Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Friday, July 24, 2020

Red1

Melalui Program SANTANI, Ponpes Dzikir Al Fath Hasilkan Produk Antiseptik dan Obat Herbal Secara Mandiri

Antiseptik dan Obat Herbal : Ketua Program SANTANI Ponpes Dzikir Al Fath Ujang Tana saat memberikan Antiseptik Herbal Biosin-36 dan obat-obatan Herbal kepada Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum di UPTD Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Kabupaten Cianjur, Kamis (23/7/2020) Sore.

sukabumiNews.net, CIANJUR – Program Santri Tani Millenial (Santani) Ponpes Dzikir Al-Fath yang diresmikan pada maret 2020 lalu oleh Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum kini telah menghasilkan Produk Hasil Karya Mandiri, diantaranya Antiseptik Herbal Biosin-36, dan berbagai obat herbal lainnya.

Menurut Ketua Program Santani Ponpes Dzikir Al Fath, Ujang Tana, Produk tersebut diramu secara langsung oleh Pimpinan Ponpes Dzikir Al Fath KH. Muhammad Fajar Laksana yang juga sebagai Pembina Barisan Penyehat Tradisional Nusantara.

“Antiseptik Herbal Biosin-36 dan obat-obat herbal tersebut dibuat dan diolah dengan menggunakan alat mesin pertanian yang diberikan oleh Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian Provinsi Jawa Barat," ungkap Ujang Tana.

Dijelaskan Ujang Tana, antiseptik Herbal Biosin-36 ini dihasilkan melalui penyulingan rempah-rempah oleh alat penyaringan mesin suling. Hasilnya digunakan dan dijual di Lingkungan Internal Pesantren serta Masyarakat sekitar Pesantren.

“Sehingga dari hasil produksi ini, selain bisa menghemat untuk membeli Antiseptik, Santani Al Fath juga bisa menghasilkan uang untuk membiayai kebutuhan Pesantren,” kat Ujang Tana.

“Seluruh produk Antiseptik dan obat herbal ini diproduksi lasngsung oleh Tim Santani Al Fath,” pungkasnya.


Pewarta : Gilang R
Editor : Azis Ramdhani
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close