News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

India di Ambang Kehancuran, Semua Rakyatnya Dibuat Ampun-ampunan

India di Ambang Kehancuran, Semua Rakyatnya Dibuat Ampun-ampunan

Tenaga kesehatan dan kerabat membawa jenazah seorang pria, yang meninggal dunia akibat penyakit Covid-19 dari ambulans ke krematorium di New Delhi, India, Jumat (13/11/2020). (Foto: Reuters) 

sukabumiNews.net, INDIA – Rumah sakit di India terus mengirim pesan darurat untuk pasokan oksigen darurat dan pembuat vaksin terkemuka memperingatkan kekurangan vaksin dapat berlangsung selama beberapa bulan, karena jumlah kasus virus corona negara itu mendekati 20 juta pada hari.

Dilansir GenPI.co dari Reuters, Selasa (4/5/2021), India melaporkan 368.147 infeksi corona baru selama 24 jam, menjadikan jumlah orang yang menderita infeksi sejauh ini menjadi 19,93 juta, dan itu menjadi tertinggi kedua di dunia.

India, dalam cengkeraman gelombang kedua yang menghancurkan, telah mencatat lebih dari 300.000 kasus setiap hari selama lebih dari 10 hari. Korban tewas secara keseluruhan mencapai 218.959, dengan 3.417 lebih kematian.

Para ahli mengatakan jumlahnya mungkin di bawah perkiraan, karena tingkat pengujian yang rendah dan jumlah orang yang meninggal di rumah, terutama di daerah pedesaan.

Kekurangan oksigen medis juga semakin parah. Dua puluh delapan pasien meninggal dalam semalam, diduga karena kekurangan gas penyelamat jiwa di rumah sakit di negara bagian Karnataka dan Madhya Pradesh.

Pejabat tidak mengkonfirmasi kematian karena kekurangan oksigen, tetapi memerintahkan penyelidikan atas masalah tersebut.

Para pemimpin dari 13 partai oposisi mendesak pemerintah untuk meluncurkan program vaksinasi gratis dan memastikan aliran oksigen tidak terputus ke semua rumah sakit.

Beberapa rumah sakit juga meminta intervensi pengadilan selama akhir pekan untuk menyediakan pasokan oksigen di New Delhi, di mana penguncian telah diperpanjang seminggu dalam upaya untuk menahan gelombang infeksi.

Pengadilan Tinggi Delhi mengatakan akan mulai menghukum pejabat pemerintah jika pasokan oksigen yang dialokasikan ke rumah sakit tidak terkirim.

Krisis yang dimulai dua minggu lalu tidak menunjukkan tanda-tanda membaik, meski ada jaminan dari pihak berwenang.

“Kami biasanya menggunakan sekitar 3-3,5 metrik ton oksigen setiap hari, kami sekarang perlu menggunakan sekitar 11 metrik ton, dan entah bagaimana kami berhasil mendapatkan sekitar 6-7 metrik ton setiap hari,” tutur Arvind Soin dari Medanta Liver Institut Transplantasi.

Red*
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2021

Tags

Daftar

Website sukabumiNews.net Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita PT SUKABUMINEWS MULTI MEDIA. Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.

Post a comment

Anda boleh beropini dengan mengomantari Artikel di atas