Breaking
loading...
Showing posts with label Kota Sukabumi. Show all posts
Showing posts with label Kota Sukabumi. Show all posts

Friday, June 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

Wali Kota Sukabumi Tandatangani Rencana Aksi Pencegahan Korupsi

Wali Kota Sukabumi , H. Achmad Fahmi menandatangani Rencana Aksi Pencegahan Korupsi. (Foto: dok. Humas Protokol Sukabumi Kota)  
sukabumiNews, CIKOLE – Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi melakukan penandatanganan dokumen rencana aksi daerah Pemkot Sukabumi tahun 2019/2020 di Ruang Pertemuan Balai Kota Sukabumi, Kamis (20/6) sore. Hal ini sebagai bagian dari rencana aksi daerah dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi Pemerintah Kota Sukabumi 2019/2020.

Penandatanganan dokumen rencana aksi Pemkot Sukabumi yang dilakukan oleh Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi ini disaksikan langsung oleh tim koordinasi, supervisi dan Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wilayah Jawa Barat. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami dan Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi Saleh Makbullah.

''Saya bersyukur pada hari ini rencana aksi pencegahan korupsi ditandangani dan disepakati,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dalam sambutannya. Hal ini sebagai bentuk komitmen menjaga rumah besar Pemkot Sukabumi termasuk satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang membuat komitmen.

Menurut Fahmi, yang sulit adalah melaksanakan komitmen dan diharapkan tetap menjaga komitmen dalam pencegahan korupsi. Jangan sampai justru yang bermasalah ketika anggota keluarga Pemkot Sukabumi malah tidak menjaga komitmen tersebut.

Penandatanganan aksi pencegahan korupsi ini ungkap Fahmi menjadi bekal bagi wali kota dan wakil wali Kota Sukabumi dalam menjaga komitmen kebersamaan. Sebabnya sejak awal ditekankann pentingnya kolaborasi dan sinergi serta saling mengingatkan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan sesuai aturan.

''Amanah dipegang dan dijaga sebaik-baiknya karena yang membanggakan adalah amanah yang dijaga akan menyelamatkan kita bukan mencelakakan atau menghancurkan,'' cetus Fahmi.

Pemkot Sukabumi kata dia akan berkomitmen menjaga Sukabumi dan melakukan perbaikan pelayanan kepada warga. Hal ini karena sudah menjadi harapan agar dikenang sebagai pemerintahan yang memberikan pelayanan terbaik sesuai koridor hukum yang ditetapkan.

''Insya Allah kami akan lakukan komunikasi dan kami mohon dukungan KPK wilayah Jabar untuk berbagi saran dan masukan serta arahan,'' imbuh Fahmi. Targetnya untuk perbaikan dan pencegahan korupsi. Intinya bersama kita bisa, kita kuat dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ketua Tim Koordinasi, Supervisi dan Pencegahan (Kosuga) KPK wilayah Jawa Barat Tri Budi Rochmanto mengatakan, KPK mendorong pencegahan dan pemberantasan koruspi di daerah termasuk di Kota Sukabumi. Caranya dengan menggiatkan sosialisasi dan peningkatan pemahaman mengenai pencegahan korupsi.

Budi menerangkan, ada praktek yang harus dihindari dalam tata kelola pemerintahan. Di antaranya uang ketok palu, alokasi dana pokir karena tidak ada dasar hukumnya dalam hal perencanaan APBD.

Selain itu dicegah upaya intervensi dalam pengadaan barang dan jasa dan perizinan. Hal lainnya yang dicegah yakni jual beli jabatan, fee penempatan pegawai, rotasi dan mutasi. Selain itu dilarang melakukan pungutan atau kutipan kepada bawahan maupun memberi atau menerima suap dan gratifikasi dan melakukan pemerasan.

Intinya kata Budi, perlu ada pemahaman bersama dari pemerintah daerah agar maksimal dalam hal pencegahan dan pemberantasan korupsi.


Pewarta: Humpro.sukabumikota
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, June 6, 2019

Redaksi sukabumiNews

Mak Eyoh Hidup Sebatangkara, Memimpikan Tinggal di Rumah yang Layak

Hidup di bawah garis kemiskinan memang sangat menyedihkan, apa lagi jika tinggal sebatang kara di usia yang sudah tua.

sukabumiNews, LEMBURSITU – Mak Eyoh, warga asal Kampung Bangsanaya, RT.003 RW.007 Kelurahan Situmekar Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat, harus mengalami nasib serupa. Di usianya yang sudah senja, ia hidup sebatangkara dan hanya ditemani lima ekor kucing peliharaannya.

