News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Keluarga Laskar FPI yang Ditembak Mati Gugat Bareskrim

Keluarga Laskar FPI yang Ditembak Mati Gugat Bareskrim

Rest area Km 50 Tol Jakarta-Cikampek. (Foto: mobil123.com)  

sukabumiNews, JAKARTA – Keluarga almarhum Muhammad Suci Khadavi Putra, salah seorang anggota Laskar FPI yang tewas tertembak di peristiwa Karawang menggugat Bareskrim Polri ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Gugatan Praperadilan ini menyoal penyitaan barang-barang pribadi milik Khadavi. Pihak keluarga pun telah menggandeng advokat dan konsultan hukum pada kantor Boyamin Saiman Law Firm untuk gugatan ini.

"Sudah didaftarkan tanggal 28 Desember 2020. Sidang perdana rencananya hari ini," kata salah satu kuasa hukum keluarga laskar FPI, Kurniawan Adi Nugroho, dihubungi awak media, dikutip sukabumiNews dari VIVA, Senin, 11 Januari 2021.

Kurniawan menjelaskan, Khadavi ini masih berstatus terlapor bukan tersangka. Oleh karena itu, menurutnya, tak adanya izin dari Ketua Pengadilan Negeri setempat memperlihatkan penyitaan yang dilakukan tak sesuai prosedur dan melawan hukum.

Adapun barang-barang yang disita antara lain, 1 set seragam laskar khusus FPI; 1 unit handphone merek Oppo F11 dengan simcard nomor: 0812-8763-5543; SIM A atas nama M. Suci Khadavi Putra; dan SIM C atas nama M. Suci Khadavi Putra.

Selain itu, kata dia, KTP atas nama M. Suci Khadavi Putra; Kartu mahasiswa atas nama M. Suci Khadavi Putra; Uang untuk pembayaran biaya kuliah dalam bentuk tunai sebesar Rp2,5 juta.

Dalam permohonannya, lanjut Kurniawan, pemohon minta PN Jakarta Selatan bisa memeriksa dan memutus sejumlah hal. Di antaranya, menyatakan secara hukum Bareskrim telah melakukan penyitaan yang tidak sah; menyatakan secara hukum, segala data dan/atau informasi yang didapat Bareskrim dari barang-barang milik Khadavi sebagai data dan/atau informasi yang tidak sah dan tidak memiliki kekuatan hukum sebagai alat bukti.

Selain itu, tekan Kurniawan, memerintahkan Bareskrim untuk mengembalikan barang milik Khadavi kepada pemohon atau kuasa hukumnya, segera setelah putusan dibacakan. 

"Memerintahkan termohon untuk membayar biaya perkara," ujarnya. (ase)

BACA Juga: Didesak Diseret ke Pengadilan HAM, Polisi Sebut Penembakan 6 Laskar FPI Bukan Atas Perintah Atasan

Red*

Copyright © SUKABUMINEWS 2021

Tags

Daftar

Website sukabumiNews.net Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita PT SUKABUMINEWS MULTI MEDIA. Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.

Post a Comment

Anda boleh beropini dengan mengomantari Artikel di atas