Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Monday, January 13, 2020

Redaksi sukabumiNews

Mantan Sekda Jabar Iwa Karniwa Jalani Sidang Pertama Kasus Suap Meikarta

sidang perdana kasus meikarta
sukabumiNews.net, BANDUNG – Mantan Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa menjalani persidangan perdana atas perkara dugaan suap yang menjeratnya. Iwa dijadikan tersangka dalam kasus mega proyek Meikarta Kabupaten Bekasi.

Dalam persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan dari Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Senin (13/1/2020) itu, Iwa diketahui telah menerima uang sebesar Rp 900 juta dari PT Lippo Cikarang melalui PT Mahkota Sentosa Utama, yang diberikan melalui Satriadi, Neneng Rahmi Nurlaili, Henri Lincoln, Soleman, dan Waras Wasisto.

“Pemberian tersebut diberikan agar terdakwa memercepat keluarnya persetujuan substansi dari Gubernur Jawa Barat atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang, juga pengurusan RDTR Wilayah Pengembangan I dan IV, serta II dan III proyek pembangunan Meikarta,” beber Penuntut Umum KPK, Yadyn.

Akibat perbuatannya tersebut, terdakwa dijerat dengan Pasal 12 huruf a dan Pasal 11 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31/1999 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Iwa sendiri tidak mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan penuntut umum, sehingga persidangan bakal dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi. PU KPK berencana memanggil 30 saksi yang berkaitan dengan perkara ini.

Usai persidangan, Iwa yang mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye tak banyak bicara saat dikonfirmasi oleh awak media terkait perkara yang menjeratnya. Iwa bakal kembali menjalani persidangan pada Senin (20/1/2020) mendatang.

Pewarta : ET/KBRN
Editor : Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Sampaikan pendapat dan saran Anda setelah membaca artikel di atas..

Memuat...
close