Meski begitu, Mak Eyoh tidak meyerah menjalani hidup. Ia mampuh berusaha untuk bertahan, meski harus terkopoh-kopoh berkeliling berjalan kaki sekauh 4 sampai 5 kilo meter sambil menggendong bakul nasi berisi sayuran yang dia beli dari pasar untuk dijual kembali ke setiap rumah demi memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Cukup jauh jarak yang harus ditempuh bagi wanita seusia Mak Eyoh yang lebih dari 70 tahun ini. Meski tidak banyak yang Ia jual, karena selain modalnya yang minim, Mak Eyoh juga terkendala dengan keadaan fisik. Di usianya yang sudah melemah tidak mungkin kuat untuk membawa beban terlalu berat. Aktivitas seperti inilah yang Mak Eyoh lakukan setiap hari.

"Dari hasil jualan ini saya mendapat keuntungan sebesar Rp20 ribu dari modal sebesar Rp30 ribu. Dari Modal Rp30 ribu ini rata-rata kembali jadi Rp50 ribu,” ujar Mak Eyoh kepada sukabumiNews saat ditemui di rumahnya, Kamis (6/6/2019).

“Itupun jualannya jarang habis, sisanya suka dibawa pulang kembali," tutur Mak Eyoh. 
Mak Eyoh tinggal di gubuk bilik berukuran 2x 3 meter dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Pantauan sukabumiNews, di gubuknya hanya tersedia sebuah kasur kapuk yang sudah using. Dindingnya pun penuh tambalan kain dan plastik yang dipasangkan untuk menahan angin yang berhembus dari bilik yang terlihat bolong-bolong.

Keberadaan seperti ini dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan dan keslamatan Mak Eyoh, karena selain sudah tua, gubuk kediaman ia pun terlihat hampir ambruk lantaran tiang penyangganya sudah keropos termakan rayap dan termakan usia.

"Kainnya sengaja saya pasang di dinding, karena kalau malam suka dingin, angin masuk dari sana," ucapnya dengan air mata berlinang, sambil menunjuk kain yang menempel di dindingnya yang penuh dengan lubang-lubang kecil.

Ia menjelaskan dirinya mendiami gubuk yang dulu dibuatkan oleh beberapa orang warga yang merasa iba kepadanya lantaran Ia tidak mempunyai suami dan anak untuk membantu kehidupannya. Entah sudah berapa lama Ia mendiami gubuk yang dibuatkan oleh tetangganya tersebut.

"Sudah lupa kapan gubuk ini dibuat, tetangga yang bikin karena saya tidak punya siapa-siapa, kadang suka sedih, tapi saya pasrah aja," ngkap Mak Eyoh, haru.

Yang jelas, tambah Dia, hampir seperempat usianya ia tinggal di gubuk itu. Mak Eyoh juga, menyatakan bahwa dirinya sempat memimpikan untuk bisa tinggal di rumah yang layak seperti masyarakat lain pada umumnya, sebab kata dia, jika malam tiba, apalagi jika turun hujan, rasa dingin selalu menusuk kulit yang sudah tak mampu lagi menahan cuaca dingin.

"Tapi Apa daya karena memang kenyataannya seperti ini, Cep,” keluhnya seraya menyebut kepada wartawan yang mewawancarai dengan panggilan Acep.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, June 4, 2019

Redaksi sukabumiNews

Polres Sukabumi Kota Ringkus 7 Geng Motor XTC yang Kerap Meresahkan Warga

Geng Motor XTC diringkus Polisi.
-- 
sukabumiNews, CIKOLE - Polres Sukabumi Kota meringkus 7 Geng Motor XTC. Dari ketujuh Geng Motor tersebut polisi berhasil mengamankan 16 orang yang di duga akan melakukan tindak pidana termasuk satu orang diantaranya akan melukai dan melawan Aparat Kepolisian.

Anggota kelompok yang kerap meresahkan warga itu diciduk polisi saat aparat kepolisaian sedang melaksanakan razia di Jln. Veteran pada Selasa (4/6/2019).

