Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Friday, June 19, 2020

Redaksi sukabumiNews

Pendistribusian Dana Bansos oleh Kades Sindangsari Tidak Tepat Sasaran?

sukabumiNews, CIANJUR – Bantuan sosial yang disalurkan gubernur Jawa Barat kepada warga Desa Sindangsari, Kecamatan Leles Kabupaten Cianjur, pendistribusiannya diduga tidak tepat sasaran.

Pasalnya, bantuan yang seharusnya diterima oleh warga, terlebih masyarakat yang kurang mampu yang terdampak Covid-19, oleh Kades Sindangsari ini hanya disalurkan kepada aparat desa dan saudara-saudanya.

Tudingan tersebut mencul dari beberapa warga yang memang seharusnya menerima bansos itu.

Bahkan beberapa sumber terpercaya sukabumiNews di wilayah ini mengungkapkan, bukan bantuan-bantuan sosial pada masa pandemic Covid-19 ini saja yang peruntukannya disinyalir tidak tepat sasaran.

BACA Juga : 800 Penerima BST di Kudus Tidak Cairkan Uang

Akan tetapi bantuan-bantuan yang lain, seperti dana bangub, banprov, ADD, DD dan dana-dana bantuan lain yang seharusnya disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya, malah diberikan kepada aparat dan kroni-kroni kades yang dulu mendukung dan memilihnya.

“Sementara warga yang berhak, jarang, seolah tidak diperhatikannya,” cetus S (58) kepada sukabumiNews, belum lama ini.

S yang mengaku asli warga desa Sindangsari dan dianggap oleh warga setempat sebagai salah seorang tokoh masyarakat itu juga mengungkapkan, selama hampir setengah priode berjalan sejak masa kepemimpinan kades yang sekarang ini, jalan desa dan jalan lingkungan pun belum pernah diperbaikinya.

“Kebanyakan masih beralaskan tanah. Dulu memang pernah, tapi itu pun saat ada uang RT, lalu dana tersebut dibelikan berbagai kebutuhan untuk membangun jalan lingkungan, tapi saya dengar sekarang-sekarang ini justru ada Dana Desa (DD). Jadi iuran dari masyarakat melalui RT sudah tidak berjalan lagi,” ungkapnya.

“Namun Dana Desa pun nyangkutnya entah di mana,” sambung dia.

Pihak desa pun, tutur S, tidak transparan dan seolah menutupinya.“Jangankan terbuka, ada rekan-rekan dari LSM yang datang ingin menemui kades Endang, Ia selau ngumpet,” katanya.

“Padahal, kades yang sekarang ini sebelumnya masih seorang aktifis LSM juga,” pungkas S, geram.

Didapat informasi bahwa S adalah sosok yang diketahu pernah didorong oleh warga setempat supaya duduk di Badan Pengawas Desa (BPD) Sindangsari. Namun tidak berhasil lantaran diduga banyak mendapat ganjalan dari kroni-kroni kades itu sendiri.

BACA Juga : BLT Kabupaten Sukabumi Disinyalir Banyak Dikutip oleh RT Setempat

Pewarta : Siti Cjr
Editor : Red*
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close