Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Tuesday, November 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

MUI Mulai Lakukan Standarisasi Dai

standarisasi dai
sukabumiNews, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mulai melakukan kegiatan standarisasi dai atau dikenal dengan sebutan dai bersertifikat. Sasaran kegiatan ini untuk para dai yang selama ini berkiprah di masyarakat. Para dai ini diundang MUI untuk bermusyawarah dan tukar pikiran, di kantor MUI di Jakarta.

Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat KH Cholil Nafis mengatakan standarisasi dai ini guna menyatukan visi dan koordinasi langkah dakwah. “Merekalah yang akan direkomendasi oleh MUI sebagai da’i,” ujar Kyai Cholil dalam keterangannya seperti dikutip Voa Islam, Senin (18/11/2019) sore.

Dijelaskan Kyai Cholil, materi bahasannya secara garis besar meliputi wawasan ke-Islaman, wawasan kebangsaan dan metode dakwah.

“Materi Wasasan Islam wasathi (moderat) mengulas tentang paham Islam yang diajarkan Rasulullah Saw dan dijelaskan oleh para sahabatnya. Islam wasathi sebagai arus utama paham Islam Indonesia. Mengikuti aqidah Ahlussunnah wal-jamaah. Islam yang tidak ekstrim kanan juga tidak skstrim kiri,” ungkap Kyai Cholil.

Kemudian, wawasan Kebangsaan dipaparkan berkenaan dengan kesepakatan kebangsaan (al-ittagaqaat al-wathaniyah).  Bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai ajaran Islam,  sudah final dan mengikat. Cinta tanah air adalah bagian dari Iman.  Membela negara adalah bagian dari implementasi beragama Islam.

“Metode dakwah yang disepakati adalah yang menguatkan keagamaan Islam sekaligus memperkokoh persatuan dalam bingkai NKRI. Permasalahan khilafiyah harus ditoleransi dan menghormati perbedaan. Namun masalah penyimpangan (inhiraf) penodaan agama harus diamputasi,” jelas Kyai Cholil.

“Standarisasi da’i ini dalam rangka menyatukan persepsi (taswiyatul afkar) dalam mengembangkan ajaran Islam dan mengoordinasi langkah dakwah (tansiqul harakah) agar maksimal dalam menyebarkan dakwah Islamiyah,” lanjut Kyai Cholil.

Pada akhir acara seluruh peserta da’i bersepakat untuk memgembangkan dakwah Islam Wasathi dan menjaga keutuhan NKRI.

Baca juga: Profil Din Sebut Radikalisme, Sekuler dan Liberal Telah Masuk di Sistem Nasional Negara

Pewarta: AM
Sumber: Voa-Islam
Editor: Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

TRENDING TOPIK
close