Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Wednesday, August 12, 2020

Kang Malik

Vaksin COVID-19 Sinovac China yang Mulai Diujikan ke Relawan Belum Kantongi Sertifikasi Halal MUI

Vaksin COVID-19. (Foto : Istimewa)

sukabumiNews.net, JAKARTA – Vaksin Covid-10 Sinovac yang mulai dilakukan uji klinis kepada relawan ternyata belum mengantongi sertifikasi halal Majelis Ulama Indonesia (MUI). Seperti diketahui, uji klinis perdana vaksin asal China tersebut dilakukan oleh Bio Farma pada Selasa, 11 Agustus 2020, terhadap 19 orang relawan.

Corporate Secretary Bio Farma, Bambang Heriyanto, mengatakan Bio Farma memang belum mengajukan sertifikasi halal vaksin Sinovac ke MUI. Namun demikian, Bio Farma tengah menyiapkan seluruh dokumen yang diperlukan untuk mendaftarkan kehalalan vaksin asal China itu ke MUI.


“Pengajuan (sertifikasi halal vaksin Sinovac) masih dalam tahap diskusi. Tim sudah ada komunikasi dengan MUI untuk persiapan sertifikasi halalnya,” kata Bambang Heriyanto di Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Rabu (12/8/2020), lansir VIVA.

Menurut Bambang, untuk memperoleh sertifikasi halal membutuhkan proses audit menyeluruh. Karena MUI pasti akan mengaudit seluruh proses pembuatan vaksin, medianya termasuk bahan baku yang digunakan.



“Memang perlu waktu. Sampai hari ini kami baru terima dokumen-dokumen dari Sinovac. Kita sama-sama lakukan kajian dari dokumen yang diterima. Ini baru tahap awal vaksin mengandung ini-ini,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI), Lukmanul Hakim mengatakan bahwa sampai hari ini memang belum ada pengajuan sertifikasi halal untuk vaksin Sinovac.

Bio Farma dan MUI baru sepakat untuk melakukan kajian terkait kehalalan vaksin asal China tersebut.

Mengutip situs Arrahmah.com, sebelumnya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bio Farma bersama lembaga independen melaksanakan uji klinis fase tiga vaksin COVID-19 Sinovac asal Cina. Pada hari perdana, uji coba vaksinasi dilakukan terhadap 19 orang relawan. []

BACA Juga : Jokowi Berharap, Januari 2021 Bisa Produksi Vaksin Corona

Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

close