Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Wednesday, August 19, 2020

Red1

Korupsi Milyaran Rupiah, Mantan Kades Bantar Gebang Ini Dijemput Paksa Kejari Kabupaten Sukabumi

AR saat diciduk Aparat Kejaksan Negeri (Kejari) Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

sukabumiNews.net, KABUPATEN SUKABUMI  Mantan Kepala Desa Bantar Gebang Kecamatan Bantargadung dijemput paksa oleh aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi Bambang Yunianto Eko Putro mengatakan hal ini dilakukan lantaran oknum yang pernah menjabat Kepala Desa (Kades) masa bakti periode 2013-2019 di Desa Bantar gebang ini mangkir dari 3 kali panggilan surat yang dilayangkan oleh Kejari Kabupaten Sukabumi.

"Kita menangkap tersangka (AR) kita jemput secara paksa di kediamannya pada Selasa (14/8/2020) kemarin dengan kasus penyelewengan, pengelolaan anggaran Dana Desa tahun 2017 dengan nilai cukup fantastis sebesar Rp1,7 milyar dan di tahun 2018 senilai Rp1,3 Milyar," ungkap Bambang Yunianto Eko Putro.

Akibat tidak pidana korupsi yang dilakukan mantan Kades Bantar Gebang tersebut, tutur Bambang, negara mengalami kerugian lebih dari 1,3 milyar, dengan rincian tahun 2017 Rp729 juta dan tahun 2018 sebesar Rp557 juta.

"Tersangka AR ini melakukan kesalahan dengan membuat tanda terima, Laporan Kerja  Pertanggung Jawaban (LKPJ) tak sama dengan pekerjaan fisik alias kegiatan fiktif," tutup Bambang.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Tindakan Pidana Khusus (Pidsus) Andreas Tarigan menambahkan bahwa tersangka AR melanggar pasal 2 ayat (1), pasal 3,pasal 8 junto pasal 18 Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

BACA Juga : Ratusan Kades Terpilih Digiring Masuk Lapas Warungkiara Kabupaten Sukabumi

Pewarta : Azis Ramdhani
Editor : AM.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close