Breaking
loading...
Showing posts with label Kota Sukabumi. Show all posts
Showing posts with label Kota Sukabumi. Show all posts

Tuesday, August 20, 2019

Redaktur sukabumiNews.net

Kepergok Mencuri, Bocah MTs Malah Aniaya Seorang Ibu Muda

bocah mencuri
sukabumiNews, CIKOLE – Seorang bocah yang masih duduk di bangku MTs berinisial M (14) berani melakukan pencurian. Tidak hanya itu, dengan golok yang dibawanya saat beraksi, M juga tega menganiaya seorang ibu muda berusia 27 tahun, Nursilawati dengan membacoknya.

Informasi yang dihimpun sukabumiNews, peristiwa yang terjadi di Kampung Situ Rawapanjang, Desa Cireunghas, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat pada Senin 19 Agustus 2019, sekitar pukul 21.30 WIB ini berawal ketika Nursusilawati (korban) tengah tertidur di kamarnya.

Saat itu pelaku alias M masuk ke rumah korban melalui jendela kamar yang dicongkelnya terlebih dahulu dengan golok yang dibabawanya.

Saat pelaku hendak menggasak harta korban berupa handphone dan barang-barang berharga lainnya, Nursusilawati terbangun dan memergoki pelaku.

Tanpa pikir panjang, pelaku langsung menganiaya korban hingga mengalami luka parah di tubuhnya. 

"Nur mengalami luka tusukan pada bagian tubuhnya sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Hermina, Sukaraja guna mendapat pertolongan," kata KBO Reskrim Polres Sukabumi Kota, IPTU Ujang Taan kepada sukabumiNews, ditemui di kantornya, Selasa (20/08/2019).

Informasi tersebut, tutur Ujang Taan, didapat dari warga yang melapor ke pihak Polsek Cireunghas. Polsek Cirenghas tambah Dia, langsung meneruskan laporannya ke pihak Polres Sukabumi Kota dan Polres Sukabumi Kota segera menindaklanjutinya menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Di tempat TKP, kata Ujang Taan, polisi kemudian melakukan penyisiran dan mendapatkan petunjuk berupa bercak darah yang tertinggal di dedaunan. Di lokasi TKP juga ditemukan sebelah sandal yang diduga milik pelaku hingga akhirnya polisi mendapatkan petunjuk yang mengarah ke tempat dimana pelaku tinggal.

"Tanda-tandanya mengarah ke rumah pelaku. Setelah melakukan penggeledahan, disana (di rumah pelaku) polisi menemukan sebilah golok, kaos dan sarung yang masih ada darahnya. Lalu pelaku diinterogasi dan mengakui semua tindakan brutal yang dilakukannya," jelas Ujang Taan.

"Saat ini, kami masih melakukan pendalaman atas tindakan yang dilakukan oleh pelaku yang masih di bawah umur ini," pungkas KBO Reskrim Polres Sukabumi Kota itu.


Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, August 18, 2019

Redaksi3

Lahan Ilalang Aset Pemkot Sukabumi Terbakar

kebakaran
Gambar Ilustrasi.  
sukabumiNews, LEMBURSITU - Lahan berupa Ilalang dan lahan yang ditanami Pohon pisang, kelapa dan bambu di kampung pasir Babi Rt. 003/008 Kel. Cikundul Kec. Lembursitu Kota Sukabumi Jawa Barat terbakar, Ahad (18/8/2019).

Peristiwa kebakaran lahan yang lokasinya berdekatan dengan peternakan Ayam tersebut tidak bisa diantisipasi lantaran api semakin meluas tertiup angin.

pemadam kebakaran
“Petugas mengalami kesulitan karena selain akses jalan berupa perbukitan, kobaran api juga tersebar di beberapa titik lantaran tiupan angin yang sangat kencang. Sehingga untuk pemadaman api yang berkobar membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam untuk dipadamkan," ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami kepada sukabumiNews melalui pesan WhatsAppnya, Ahad (18/8).

Meski, kata Zulkarnain, petugas BPBD Kota Sukabumi telah mengerahkan 4 unit mobil Damkar dan personil satgas damkar, PB BPBD, Sat-PolPP serta Aparat Polsek Lembursitu yang juga turut membantu untuk menanganinya.

"Alhamdulilah dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Saat ini kondisinya sudah bisa dikendalikan dengan aman,” tambahnya.

Mengenai kerugian materi akibat peristiwa ini, Zulkarnain belum bisa memastikannya.

Sementara itu tutur Dia, kebakaran lahan yang berada di wilayah Kp. Dulang Nangkub Rt. 0O1/007 Kelurahan Jaya Mekar kecamatan Baros Kota Sukabumi itu luasnya sekitar 3.200 meter.

“Lahan ini merupakan aset Pemda Kota Sukabumi. Sementara penyebab kebakaran diduga sengaja dibakar." Pungkas Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi itu.


