Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Monday, November 2, 2020

Red1

Ponpes As-Sa’adah Surade Dapat Bantuan Program OPOP dari Pemprov Jabar

Ponpes As-Sa'adah Surade memanfaatkan program bantuan OPOP dari Pemprov Jabar dan menerapkannya di bidang perkembangan usaha fashion. (Foto: sukabumiNews/Azis R)  

sukabumiNews.net, SURADE
– Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) meluncurkan pogram One Product One Pesantren (OPOP) bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) di kalangan Pondon Pesantren (Ponpes) di Jawa Barat.

 

Informasi yang diperoleh sukabumiNews, Pemprov Jabar sudah membina beberapa Ponpes se-Jawa Barat guna meyerap program OPOP ini. Salah satu diantaranya yaitu Yayasan As-Sa’adah yang beralamat di kampung Cilalay Babakan RT 008/004 Desa Citanglar Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi.

 

"Dengan adanya bantuan dari program OPOP di tengah pandemi Covid-19 ini dapat mendorong perkembangan usaha fashion serta dapat mengangkat dan menyerap tenaga kerja," kata Pimpinan Ponpes Ass-Sa’adah Syamsul Marif kepada sukabumiNews, Senin (2/11/2020).

 

Untuk para pekerja yang terserap saat ini lanjut Syamsul diantaranya yaitu warga Pajampangan yang berasal dari para santri dan alumni Yayasan Ponpes As-Sa'adah.

 

“Bantuan ini sangat bermanfaat dan dapat menumbuh kembangkan perekonomian masyarakat setempat serta alumni santri, juga untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja,” tuturnya.

 

Syamsul menambahkan, selain mendapat tambahan biaya perminggu untuk belanja bahan senilai Rp 25 juta dan pembayaran karyawan perminggu sebesar Rp 15 juta, dari program ini juga dapat tambahan alat mesin rajut.

 

Adapun kata Syamsul, mengenai harga bahan-bahan mentah seperti katun akrilik yaitu Rp115 ribu/kg, bahan wol Rp 73 juta/kg, dan harga PE Rp 50 ribu/Kg.

 

Sementara tambah Samsyul, untuk penjualan barang dari bahan katun perlusin harganya bisa mencapai Rp 900 ribu, dan unjuk penjualan bahan wol bisa mencapai 2 lusin/hari dengan harga Rp 400 ribu.

 

“Kami berharap program OPOP ini terus berlanjut. Dan Alhamdulillah Ponpes As-Sa’adah ini masuk katagori seleksi ke 2 se-Kabupaten Sukabumi,” akunya.

 

Dikatakan Syamsul Marif, sebelumnya Ponpes As-Sa’adah ini telah mengikuti program audisi ke satu dan magang selama 1 minggu di wilayah Selabinta yang diprakarsai oleh Dinas Koperasi dan Perdagangan Jabar.

 

Adapun terang Syamsul,  untuk mengikuti audisi ke dua sebagai lanjutan, tinggal menunggu di survey. Dan audisi ke dua tersebut lanjut Syamsul akan dilaksanakan pada hari Rabu (04/11/2020) dan Senin (21/11/2020) di Hotel Horison Kota Sukabumi.

 

Pewarta: My Kuncir

Editor: Red.

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close