"Saat dilakukan razia, salah seorang dari 7 geng motor tersebut hendak melawan kepada petugas,” ujar Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro saat konfersi pers usai menggelar Apel Kesiap siagaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H di halaman Gedung Juang Kota Sukabumi, Selasa (4/6/2019).

Kapolres Sukabumi Kota tunjukkan barang bukti sajam yang disita.
Polisi juga berhasil menyita 1 Sajam pedang patimuran, 11 butir Obat Tramadol, 4 butir Trihexphendydyl dan 5 butir Hexyner.

“Yang kami tangkap adalah Genk Motor XTC dan dilakukan tes Urine, alhasil dari 10 orang positif mengkonsumsi Narkoba dan obat keras lainnya,” jelas Kapolres.

Dalam razia tersebut, polisi juga menindak sebanyak 385 pelanggar lalu lintas. Adapun terhadap pelanggal lalulintas polisi menyita 82 lembar SIM,, 224 Stnk, serta 79 unit kendaraan type R 2 dari berbagai merk yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Barang Bukti Motor yang disita.
Kendaraan mereka disita petugas lantaran menggunakan perlengkapan yang tidak sesuai dengan standarnya, baik itu menggunakan knalpot trondol dan sebagainya.

“Dengan adanya kegiatan ini kami harapakan pada malam takbiran diwilayah kota Sukabumi dan sekitarnya bisa aman dan kondusif,” tegas AKBP Susatyo.

Di akhir konferensinya, Kapolres menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga kerabat kita dari lingkungan yang tidak baik supaya tidak terpengaruh, baik dalam mengkonsumsi Narkoba, Alkhol dan Obat keras lainnya.

Hadir pada Konfefeni Pers tersebut Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi didampingi Wakil Wali Kota, Andi S. Hamami.

Sementara Walikota sukabumi dalan kesempatan tersebut menuturkan bahwa ia akan melakukan koordinasi dengan Polres Sukabumi Kota. Menurut Fahmi, para pelaku ini tampaknya para pelaku baru yang muncul dari generasi yang ada di wilayah Kota Sukabumi juga.

“Mudah-mudahan kegiatan yang sering dilakukan Kapolres ini bisa semakin menekan dan dapat meminimalisir keberadaan Genk Motor yang hidup kembali di wilayah Kota Sukabumi," tutup Fahmi.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, June 2, 2019

Redaksi sukabumiNews

DPD APMP Jabar Beri Bantuan kepada Riyan, Balita Penderita Atresia

Ketua DPD APMP Jawa Barat Budi Arya saat memberikan titipan bantuan kepada Riyan. (FOTO: Azis R/sukabumiNews)
-- 
sukabumiNews, BAROS - Aliansi Pewarta Merah Putih (APMP) Jawa Barat mengunjungi rumah Riyan, Bocah 4 tahun penderita Atresia (tanpa lubang anus, alat vital, telapak kaki dan tulang Punggung Bengkok) pada Ahad (2/6/2019).

Ketua DPD APMP Jawa Barat, Budi Arya mengatakan, kedatangan Ia ke rumah keluarga Riyan untuk memberikan bantuan demi meringankan biaya pengobatan atas kondisi yang diderita Balita usia 4 tahun yang saat ini tinggal bersama kakek dan neneknya di Kampung Pangkalan RT 01/RW 07 Kelurahan Jayamekar, Kecamatan Baros Kota Sukabumi Jawa Barat.

BACA Juga:

Menurut Budi, pihaknya sangat tersentuh ketika membaca, mendengar dan melihat kondisi Riyan yang viral di Medsos dengan keberadaan keluarganya yang kurang mampu, hingga pihaknya berinisiatif untuk memberikan bantuan keuangan demi mengurangi beban biaya yang ditanggung keluarganya.

“Hari ini saya berkunjung kerumah keluarga Rian untuk menyampaikan titipan berupa bantuan uang dan mainan dari rekan-rekan se-profes dan dari donatur lain, yang mana selama ini mereka aktif dalam melakukan kegiatan sosial khususnya di wilayah Sukabumi,” kata Budi Arya kepada sukabumiNews, Ahad (2/6/2019).

