Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Friday, September 25, 2020

Redaksi sukabumiNews

Tidak Terbukti Sebarkan Covid-19, Pengadilan Bombay Batalkan Kasus Jamaah Tabligh


sukabumiNews.net, BOMBAY – Pengadilan Tinggi Bombay telah membatalkan laporan dan tuntutan terhadap delapan anggota Jamaah Tabligh (JT) asal Myanmar yang dituduh menyebarkan virus Covid-19 ketika menghadiri pengajian di Nizamuddin, Delhi, India


Menurut pengadilan, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mereka terlibat dalam tindakan apa pun, yang kemungkinan besar akan menyebarkan infeksi.

 

Sebelumnya, selama berbulan-bulan, banyak media di India menuduh JT sebagai pelaku peningkatan penyebaran kasus virus Covid-19 di India.

 

Hakim VM Deshpande dan Hakim Amit B Borkar mengatakan bahwa menuntut delapan warga negara Myanmar yang tidak bersalah merupakan penyalahgunaan pengadilan. Sebab tuntutan ternyata kurang bukti untuk menguatkan dakwaan.

 

“Pengisolasian mereka dari 24 Maret 2020 hingga 31 Maret 2020 pun di bawah pengawasan dr. Khawaj, NMC Zonal Officer, Mominpura, Nagpur,” kata pengadilan.

 

“Tidak ada materi yang tercatat untuk membuktikan bahwa mereka melakukan tindakan yang akan menyebarkan virus Covid-19,” terangnya.

 

Para hakim, sebagaimana dilansir dari Scroll, pada Kamis (24/9/2020), mengatakan bahwa delapan warga Myanmar hanya membaca Al Quran dan shalat di masjid setempat. “Karena mereka tidak fasih dengan bahasa lokal, mereka hanya mempelajari AlQuran dan Hadist dalam bahasa mereka di dalam masjid saja.”

 

Para hakim juga menunjukkan bahwa hasil tes SWAB 8 anggota JT ini negatif selama masa karantina. (Foto: Anggota JT. - Scroll)

 

Pewarta: Hanoum/Arrahmah

Editor: Red

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close