Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Friday, November 22, 2019

Redaksi sukabumiNews

Diduga Sarat Pungli, LSM Petisi Sakti Tuntut SMAN 1 dan 4 Kota Sungai Penuh Hentikan Pungutan Komite dan Jual Beli LKS

LSM Petisi Sakti
LSM Petisi Sakti Kota Sungai Penuh datangi Geung DPRD.  
sukabumiNews, JAMBI – Dugaan adanya penyimpangan Dana Operasional Sekolah (BOS) Jual beli Lembaran Kerja Siswa (LKS)  serta pungutan Komite Sekolah di lingkup instansi SMAN 1 dan SMAN 4 Kota Sungai Penuh, Jambi, membuat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Petisi Sakti geram, dan mendorong untuk membawa persoalan ini ke Gedung DPR.

Dengan membawa poster bertuliskan SMAN 1 / 4 SG Penuh Sarang Pungli, Usut Tuntas Dana BOS dan Dana Komite yang Diduga Sarat Korupsi aksi LSM Petisi Sakti itu mereka mendatangi Gedung Megah DPRD Kota Sungai Penuh dengan Tema ‘I Love You DPR pada Kamis (21/11/2019).

"Kami cinta DPRD, kami sayang DPRD, tanpa mereka apalah artinya kami sebagai rakyat, dan tanpa rakyat, apalah artinya DPRD, rakyat dan DPRD adalah suatu hubungan yang erat tidak bisa dipisahkan, maka dengarlah jeritan hati masyarakatmu," ujar Ketua LSM Petisi Sakti memulai orasinya dengan sebuah ungkapan.

Menurut kordinator aksi Deddy, Dugaan adanya penyimpangan Dana Operasional Sekolah BOS dan dugaan jual beli LKS serta pungutan Komite Sekolah itu tidak memiliki payung hukum, dan terindikasi kangkangi peraturan.

“Entah kenapa itu bisa dilakukan oleh oknum tersebut tanpa berfikir bahwa tindakan tersebut diluar peraturan,” ungkapnya.

Deddy menyebut SMAN 1 dan SMAN 4 disinyalir telah sengaja melakukan hal diluar koridor. “Tidak sepantasnya mereka melakukan hal yang dapat melanggar hukum," tambahnya.

Selain itu kata Deddy, Sekolah itu juga tidak memberi pertanggung jawaban dana bos secara online. Pihak sekolah juga tutur dia, diduga keras telah melakukan pungutan Komite Sekolah dan jual beli LKS untuk siswa. Dan hal ini sambung Deddy, sangat memberatkan wali murid dan masyarakat. “Ini harus dihentikan," tegasnya.

Sementara itu, pihak DPRD Kota Sungai Penuh melalui humasnya menyambut baik kedatangan para aktivis tersebut. Ia berjanji aspirasi dari LSM Petisi Sakti akan disampaikannya kepada dewan yang membidangi Pendidikan, yakni komisi I, yang mana mereka pada hari itu sedang tidak berada ditempat.

“InsyaAllah hari Senin pekan depan akan kami serahkan pernyataan sikap dari rekan rekan aktivis kepadanya," ucapnya.

Aksi unjuk rasa berlangsung damai. Kendati demikian, aparat kepolisian beserta Satpol PP tetap berjaga-jaga di sekitar Gedung DPRD untuk mengantisifasi berbagai kemungkinan yang terjadi.

Pewarta: FPRN
Editor: AM
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

TRENDING TOPIK
close