Pewarta: Azis R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, August 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

KPU Kota Sukabumi Tetapkan 35 Caleg DPRD Terpilih, Golkar dan Gerindra Peraih Kursi Terbanyak

penetapan caleg DPRD Kota Sukabumi terpilih
Ketua KPU Kota Sukabumi Sri Utami dan Komisioner KPU Kota Sukabumi, Agung Dugaswara. (FOTO: IS/sukabumiNews)  

sukabumiNews, CIKOLE – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi menetapkan 35 calon anggota DPR Kota Sukabumi terpilih hasil Pemilu dan Pileg  2019. Pada penetapan yang dilaksanakan di Gedung DPRD Kota Sukabumi, Rabu (14/8/2019) itu diketahui bahwa Partai Golkar dan Partai Gerindra meraih kursi terbanyak.

Kedua partai tersebut sama-sama memperoleh 6 kursi. Disusul Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang masing-masing meraih 5 kursi. Sedangkan PDI Perjuangan hanya pemperoleh 4 kursi.

Sementara Partai Nasdem dan Partai Amanat Nasional (PAN) meraih 3 kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meraih dua kursi dan Partai Hanura hanya mendapat 1 kursi.

Sedangkan partai lainnya seperti PBB, PKB, dan PKPI tidak meraih satu kursi pun.

Ketua KPU Kota Sukabumi Sri Utami mengatakan, 35 caleg terpilih itu mewakili tiga dapil, di mana dapil I sebanyak 12 orang, dapil II sejumlah 12 orang dan dapil III 11 orang.

"Semua sudah ditetapkan dan tidak ada keberatan dari para saksi parpol," terang Sri Utami usai rapat pleno penetapan calon terpilih, Rabu (14/8/2019).


Pewarta: Isman S.
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi3

Siaga Kekeringan, Pemkot Sukabumi Edukasi Warga Hemat Air

Kasi Pencegahan BPBD Kota Sukabumi
sukabumiNews, WARUDOYONG - Memasuki musim kemarau, Kota Sukabumi ditetapkan menjadi kota berstatus siaga dan darurat kekeringan oleh Pemprov Jabar melalui surat edaran Gunernur Jawa Barat tertanggal 1 Agustus 2019.

Selain itu, berdasar pada surat Kepala Statsiun Geofisika Bandung Nomor ME 403/736/KLEM/VI/2019 dan surat penetapan Nomor 117/Resume-Rakor PPMK Jabar/BPBD/VII/2019, menetapkan Kota Sukabumi sebagai wilayah bersatus siaga darurat kekeringan dan menyandang peringkat Ke-15 besar terburuk di Provinsi Jawa Barat.

"Menghadapi kekeringan yang terjadi di Kota Sukabumi, saat ini Kami tengah menanganinya dengan melakukan edukasi kepada masyarakat agar lebih hemat menggunaman air. Kita lakukan sosialisasi secara intensif," terang Zulkarnaen, selaku Kasi Pencegahan pada BPBD Kota Sukabumi kepada sukabumiNews, Rabu (14/08/2019).

Dia melanjutkan, soal masuknya Kota Sukabumi menjadi wilayah berstatus darurat siaga kekeringan ke dalam peringkat 15 terburuk di Jawa Barat, itu diakuinya tidak permanen dan suatu saat bisa berubah. Adapun darurat kekeringan atau krisis air bersih, pernah terjadi pada tahun 2018 lalu khusunya terjadi kekeringan pada lahan pertanian dan beberapa waktu kedepannya sudah bisa diminimalisir.

"Status siaga darurat bencana kekeringan itu bisa berubah sesuai progres penanganan darurat bencana kekeringan dilapangan. Sekarang saja, dari 7 kecamatan yang pada 2018 lalu masuk kategori berat, tahun ini menjadi sedang. Mudah-mudahan akan menjadi potensi agar darurat kekeringan bisa teratasi ," jelasnya.

Beberapa wilayah yang mengalami krisis air bersih tahun 2018 yaitu, Kecamatan Cikole bertempat di Kelurahan Subangjaya, Citamiang dan Kecamatan Cibeureum. Namun, pada survei yang dilakukan 2019, air yang ada di wilayah-wilayah tersebut saat ini baru masuk kategori berpotensi darurat.

"Saat ini potensi kekurangan suplai air bersih di benerapa wilayah itu sudah mulai terlihat. Untuk mengantisipasi kekurangan air bersih, kita sudah lakukan edukasi kepada warga agar lebih hemat menggunakan air bersih dan mulai menyiapkan tandan air. Mudah-mudahan secepatnya bisa kita tangani seperti tahun sebelumnya," pungkas Zulkarnaen.


Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, August 2, 2019

Redaksi sukabumiNews

Kampanyekan Kebersihan Sungai, Pemkot Sukabumi Gelar Festival Walungan

Wali Kota Sukabumi
Wali Kota Sukabumi bersama masyarakat Subang Jaya menabur ratusan ikan di Sungai Cisuda, Jum'at (2/8/2019).*  
sukabumiNews, CIKOLE – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi bersama Kelurahan dan warga Subang Jaya RW 01 Kecamatan Cikole menggelar peringataan Hari Sungai Nasional. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kebersihan aliran sungai.

