Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Tuesday, December 3, 2019

Redaksi sukabumiNews

5 Fakta Terbaru Ledakan Granat Asap di Monas yang Terungkap

dua korban ledakan bom monas
Gambar Istimewa

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menyebut ledakan bukan bom bunuh diri.

sukabumiNews, JAKARTA – Ledakan terjadi di kawasan Monumen Nasional atau Monas, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019) pagi. Insiden ini terjadi sekitar pukul 07.20 WIB.

Berikut fakta-fakta tentang ledakan yang terjadi di Monas hari ini, seperti dikutip dari Suara.com;

1. Lokasi

Ledakan terjadi di area halaman taman Monas. Tepatnya di seberang Departemen Dalam Negeri. Jarak dengan Istana Presiden sekitar 400 meter.

Sebelum insiden terjadi, sejumlah anggota TNI dikabarkan tengah melaksanakan apel pagi di dalam kawasan Monas. Hingga kemudian pukul 07.20 tiba-tiba terdengar suara ledakan.

2. Anggota TNI jadi Korban

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Edy Pramono mengatakan bahwa ada dua korban terluka akibat ledakan itu. Kedua korban merupakan anggota TNI yakni Serka Fajar dan Praka Gunawan.

Serka Fajar luka pada pergelangan tangan. Ada 2 jari yang putus.

"Serka Fajar ini yang tangan kirinya agak parah granat asap pegang tangan kiri. Kondisi masih sadar," kata Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono dalam jumpa pers di Monas, Selasa (3/12) pagi.

Korban kedua adalah Praka Gunawan. Dia mengalami luka ringan di tangan. Selain itu kakinya kena percikan ledakan.

"Yang kedua lukanya lebih ringan karena di paha saja. Dan itu yang minta tolong kepada teman - teman. Praka Gunawan," ujarnya.

3. Polisi lakukan penutupan jalan

Dari cuitan akun Twitter resmi TMC Polda Metro Jaya, pukul 08.37 WIB, polisi melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup jalan dari arah Jalan Medan Merdeka Timur mengarah Jalan Medan Merdeka Utara.

Penutupan jalan ini dilakukan untuk sterilisasi setelah terjadi ledakan di kawasan Monas.

4. Bukan bom bunuh diri

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menyebut, Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono dan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono akan menyampaikan langsung terkait informasi dugaan ledakan tersebut.

"Pangdam sama Kapolda akan realese," kata Yusri saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (3/12/2019).

Yusri menegaskan jika ledakan tersebut bukan bom bunuh diri.

"Bukan bunuh diri," ujarnya.

5. Sumber ledakan dari granat

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Edy Pramono menyatakan ledakan di Monas disebabkan oleh granat asap. Hal itu diketahui setelah polisi bersama TNI melakukan olah TKP di lokasi.

Saat menemukan granat asap yang terbungkus plastik itu, Serka Fajar memegangnya menggunakan tangan kiri. Di saat itulah granat asap tersebut tiba-tiba meledak.

Akibat ledakan itu, Serka Fajar mengalami luka cukup serius di pergelangan tangan kirinya.

Gatot mengatakan, polisi bersama TNI saat ini masih terus melakukan pendalaman, termasuk untuk mengetahui asal muasal granat asap tersebut.

Baca juga: DuaAnggota TNI Jadi Korban Ledakan Bom Asap di Taman Monas

Pewarta: Red.
Sumber: Suara.com
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

TRENDING TOPIK
close