Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Friday, November 13, 2020

Redaksi sukabumiNews

Gas Elpiji 3 Kg Langka di Pasaran, Warga Pajampangan Terpaksa Kembali Gunakan Kayu Bakar untuk Memasak


sukabumiNews.net, PAJAMPANGAN
– Langkanya gas elpiji ukuran 3 kilogram di wilayah VI Kabupaten Sukabumi (Pajampangan) membuat masyarakat yang tergolong kurang mampu kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak.

 

Kelangkaan gas elpiji bersubsidi di wilayah pajampangan tersebut diduga lantaran masih banyak digunakan oleh masyarakat kalangan menengah ke atas. Akibatnya, jatah untuk masyarakat menegah ke bawah habis diperjalanan, sehingga bahan bakar gas yang sedianya diperuntukkan bagi masyarat miskin tidak benar-benar tepat sasaran.

 

"Saya sudah mencari kemana-mana untuk membeli gas epliji 3 kilogram selama tiga hari sampai saat ini belum mendapatkan juga," ujar Delan (40) warga Kp. Cijulang RT. 003/001 Mekarwangi Kecamatan Kalibunder Kabupaten Sukabumi kepada sukabumiNews, Kamis (12/11 /2020).

 

Tidak hanya dialami oleh Delan. Menurutnya, warga yang lain pun mengalami hal yang sama. Akibatnya warga di daerah pajampangan itu mengeluh lantaran untuk memasak, terpaksa harus kembali menggunakan kayu bakar seperti dahulu kala.

 

Sedangkan kata Delan, untuk mendapatkan kayu bakar yang kering di musim hujan seperti saat ini sangatlah sulit.

 

Ada apa dengan si gas melon berwarna kuning hingga selama 3 hari ini di wilayah Kecamatan Kalibunder dan Kecamatan Cimanggu sangat langka? " Tanyanya, kesal.

 

Sementara itu, Neneng Maryamah, salah satu penjual gas elpiji 3 kilogram enceran di desa Buniwangi Kecamatan Surade juga membenarkan adanya kelangkaan gas bersubsidi untuk masyarakat miskin.

 

"Hampir satu minggu gas elpiji 3 kilogram sudah jarang berada di warung, biasanya 5 hinga 10 tabung isi gas elpiji 3 kilogram perhari jarang laku, sekarang banyak warga dari kampung keluar desa banyak yang datang lantaran laku dibutuhkan untuk dijual," tutupnya.

 

Pewarta: My Kuncir

Editor: Red / Azis R

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close