News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Peringgi Demokrat Minta Jokowi ‘Serahkan’ Gibran ke KPK, Refly Harun: Jenis Kejahatannya Luar Biasa

Peringgi Demokrat Minta Jokowi ‘Serahkan’ Gibran ke KPK, Refly Harun: Jenis Kejahatannya Luar Biasa

(Foto: Instagram)  

sukabumiNews.net, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny Kabur Harman, minta agar KPK secepatnya selidiki aliran dana bansos diduga dikorupsi eks Mensos Juliari, yang sekaligus menjabat sebagai Wabendum PDIP tersebut.


Hal ini berkaitan dengan beberapa waktu lalu berlangsungnya Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020, sehingga Benny meminta agar memeriksa aliran dana tersebut dalam Pilkada Serentak.


Bahkan, Petinggi partai Demokrat ini juga meminta Gibran Rakabuming Raka untuk segera menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


“Cerita dana bansos dipake untuk sukseskan paslon partai tertentu pada Pilkada 9 12, lalu kencang di kampungku. Ayo KPK selamatkan demokrasi, jangan biarkan pemimpin produk sistem yang korup membangun negeri. Kerjanya nanti hanya numpuk harta dan kuasa, lupa rakyat,” ujar Benny K Harman.


Benny menegaskan pemanggilan terhadap putra sulung Jokowi ini harus dilakukan demi menjaga nama baik istana dan citra Presiden.


Selain itu, Politisi Demokrat itu meminta pihak istana agar menyerahkan Gibran dengan cara memfasilitiasi KPK agar segera dilakukan pemeriksaan.


Menanggapi pernyataan Benny K Harman ini, Ahli Hukum Tata Negara, Refly Harun, mengatakan, bahwa siapa pun yang salah harus segera diperiksa.


“Tidak peduli apakah dia itu seorang pembesar negeri, anak pembesar negeri, atau siapapun, yang penting adalah jenis kejahatannya itu ya luar biasa. Seperti misalnya korupsi sebagai the common enemy sejak kita lahir di era reformasi ini,” ungkap Refly Harun, seperti dikutip PotensiBisnis.com dari kanal Youtube pribadinya Refly Harun.


“Terutama korupsinya, cerita tentang korupsi ini sudah kita dapatkan dari masa ke masa, dari presiden ke presiden di era reformasi. Korupsi ini tidak diselesaikan oleh presiden mulai dari presiden Abdurrahman Wahid, kemudian Megawati Soekarnoputri, SBY 10 tahun, dan Jokowi,” ujar dia menambahkan.


“Prinsipnya adalah siapapun yang salah, siapapun yang terlibat, siapapun yang memakan dana bansos ini, dia harus bertanggung jawab. Apalagi dana yang dikorupsi itu luar biasa besarnya, tidak hanya mengalir kepada Juliari Batubara,” kata Refly.

Editor: Red*

Sumber: PotensiBisnis.com

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020

Tags

Daftar

Website sukabumiNews.net Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita PT SUKABUMINEWS MULTI MEDIA. Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.

Post a Comment

Anda boleh beropini dengan mengomantari Artikel di atas