Kegiatan yang dilaksanakan Pemkot Sukabumi dengan melibatkan warga dalam acar Festival Walungan Cisuda yang digelar di RW 01, Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole pada Jumat (2/8/2019) ini mengawali bulan Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019.

Dalam kegiatan ini aparat kelurahan bersama warga menggelar acara yang dikemas dengan Festival Walungan Sungai Cisuda yang bertajuk dari tanah yang terbelah amankan, selamatkan, bebaskan.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengawali kegiatan ini dengan membuka membuka tirai gapura yang bertuliskan " Selamat Datang di Wilayah Konservasi Sungai Cisuda ". Dilanjut dengan penampilan teater aliansi yang berjudul “Dari Tanah yang Terbelah”. Diteruskan dengan penaburan ratusan ikan di sungai cisuda dan penanaman bibit pohon produktif, serta pelepasan ratusan burung pipit.

‘’Pemkot memberikan apresiasi kepada masyarakat karena kesadaran ini tumbuh dari warga,’’ ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi disela-sela kegiatan, Jumat (2/8).

Menurut Wali Kota Sukabumi, Festival Walungan merupakan kegiatan yang cukup unik yang dikemas oleh teman-teman Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI).

Dijelaskan Fahmi kerusakan baik didarat maupun dilautan pasti penyebabnya manusia. Oleh sebab itu lanjut Fahmi, Pemkot berupaya memperbaiki ekosistem. “Maka yang harus turun adalah manusia dan saat ini bukan waktunya lagi saling menyalahkan siapa yang menyebarkan sampah, tetapi mari sama-sama beraksi untuk Kota Sukabumi yang kita cintai,'' lanjutnya.

Fahmi menuturkan sering terjadinya kerusakan lingkungan menjadi tugas manusia melakukan perbaikan dengan mengandalkan upaya kolaborasi, kebersamaan, kontribusi untuk menyelesaikan masalah.

Kegiatan Festival Walungan ini akan dijadikan percontohan di wilayah lain, dan akan menjadi inspirasi wilayah lain untuk terus beraksi dalam rangka pembangunan Kota melalui sarana prasarana dan potensi yang ada. " Mudah- mudahan warga masyarakat tetap konsisten, untuk menjaga wahangan cisuda ini," tutup dia.
Pewarta: Telly NR.
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, July 31, 2019

Redaksi3

Peringati Milad ke-44, MUI-BAZNAS Gelontorkan Bantuan Senilai Rp550 Juta kepada Para Pedagang Kecil

mui kota sukabumi beri bantuan
sukabumiNews, CIKOLE - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan bantuan sebesar Rp550 juta kepada ratusan pedagang kecil dan duafa. Bantuan ini merupakan realisasi dari salah satu program MUI untuk memerangi kefakiran.

Bantuan tersebut diberikan MUI bertepatan dengan Milad (HUT) nya yang ke 44. Pemberian bantuan dilaksanakan di Gedung Pusat Kajian Islam (PUSKI) yang terletak di Jalan Veteran, Kota Sukabumi Rabu (31/7/2019).

Kepada sukabumiNews, Sekertaris MUI Kota Sukabumi, Muhammad Kusoy mengatakan, bantuan ini diberikan kepada 100 orang pedagang kecil dengan nilai sebesar Rp 500 ribu per orangnya. Dia juga menjelaskan, selain berupa uang, MUI Kota Sukabumi juga memberikan bantuan berupa barang dagangan dalam bentuk jongko barokah, warung barokah dan warung pesantren barokah.

"Untuk jongko barokah saat ini sudah terealisasi sekitar 11 jongko dan kami menargetkan sekitar 100 jongko untuk Kota Sukabumi. Untuk ketiga jenis bantuan tersebut berupa pemberian modal usaha berupa barang dagangan senilai Rp 30 juta sampai Rp 70 juta untuk setiap orangnya,"kata Kusoy kepada sukabumiNews.

Kusoy mengungkapkan, untuk bantuan usaha warung barokah sifatnya investasi. Artinya ada perhitungan bagi hasil antara invenstor dan pelaku usaha. Dalam warung tersebut disediakan 150 jenis produk dagangan.

"Pembagian hasil akan dilakukan setiap tiga bulan sekali. Pembagian diberikan secara adil dengan persentase 50:50 dari keuntungan warung barokah setelah dikurangi infaq sebesar 5 persen,"ungkapnya.

Selain diberi bantuan usaha, lanjut Kusoy, MUI Kota Sukabumi para pelaku usaha akan diberikan penyuluhan dan dibimbing selama menjalan usahanya dengan metode berbasiskan ekonomi syariah.

"Sehingga diharapkan para pelaku usaha bisa menjalankan usaha secara mandiri dan MUI Kota Sukabumi bisa memberikan manfaat bagi umat," terang Kusoy


Pewarta: Azis R.
Editor: Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close