Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Wednesday, December 4, 2019

Redaksi sukabumiNews

Puluhan Pengikut Nabi Palsu di Toraja Diinsyafkan

Pengikut Nabi Palsu
Puluhan Pengikut Nabi Palsu di Toraja Diinsyafkan, Rabu (4/12/2019).  
sukabumiNews, TANA TORAJA – Puluhan pengikut Nabi Palsu di wilayah Toraja Provinsi Sulawesi Selatan, diinsyafkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kepolisian setempat.

Paur Humas Polres Tana Toraja, Aiptu Erwin mengatakan, Paruru telah menyebarkan ajaran sesat kepada warga yang merupakan tetangga dan kerabatnya di Dusun Mambura, Lembang Buntu Datu, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

“Warga yang telah terpapar atau menjadi pengikut dari aliran sesat yang diajarkan oleh Paruru mencapai 50 orang,” ujar Erwin, dilansir dari okezone, Rabu (4/12/2019).

Jumlah pengikutnya kata Erwin, meliputi delapan kepala keluarga (KK) dan telah banyak masyarakat terpapar paham atau aliran sesaat ini. Sehingga, jelas dia, piknya bersama dengan pemuka agama, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tana Toraja, langsung bertindak

“Dan mengarahkan para jamaah untuk kembali ke jalan yang benar atau sesuai dengan ajaran islam,” jelasnya.

Saat ini, langkah-langkah yang dilakukan untuk menginsyafkan para warga telah berbuah hasil. Beredar kabar dan juga dari postingan media sosial, terlihat para warga telah melaksanakan Salat Jumat berjamaah beberapa waktu lalu.

“Sementara pengikutnya di Toraja itu, mereka sudah melaksanakan salat Jumat dengan monitoring dari Kemenag,” tambahnya.

Untuk benar-benar memastikan warga ini telah insyaf, para pemuka agama dari Kemenag, MUI bersama polisi akan terus memantau dan memonitoring pergerakan dari warga tersebut. Selain itu, Kemenag dan MUI juga akan terus memberikan tausiyah serta pemahaman agama Islam lainnya, agar warga ini tidak kembali lagi ke aliran sesat Paruru.

“Langkah selanjutnya mereka akan diberikan tausiyah setiap Jumat,” pungkasnya.

Pewarta: AM.
Editor: Red.
COPYRIGHT ©SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Sampaikan pendapat dan saran Anda setelah membaca artikel di atas..

Memuat...
close