Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Sunday, May 3, 2020

Redaksi sukabumiNews

HMI Cabang Kendari : Lokal di Rumahkan TKA di Impor " Licik"

sukabumiNews.net, KENDARI – Rencana pemerintah pusat mendatangkan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) Sulawesi Tenggara menuai kritik dan penolakan dari berbagai pihak.

Setelah Gubernur dan ketua DPRD Sultra, kini giliran Ketua Umum HMI Cabang Kendari melayangkan penolakan tegas rencana kehadiran ratusan TKA asal China itu

"PT. VDNI terkesan memanfaatkan situasi di tengah pandemi covid-19, merumahkan tenaga kerja lokal namun berniat mendatangkan tenaga kerja asing ini cara cara licik perusahaan," ungkap Sulkarnain, dikutip dari media partner sukabumiNews, Teropongsultra.

Mantan Kabid PAO ini juga mendesak pemerintah daerah untuk memberikan sanksi keras kepada manajemen PT. VDNI dan OSS

“Pemerintah daerah mestinya tegas dan memberi sanksi keras perusahaan bukan hanya berani menyoroti dan menyurati pemerintah pusat tapi lemah di daerah" imbuhnya

Pihaknya juga akan menghimpun kekuatan buruh yang di rumahkan untuk melakukan boikot ke PT. VDNI dan OSS

"Kami akan melakukan komunikasi dengan pihak karyawan lokal yang di rumahkan serta akan melakukan aksi boikot perusahaan kalau pemerintah daerah tidak berani dan tidak punya otonomi maka rakyat lokal punya" tutupnya

Pewarta : TIM/FPRN
Editor: Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

close