Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Tuesday, August 27, 2019

Redaktur

Dianggap Banyak Bermasalah, Kinerja Kades Cibentang Diprotes Warga

warga desa cibentang datangi kantor desa
Warga Desa Cibentang Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Saat mendatangi Aula Kantor Desanya untuk memprotes Kinerja Kepala Desa bersama Stafnya, Senin (26/8/2019)  
sukabumiNews, GUNUNGGURUH – Warga Desa Cibentang Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi mendatangi Kantor Aula Desa Cibentang, Mereka datang untuk memprotes kinerja kepala desa (kades) Asep Sukandar bersama staf yang dianggapnya banyak berbuat masalah (bermasalah), terutama menyangkut Anggaran Dana Desa 2019.

“Sepertinya banyak permasalahan yang harus di musyawarahkan, kami selaku masyarakat sangat sedih mendengar Anggaran Danan Desa 2019 yang tidak akan keluar tahun ini karena banyak permasalahan,” ujar Ahmad Madria, warga setempat.

“Makanya kami langsung sigap konfirmasi ke desa dengan menemui BPD,” jelasnya kepada sukabumiNews, usai menyampaikan protes, Senin (26/8/2019).

Ahmad beserta warganya menduga, bahwa kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) juga sangat kurang. Pasalnya menurut Ahmad, saat ditanya tentang Peraturan Desa (perdes) selama 2,5 tahun, malah BPD menjawabnya baru dua Perdes yang dikeluarkan.

“Dari sini kami sudah bisa menyimpulkan, jelas kinerjanya BPD sangat kurang,” tegasnya.

Karena itu tambah Ahmad, Dia bersama warga lainnya ingin meyakinkan dengan menemui kepala desa tentang kebenaran 2 perdes yang telah dikeluarkan tersebut, agar Ia selaku masyarakat bisa mengawasi mengenai anggaran yang sangat besar dari pemerintah yang diserap oleh desa.

“Desa ini desa yang paling kecil wilayahnya di Kabupaten Sukabumi. Kalau untuk pengalokasian kami suka ngecek, terkadang ada kesimpang siuran karena di beberapa pembangunan pihak RT tidak mengetahui anggaran pekerjaan di daerahnya tersebut dikarnakan tidak terpampangnya papan proyek,” beber Ahmad.

“Kami menginginkan keterbukaan informasi tentang semua anggaran yang diserap oleh desa kami, sehingga masyarakat mengetahui semua anggaran yang diserap oleh desa dan semua pembangunan yang di kerjakan oleh desa,” tegasnya.


Pewarta : Azis R/Rio
Editor : Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Sampaikan pendapat dan saran Anda setelah membaca artikel di atas..

Memuat...
close