyimpulkan, jelas kinerjanya BPD sangat kurang,” tegasnya.

Karena itu tambah Ahmad, Dia bersama warga lainnya ingin meyakinkan dengan menemui kepala desa tentang kebenaran 2 perdes yang telah dikeluarkan tersebut, agar Ia selaku masyarakat bisa mengawasi mengenai anggaran yang sangat besar dari pemerintah yang diserap oleh desa.

“Desa ini desa yang paling kecil wilayahnya di Kabupaten Sukabumi. Kalau untuk pengalokasian kami suka ngecek, terkadang ada kesimpang siuran karena di beberapa pembangunan pihak RT tidak mengetahui anggaran pekerjaan di daerahnya tersebut dikarnakan tidak terpampangnya papan proyek,” beber Ahmad.

“Kami menginginkan keterbukaan informasi tentang semua anggaran yang diserap oleh desa kami, sehingga masyarakat mengetahui semua anggaran yang diserap oleh desa dan semua pembangunan yang di kerjakan oleh desa,” tegasnya.


Pewarta : Azis R/Rio
Editor : Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close