Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Wednesday, October 14, 2020

Redaksi sukabumiNews

Pjs Bupati R Gani Muhammad Apresiasi Cara Unjuk Rasa Buruh Sukabumi Tolak Omnibus Law

Pjs Bupati Sukabumi R. Gani Muhammad (Foto: Istimewa)  

sukabumiNews.net, KABUPATEN SUKABUMI – Pjs Bupati Sukabumi R. Gani Muhammad memberikan apresiasi terhadap buruh Sukabumi yang telah menyampaikan aspirasinya melaui unjuk rasa dengan cara-cara bermartabat.

 

Apresiasi tersebut disampaikan R Gani Muhammad dihadapan para buruh pengunjuk rasa saat berdemo menolak UU Cipta Kerja atau UU Ciptaker Omnibus Law di depan Gedung Pendopo Kabupaten Sukabumi Jawa Barat pada Rabu (14/10/2020).

 

“Seperti kita saksikan tadi mereka telah melaksanakan aksinya dengan tertib dari mulai datang, kemudian melakukan orasi hingga mereka kembali pulang. Ini harus dijadikan percontohan oleh buruh-buruh lainnya dalam menyalurkan aspirasi,” uncapnya.

 

"Pada saat melakukan Audensi demgan perwakilan serikat buruh, kita juga memberikan pemahaman kepada mereka bahwasannya pemerintah daerah pun sampai saat ini belum menerima draf UU Cipta kerja tersebut. Lantas, apa yang mau ditolak oleh pemkab kalau pemkab juga belum membacanya," kata R. Gani.

 

Lebih lanjur R Gani mengatakan bahwa pihaknya harus menyamakan terlebih dahulu frekuensi draf mana yang akan dibahas, kamudian dikaji.

 

“Setelah itu, baru kita berikan statmen. Ini belum apa-apa sudah menolak, harus kita pastikan dahulu, edukasi dahulu, mereka jangan digunakan oleh kelompok-kelompok tertentu menggedor- gedor tetapi belum pernah baca,” paparnya.

 

"Saya sampaikan kuncinya, membaca itu akan membuka jendela ilmu termasuk dalam hal ini," pungkasnya.


BACA Juga: Massa KMPS Minta Anggota DPR RI dari Dapil Sukabumi Hadir di Tengah Mereka Jelaskan UU Ciptaker

 

Pewarta : Azis Ramdhani

Editor : AM

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close