Breaking

Thursday, August 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Talk Show BKK SMK YASTI, Kerja di Jerman atau Malaysia Bukan Sekedar Impian

Talk Show BKK SMK Yasti Cisaat
Ratusan Siswa kelas XII SMK Yasti Cisaat saat menyimak pemberi materi di acara Talk Show BKK SMK YASTI di aula sekolahnya.  
sukabumiNews, CISAAT – Berbagai usaha dilakukan baik oleh instansi, lembaga-lembaga terkait maupun elemen masyarakat lain untuk menanggulangi pengangguran. Namun demikian, banyak juga usaha-usaha yang telah dilakukan seolah kandas lantaran tidak didukung oleh skil (keahlian) dan SDM yang memadai.

Sekaitan dengan usaha tersebut, Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Yayasan Tarbiyah Islamiyah (YASTI) YASTI Cisaat Sukabumi membuka diri, memberikan informasi terutama kepada anak-anak SMK, agar bisa lebih terbuka wawasannya mengenai bagaimana peluang kerja, dengan menggelar  Talk Show BKK yang mengangkat beberapa hal terkait pungsi dan keberadaan BKK di sekolahnya.

Kepala BKK SMK YASTI Cisaat, Ade Puri saat menggelar acara tersebut di SMK yang berlokasi di Jl. Raya Veteran No.66, Cisaat, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat beberapa waktu lalu, kepada wartawan mengatakan bahwa kegiatan yang digelarnya merupakan salah satu langkah untuk menanggulangi pengangguran di Sukabumi.

Tidak tanggung-tanggung, kegiatan yang bertajuk ‘Kerja di Jerman atau Malaysia Bukan Sekedar Impian” itu, pihak YASTI mendatangkan salah satu pembicara dari LPK Jerman.

“Kebetulan hari ini kita kedatangan tamu dari beberapa LPK yang resmi, yang diakui oleh pemerintah mulai dari Jerman, Jepang, dan Korea. Informasi-informasi ini tentu saja sangt bermanfaat buat anak-anak, sehingga memungkinkan anak itu bisa mempunyai pilihan-pilihan ketika nanti mereka keluar dari YASTI ini. Itulah yang menjadi tujuan kegiatan kita hari ini,” jelas Kepala BKK SMK YASTI Cisaat, Ade Puri saat Talk Show berlangsung.

Dia menambahkan, kegiatan yang dilaksanaknnya bekerjasama dengan beberapa LPK, untuk mempasilitasi kerja ke luar negeri. “Kalau yang lain-lainnya, dalam negeri, saya rasa sering,” tuturnya.

Lebih lanjut Ade mengatakan, keahlian yang banyak dibutuhkan oleh lapangan kerja lebih ke pekerjaan yang sifatnya formal, seperti pegawai rumah tangga dan lain-lain. “Jadi mereka, agen-agen ini mempersiapkan lapangan kerja untuk jadi pekerja yang sifatnya formal, seperti di pabrik yang berada di Malaysia dan negara yang lain,” ujar Ade.

Adapun jelas Ade selain ada alumni, mereka yang mengikuti BKK ini adalah kelas XII. Mereka berasal dari 4 jurusan yaitu jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP), Tata Busana,  Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP), dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ).

“Kami berharap, ketika ada kerja ke luar, lulusan-lulusan SMK dari YASTI ini sudah punya pilihan yang pasti, mau ke perguruan tinggi atau bekerja. Jangan sampi nanti pas keluar itu dia tidak mempunyai keinginan apa-apa atau cita-ciata. Makanya kami mecoba untuk memberikan pilihan-pilihan kepada anak-anak,” harap Ade Puri.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pembina YASTI Asep Iwan menuturkan, dari pihak Yayasan selaku penyelenggara lembaga-lembaga pendidikan yang ada di YASTI kuhus SMK, berharap pada tahun ini ada revitalisasi, lebih memperkuat dari sisi kualitas penyelenggaraan pendidikan di SMK YASTI.

Sebab menurutnya, salah satu indicator keberhasilan sebuah SMK itu diantaranya, SMK tersebut bisa mendorong calon-calon lulusan, atau calon-calon alumninya, agar bisa menangkap berbagai peluang informasi kerja dalam dan luar negeri.

“Di SMK YASTI ini Alhamdulillah diantaranya ada program Bisnis Daring dan Pemasaran. Itu kita kerjasama dengan Alpamart. jadi Alpamart memberikan bantuanprogram kepada AMK YASTI berupa Alpamart Class, dan kita bisa lihat di depan ada mini market, khusus untuk praktek anak-anak jurusan pemasaran,” ungkapnya.

“Dan setiap tahun pihak Alfamart ada rekruitmen untuk bekerja di Alfamart seluruh Indonesia. Jadi Alhamdulillah SMK YASTI mendapat kepercayaan dari pihak swasta khususnya untuk jurusan pemasaran, untuk dapat bekerjam,” jelas Asep Iwan.

Kemudian untuk Tenaga Kerja Luar Negeri (TKLN), jelas dia lagi, ini sangat penting sekali karena untuk mengubah pola fikir dari masyarakat, bahwa bekerja di Luar Negeri itu, tanda kutip. Karena tutur Asep, banyak sekali pemberitaan di televisi tentang bejerja di luar negeri yang mungkin kuarang bagus.

“Kami mencoba dari SMK YASTI ini untuk mengubah pola fikir tersebut, bahwa banyak jabatan-jabatan kerja di Luar Negeri, khususnya formal, itu yang menjanjikan bagi lulusan SMK. Nah, Kita bekerjasama dengan beberapa perusahaan dan agen, serta Balai Latihan Kerja yang ada di Indonesia ini, untuk dapat menyalurkan alumni-alumni kita ke Luar Negeri,” bebernya.

Saat ini, terang Asep, ada kegiatan sosialisasi yang di inisiasi dari BKK dan Yayasan yang dihadirkan dari Bright Education Indonesia. “Ini salah satu agen untuk Jerman. Ternyata peluang kerja di Eropah itu luar biasa banyak. Dan peluang ini harus kita rebut,” tegas Asep.

Oleh karenanya tutur Asep, dari pihak Yayasan mendorong pihak SMK untuk mempersiapkan diri dan supaya lebih tanggap terhadap peluang-peluang yang begitu cepat saat ini.

Untuk mengetahui wawancara lengkap hasil liputannya, Lihat Video berikut:


Pewarta: Isman S
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Tertarik dengan Artikel Kesehatan dan lainnya, baca:
Masukan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

Loading...
close