“Semoga apa yang diberikan rekan-rekan bisa membantu meringankan beban biaya hidupnya serta bagi yang lain agar tergerak hatinya untuk membantu biaya pengobatan Riyan," harapnya.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Jelang Lebaran 1440 H, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi Lepas 748 Pemudik Gratis

sukabumiNews, WARUDOYONG - Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi memberangkatkan 748 penumpang mudik (pemudik) gratis untuk lebaran 1440 H. Para pemudik Gratis ini dilepas di halaman kantir Dinas Perhubungan Jln. Arif Rahman Hakim Kelurahan Benteng Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi pada Sabtu (1/6/2019).

"Saat ini kita siapkan 17 armada Bus, 15 dari Pemprov Jabar, 1 dari Pemkot, dan 1 Bus dari Damri untuk para pemudik jurusan Solo, Wonogiri dan Jogyakarta sekitarnya," terang Achmad Fahmi kepada sukabumiNews. 
Pada kesempatan itu Fahmi juga memberikan santunan kepada puluhan anak yatim, dana dari perusahaan sponsor di wilayah Sukabumi.

Sebelum pemberangkatan Fahmi menghimbau kepada para pemudik agar kembali dengan tidak membawa yang lain lantaran jumlah penduduk di Sukabumi sudah begitu padat.

"Kami mengimbau agar para pemudik bisa kembali sesuai dengan jumlah saat mereka berangkat, jangan bertambah," pesannya.

Di tempat yang sama, Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana Pelabuhan Laut Dinas Pemprov Jabar, Idit Gunawan mengungkapkan, pada tahun ini baik jumlah armada maupun kualitas armadanya mengalami peningkatan, dan Pemprov Jawa Barat menyediakan 90 armada bus yang dibagi di empat daerah di Jawa Barat.

“Untuk tahun 2019 ini kita menerjunkan 90 armada. 5 Bus untuk Kota Sukabumi, untuk Kota Bogor 10 Bus, untuk Bekasi 40 Bus, untuk Kota Bandung sebanyak 25 Bus, dan Jasa Raharja dari Bandung 10 Bus,” terang Idit Gunawan.

Sementara, tambah Idit, serta tambahan untuk penumpang gratis 300 penumpang jurusan Surabaya," pungkas Idit Gunawan.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, May 27, 2019

Redaksi sukabumiNews

Kota Sukabumi Raih Opini WTP dari BPK Lima Kali Berturut-turut

sukabumiNews, BANDUNG – Kota Sukabumi kembali meraih prestasi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Prestasi ini diterima langsung oleh Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dalam acara penyerahan laporan hasil pemeriksaan BPK atas laporan keuangan pemerintah daerah tahun anggaran 2018 pada kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Barat, yang dilaksanakan di Gedung BPK RI Perwakilan Jawa Barat di Kota Bandung, Senin (27/5/2019).

Selain Kota Sukabumi, ada tiga wilayah lain yang juga mampu meraih prestasi WTP sebanyak lima kali, yaitu Kabupaten Sumedang dan Kuningan.

‘’Kami bersyukur kepada Allah SWT karena tahun ini Pemerintah Kota Sukabumi meraih WTP untuk yang ke lima kalinya secara berturut-turut,’’ ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, seperti dikutip humpro.sukabumikota.go.id, Senin (27/5/2019).

“Mudah-mudahan pencapaian ini semakin mendorong dan penyemangat bagi pemerintah daerah dan DPRD untuk terus melakukan pelayanan terbaik kepada masyarakat, untuk semakin menciptakan Kota Sukabumi yang religius, nyaman dan sejahtera (Renyah).” harap Fahmi.

Fahmi juga berharap, semoga dengan pencapaian ini dapat memberikan pelayanan terbaik dalam hal laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD).

“Opini WTP ini juga sekaligus menunjukkan bagaimana transparansi pengelolaan keuangan dalam proses pembangunan di Kota Sukabumi,” tuturnya.


Dengan pencapaian tersebut Walikota Sukabumi mengucapkan terimakasih kepada aparatur sipil negara (ASN) di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang telah bekerja dengan maksimal dalam pelayanan kepada warga.

“Ke depan dengan opini WTP ini akan semakin menambah semangat untuk terus memberikan pelayanan yang  baik dan maksimal kepada warga,” tutup Fahmi.


Pewarta: TNR/IS
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close