Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Saturday, February 1, 2020

Redaksi sukabumiNews

Wasekjen PBB Minta Pihak Berwajib Tangkap Politisi PKS yang Usulkan Ganja Jadi Komoditas Ekspor

Wasekjen DPP PBB Solihin Pure
Wakil Sekretaris PBB, Solihin Pure (kanan). FOTO dok: Istimewa.
sukabumiNews.net, JAKARTA – Wakil Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Solihin Pure mengaku tak habis pikir atas usulan anggota DPR Fraksi PKS asal Dapil Aceh I Rafli Kande yang mengusulkan kepada Menteri Perdangan Agus Suparmanto agar ganja dijadikan komoditas ekspor pada saat rapat di Komisi VI DPR, Kamis (30/1/2020) kemarin.

"Motivasi Rafli Kande terkait dengan usulan menjadikan ganja sebagai komoditas ekspor perlu didalami dan ditelusuri oleh pihak berwajib karena sampai detik ini berdasarkan hukum positif yang ada, ganja masih merupakan komoditas ilegal untuk diperjualbelikan," terang Pure dalam keterangannya, Jumat (31/1/2020) siang.

Padahal kata Pure, pemerintah sedang gencar-gencarnya memerangi segala jenis peredaran narkoba. Namun, usulannya malah berseberangan dengan visi pemerintah dalam hal pemberantasan narkoba.

Ditambahkan Pure, baginya, hal itu jelas merupakan perbuatan melawan hukum sekaligus memberikan peluang kepada bandar dan pengedar ganja dan bila perlu harus ditangkap karena berpotensi membahayakan keselamatan warga negara.

“Bukan asal menuduh dan menilai secara konspiratif tapi rasanya perlu didalami, ditelusuri bila perlu ditangkap oleh pihak berwajib. Siapa yang akan diuntungkan? Dan siapa yang akan dirugikan?” ujar Pure.

Terkait dengan maksud untuk menambah pendapatan negara, Pure menyatakan bahwa soal legalisasi ganja yang pertama diuntungkan bukanlah negara akan tetapi para bandar dan pengedar ganja yang selama ini telah merusak generasi bangsa.

“Kalau alasannya adalah mendongkrak pendapatan negara, saya pastikan Aceh atau bahkan Indonesia tidak akan pernah kaya dan sejahtera dari pajak ekspor ganja atau produk olahannya,” ujar Pure.

“Ekspor ganja itu malah lebih banyak mudharatnya,” tandasnya.

Lebih lanjut Pure mengatakan, sebagai muslim kita dianjurkan untuk mencari rezeki dengan cara yang halal dan thoyib, terlebih Aceh dijuluki sebagai Serambi Mekkah.

Pure pun menuturkan dengan mengutip Al Quran Surat Al Baqarah ayat 168: “Wahai kalian manusia makanlah yang halal lagi baik (thoyib) dari apa yang terdapat di bumi. Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan karena sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”.

Oleh karena itu, Pure sangat menyanyangkan usulan ekspor ganja ini disampaikan oleh anggota DPR dari parpol Islam.

Sebelum mengakhiri, ia sempat menyinggung soal Omnibus Law yang sempat dikhawatirkan oleh Presiden Jokowi akan rentan dari titipan-titipan.

Menurutnya apa yang dikhawatirkan presiden cukup beralasan terkait usulan nyeleneh soal ekspor ganja.

“Bisa jadi dibalik usulan Rafli soal ekspor ganja ada muatan kepentingan ekonomi pihak tertentu,” pungkasnya. (FOTO dok: Istimewa/Abadikini)

Pewarta: AM.
Editor: Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

sukabumiNews tidak bertanggung jawab atas pendapat yang diungkapkan melalui artikel/berita ini. Ini adalah pandangan pribadi pemilik akun dan tidak mencerminkan posisi kami. Semua risiko yang dihasilkan dari komentar yang diposting adalah tanggung jawab pemilik akun itu sendiri. Terima kasih.

Memuat...
close